perekacerita
promosi perodua murah



VALLEY OF THE WOLVES PALESTINE (2011)


Valley of the Wolves: Palestine mengisahkan Turkish commando team pergi ke palestine untuk menumpaskan tentera israel yang bertangjungjawap atas kejadian serangan ke atas bantuan makanan palestain (Gaza flotilla raid). filem ini menunjukkan kezaliman tentera israel dan menunjukkan kehebatan 4 perjuang palestine menyerang kubu tentera israel sehingga beberapa kubu tentera israel musnah. malah didalam filem ini juga telah menyaksikan kemenangan keatas palestine dalam peperangan ini.

Filem ini sangat popular diseluruh dunia dan telah diharmkan tayangan di beberapa buah negara. Filem ini adalah filem termahal turkey dan dikelurkan pada January 28, 2011.. diadaptasikan dari drama bersiri Valley of the Wolves: Palestine dan juga merupakan filem ke 3 selepas Valley of the Wolves: Iraq (2006) dan Valley of the Wolves: Gladio (2008).


DOWNLOAD VALLEY OF THE WOLVES PALESTINE:
FILESONIC =
PART1, - PART2
FILESERVE =
PART1, - PART2, - PART3, - PART4
MEDIAFIRE =
PART1, - PART2

subtitle:
download

TENGOK ONLINE VALLEY OF THE WOLVES PALESTINE (2011)
= KLIK YOUTUBE
Link



Sinetron Pengantin Remaja
Mula tayangan: 23 Mei 2011
Masa Tayangan: 2.30 petang
Hari Tayangan : setiap Isnin hingga khamis




TENGOK SINETRON PENGANTIN REMAJA YOUTUBE ONLINE = KLIK YOUTUBE


SINOPSIS SINETRON PENGANTIN REMAJA

Kisah percintaan antara guru sekolah dan pelajarnya, Amelda Dianti (Alyssa Soebandono), seorang pelajar SMU, mengetuai gang pelajar wanita di sekolahnya. Sejak bayi ia sudah dijodohkan dengan seorang lelaki oleh keluarganya. saat usianya 17 tahun, Amelda Dianti bersetuju bertemu dengan lelaki yang dijodohkan dengannya itu.

Secara tak sengaja ia bertemu dengan Fabian (Christian Sugiono), Amelda tidak menyukai fabian dan begitu juga dengan fabian. Ditambah lagi dengan pertemuannya yang tak disengajakan, Amel didapati merokok di sekolah oleh Fabian. Ternyata, Fabian adalah lelaki yang dijodohkan keluarga Amelda sejak Amelda bayi. Setelah semakin hari semakin banyak kisah mereka bersama menyelesai masalah harian bersama sama, mereka dapati mereka sudah saling mencintai.

Mereka pun bercinta sembunyi-sembunyi, karena Fabian bekerja sebagai Guru BP di sekolah tempat Amel belajar. Mereka bercinta sehingga bernikahan. Sementara itu kemunculan Erik (Fuad Zulkarnaen) Dan Bu Farida (Anna C Pinem), akan menjadikan kisah percintaan ini lebih menarik lagi


MENTOR 5 (1 - 12 FINAL)

Musim kelima rancangan pencarian bakat, Mentor dianjurkan oleh TV3 untuk tahun 2011. Kali ini, Datuk Sharifah Aini, Afdlin Shauki, Noh Hujan, Rahim Maarof, Edry Abdul Halim dan Erra Fazira dipelawa sebagai mentor untuk membimbing anak didik (protege) masing-masing.

Mentor 5 bersiaran di TV3 pada setiap Ahad, jam 9 malam, mulai rakaman ujibakat pada 13 Februari 2011 hingga peringkat akhir nanti. Seperti biasa, turut diwujudkan segmen Jurnal Mentor setiap Ahad, 7 malam bermula 27 Februari 2011, dan Jurnal Protégé, setiap Isnin hingga Jumaat, jam 7.28 malam bermula 28 Februari 2011 hingga akhir pertandingan.


DOWNLOAD MENTOR 5 (1 - 12 FINAL)


DOWNLOAD MENTOR 5 - KONSERT MINGGU 01
Hotfile Part 1 - Part 2
Fileserve Part 1 - Part 2
UShare Part 1 - Part 2

DOWNLOAD MENTOR 5 - KONSERT MINGGU 02
Hotfile Part 1 - Part 2
Fileserve Part 1 - Part 2
UShare Part 1 - Part 2

DOWNLOAD MENTOR 5 - KONSERT MINGGU 03
Hotfile Part 1 - Part 2
Fileserve Part 1 - Part 2
UShare Part 1 - Part 2

DOWNLOAD MENTOR 5 - KONSERT MINGGU 04
Hotfile Part 1 - Part 2
Fileserve Part 1 - Part 2
UShare Part 1 - Part 2

DOWNLOAD MENTOR 5 - KONSERT MINGGU 05
Hotfile Part 1 - Part 2
Fileserve Part 1 - Part 2
Ushare Part 1 - Part 2
Duckload Part 1 - Part 2

DOWNLOAD MENTOR 5 - KONSERT MINGGU 06
Hotfile Part 1 - Part 2
Fileserve Part 1 - Part 2
Ushare Part 1 - Part 2
Duckload Part 1 - Part 2

DOWNLOAD MENTOR 5 - KONSERT MINGGU 07
Hotfile Part 1 - Part 2
Fileserve Part 1 - Part 2
Ushare Part 1 - Part 2
Duckload Part 1 - Part 2


DOWNLOAD MENTOR 5 - KONSERT MINGGU 08
Hotfile Part 1 - Part 2
Fileserve Part 1 - Part 2
UShare Part 1 - Part 2
Duckload Part 1 - Part 2

DOWNLOAD MENTOR 5 - KONSERT MINGGU 09
Hotfile Part 1 - Part 2
Fileserve [single link]
Duckload [single link]

DOWNLOAD MENTOR 5 - KONSERT MINGGU 10
Hotfile Part 1 - Part 2
Fileserve [single link]
Duckload [single link]

DOWNLOAD MENTOR 5 - KONSERT MINGGU 11
Hotfile Part 1 - Part 2
Fileserve [single link]
Duckload [single link]

DOWNLOAD MENTOR 5 - KONSERT MINGGU 12
MENTOR 5 Konsert Final
Hotfile Part 1 - Part 2
Fileserve [single link]
Duckload [single link]


Protege Erra Fazira, Salma Dinobatkan Juara Mentor 5!
KUALA LUMPUR, 30 MEI 2011: Peringkat Akhir Mentor musim kelima yang berlangsung di Stadium Melawati Shah Alam, malam semalam telah menyaksikan protégé kepada Erra Fazira, Salma atau nama sebenarnya Salmah A. Asis, 20, dinobatkan sebagai juara.

Memperoleh pungutan markah tertinggi iaitu sebanyak 85 markah, peserta yang berasal daripada Tawau Sabah ini juga telah berjaya membawa pulang wang tunai sebanyak RM100,000, sebuah trofi dan sebuah kereta Chevrolet Cruze sumbangan Chevrolet.

Apa yang pasti, Salma yang telah memukau penonton dengan persembahan solonya menerusi lagu Listen dari Beyonce itu sangat berpuas hati dengan kemenangan yang diraih pada malam tersebut




Sinetron Amanah Dalam Cinta
Menggantikan Sinetron: Sinetron Sejuta Cinta Marshanda
Mula tayangan: 23 Mei 2011
Masa Tayangan: 2 petang,
Hari Tayangan: setiap Isnin hingga Khamis
Episode: 54 episode
Sumber: helloskyblu.blogspot.com
OST Sinetron Amanah Dalam Cinta: D’Masiv – Jangan Menyerah


Sinopsis Sinetron Amanah Dan Cinta

JULIE adalah gadis yang periang, berani dan mempunyai kepribadian yang yang menarik, meski pun kadang ia suka jail dan nakal. Tingkah lakunya selalu bikin orang-orang gampang banget sayang sama dia. Nggak jarang kalo JULIE melakukan kesalahan, orang-orang justru memaklumi perbuatannya…. dan memaafkan.

JULIE sekarang tinggal bersama keluarga pamannya, AHMAD dan MURNI. Tetapi karena Ahmad terlalu protektif padanya, sampai memutuskan di sekolah mana Julie harus kuliah dan dengan siapa Julie harus menikah. Julie pun memutuskan pergi ke Jakarta. Keputusan itu pun ia ambil karena bujuk rayu RADIT yang meyakinkan Julie bahwa di Jakarta ia dapat menggapai impiannya untuk sekolah dan menjadi koki terkenal.

Tetapi ternyata Radit menipunya dengan mencuri semua uang Julie saat tertidur di bis. Julie menangis karena bingung harus bagaimana. Saat merenungi nasib, bis yang Julie tumpangi mengalami kecelakaan. Sepasang suami istri yang terluka parah, ARVINO dan MEETHA, yang ia kenal selama di bis pun meminta pertolongannya untuk melanjutkan perjalanan mereka berdua untuk mengenalkan VINO, anak mereka, ke keluarga besarnya di Jakarta. Julie tak kuasa menolak amanah tersebut. Karena ternyata diketahui hanya Julie dan Vino lah yang selamat dalam kecelakaan tersebut.

Julie pun melanjutkan perjalanannya untuk memenuhi amanah Arvino dan Meetha. Di sinilah perjalanan hidupnya yang penuh lika liku dimulai. Dengan terpaksa ia harus menyamar sebagai Meetha setelah bertemu dengan keluarga besar Arvino. Julie pun bertemu dengan MILO, adik Arvino, yang ternyata adalah pria yang dulu hendak dijodohkan Ahmad padanya. Itu pun Julie ketahui setelah tanpa sengaja ia akhirnya membuka amplop yang dulu pernah Ahmad berikan padanya. Tetapi Milo terlanjur menganggapnya sebagai kakak ipar. Julie pun bingung harus bagaimana, padahal semakin lama hubungan mereka semakin dekat.

Masalah semakin pelik ketika kedekatannya dengan Milo membuat rekan kerja Milo, ALYA, yang selalu mengejar cinta Milo cemburu berat. Sehingga Alya selalu berusaha menjauhkan Julie dari Milo.

Apa akan terjadi terhadap hidup JULIE selanjutnya? Apakah JULIE akan bisa menikah dengan MILO? Apakah rahasia JULIE akan terbongkar, dan JULIE sanggup menjelaskan kepada semua orang di dalam rumah ini mengenai hal yang sebenarnya?


==================================================
Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 1

JULIE, gadis cantik, cerdas dan lincah. Saat itu dia sedang adu balap dengan Adi, untuk membuktikan siapa yang lebih unggul diantara mereka.

Sementara itu, ada cowok keren bernama Radit, cucu pak haji, yang baru saja mandi, yang lagi keluar depan rumahnya. Saat itu, tiba-tiba ada motor yang nyelonong hampir menabraknya. Radit sangat kaget. Ternyata yang naik motor itu, si JULIE, yang lagi balapan tadi. Meskipun gak nabrak Radit, tapi motor Julie akhirnya nabrak pagar rumah Radit. Akibatnya Julie terpental dari motornya dan jatuh menimpa Radit yang masih pake handuk sebagai penutup tubuhnya.

Kelakuan Julie itu tabrak pagar itu bikin pak haji marah, dan melaporkan Julie pada pak Ahmad dan bu Murni (pak De dan bu De Julie).

Pak Ahmad gak ingin ponakan nya luntang-lantung gak karuan. Dia akhirnya memaksa Julie, untuk kuliah, di jurusan kedokteran. Tetapi Julie menolak, sebab dia ingin menjadi perancang mode. Ahmad menjadi kesal. Dia lantas menyatakan akan menjodohkan Julie dengan anak temannya, yang punya masa depan cerah. Julie sangat sedih, mendengar keputusan pak De nya itu.

Sementara itu, di tempat lain ada keluarga pak Prayogo, yang lagi kesal terhadap anak lelaki nya, yang bernama Milo. Perkaranya, Milo ini tidak mau meneruskan bisnis orang tuanya. Milo, justru berharap Diandra (kakak perempuan Milo) yang sebaiknya meneruskan usaha papanya. Sebab Milo ingin berusaha sendiri.

Penolakan Milo itu, ternyata menyebabkan pak Prayogo mengambil keputusan untuk cepet-cepet menjodohkan Milo dengan anak teman bisnisnya. Pak Prayoga merasa, kalo Milo sudah menikah, pasti akan lebih bertanggung jawab, dan akibatnya Milo akan mau meneruskan usaha miliknya.

Tetapi Milo malah tambah gusar dan segera pergi. Hal itu membuat bu Diana (Ibu Milo) sangat cemas.

Di sisi lain, JuLie sangat sedih dengan keputusan Ahmad, yang memaksakan kehendak terhadapnya. Julie akhirnya pergi menyendiri di tepi danau.

Ternyata Radit ada di sana, dan melihat Julie. Radit menghampiri Julie. Dia ingin dapat simpati Julie. Julie akhirnya menceritakan tentang dirinya yang dipaksa kuliah di kedokteran, padahal dia ingin jadi perancang busana.

Mendengar cerita itu, Radit pun menganggap, pak Ahmad orang kaya, sebab kuliah kedokteran itu biayanya mahal. Dari hasil analisanya itu, Radit mulai memikirkan rencana jahat.

Radit lantas mulai melancarkan serangan Liciknya. Dia memepengaruhi Julie untuk kabur ke Jakarta. Dia juga ngegombal, berjanji akan membantu Juli mewujudkan cita citanya jadi Perancang Busana terkenal. Hanya saja menurut Radit, semua itu butuh biaya yang besar. Karena tidak tahu jika Radit punya niat Jahat, maka Julie percaya. Dia bersedia kabur, dengan membawa tabungan dan menjual semua perhiasan, warisan dari neneknya. Radit tersyenyum licik penuh kemenangan.

Pagi harinya, Juli kabur dari rumah, dengan naik angkot menuju terminal bus. Di angkot itu Juli bertemu Wisnu, cowok gentlemen dan baik hati. Tetapi Julie malah memarahi Wisnu, gara-gara Wisnu gak sengaja menyenggolnya yang disebabkan jalanan rusak. Tapi Wisnu tetap tenang, bahkan menawarkan roti pada JuLie. Tapi Julie malah mengangap Wisnu kurang ajar.

Sampai di terminal, Radit telah menungu Julie.Wisnu merasa menyesal tidak menanyakan nama Julie.

Bus telah berjalan, Julie yang tertidur akhirnya terbangun. Dia kaget, tidak mendapati Radit di sampingya. Julie tambah shock menyadari seluruh perhiasan dan uangya telah hilang. Julie menangis.

Untunglah di dalam bis situ, ada sepasang suami istri (Arvino dan Meta) yang membawa bayi, yang bersedia menolong Julie. Julie tak bisa menolak, sebab tak mungkin dia kembali ke desanya.

Bu Meta lantas menceritakan kisah cintanya dengan pak Arvino, yang tak direstui orang tua Arvino hanya karena Meta, gadis dari kalangan miskin. Julie kagum mendengar kisah itu.

Sementara itu, pak Prayogo -di rumahnya- sedang memandangi foto keluarga, dimana Arvino ada dalam foto tersebut. Prayogo menyesali kenapa Arvino menikah dengan Meta, gadis yang status keluarganya tidak se-level dengan keluarga mereka.

Pada saat yang sama, tiba-tiba bus yang ditumpangi Julie berguncang, dan tabrakan. Julie yang saat itu mengendong si Vino (bayi itu), segera melindungi sang bayi dengan badannya sendiri. Ternyata Meta mengalami luka parah, sangat kritis.

Sebelum meninggal, Meta masih sempat mencopot cincin kawinnya dan memasukan ke jari Julie. Dia berpesan agar Julie mencari kakek si Vino.

Julie sudah dibawa ke rumah sakit. Setelah memastikan si Vino dapat perawatan, Julie lantas mencari pak Arvino dan bu Meta. Dari seorang petugas, Julie dapat penjelasan, bahwa Arvino dan Meta sudah dibawa ke kamar mayat. Julie shock.

Ternyata pada saat itu, pak Prayogo dan keluarganya, sudah di kamar mayat, untuk mengenali jenazah Arvino, anaknya. Mereka sangat marah dan kesal sama istri Arvino, karena dianggap sebagai penyebab Arvino kabur dari rumah.

Di saat itulah Julie datang, langsung berteriak menangis memandagi mayat Arvino.

Bu Diana (ibu Arvino) melihat cicin di jari Julie. Diana mengira Julie adalah istri Arvino. Diana marah, menampar dan mengusir Julie tanpa memberi kesempatan Julie menjelaskan siapa sebenarnya dirinya. Situasinya membuat Julie kabur. Pada saat sampai di tangga menurun, kaki Julie terpeleset. Pada saat itu Milo (adik Arvino) sedang tergesa-gesa menuju kamar jenazah. Dan pas di tangga turun itu bertemu Julie, yg terpeleset. Secara Reflek Milo menahan Julie. Tak sengaja, tanganya memegang buah dada Julie. Julie marah-marah pada Milo. Milo kesal tapi tak meladeni, karena buru-buru cari jenazah Arvino. Akhirnya Julie pun merasa menyesal.

Sampai di kamar mayat, Milo mendapat informasi jika jenazah Arvino telah di bawa pulang. Milo pun bergegas pulang.

Di lain pihak Julie - yang berniat menyerahkan si bayi vino pada kakeknya yakni pak Prayoga, jadi kecewa, sebab keluarga Prayogo telah pulang membawa jenazah Arvino.

Akhirnya Juli menanyakan alamat keluarga itu, kepada petugas rumah sakit. Tapi karena tidak punya uang untuk ongkos, Julie berniat menjual cicin yang diberi oleh almarhum Meta. Tapi dia batalkan. Julie akhirnya pilih jalan kaki menuju rumah pak Prayogo.

Sementara, Diana (Ibu Arvino) masih dendam pada istri Arvino, yang dianggap sbg penyebab kematian Arvino. Tapi Milo berusaha menenangkan ibunya.

Sementara itu, Juli - yang mencari rumah Parayogo, tiba di depan toko bunga - secara tak sengaja, menabrak karangan bunga milik Milo, yang bertuliskan ucapan bela sungkawa utk almarhumn Arvino. Karangan bunga itu rusak. Tentu Milo sangat marah. Apalagi dia tahu biang keladinya adalah Julie, cewek yang sempat menuduhnya kurang ajar, karena peristiwa yang terjadi di tangga rumah sakit.

Pada pagi harinya, Juli berhasil sampai di rumah Prayogo. Namun ketika memastikan alamat tersebut, satpam malah mengusirnya. Dan saat itu, mobil Prayogo hampir menabrak Julie.

Mengenali wajah Julie, Diana langsung marah. Ibu almarhum Arvino itu segera keluar mobil untuk mencaci maki Julie.

Julie shock dan akhirnya bilang bahwa bayi yang digendongngya ini, adalah cucu mereka. Bu Diana dan pak Prayogo shock!!

Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 1 pada 23 Mei 2011 - Malay subtitle -

Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 1 Part 1

Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 1 Part 2

Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 2

Berbeda dengan Prayogo yang terkesan Gembira, Diana malah menuduh Julie, hendak menipu mereka dengan bayi tersebut. Julie menjadi kesal atas tuduhan itu dan menganggap Diana tega menginkari cucunya sendiri. Diana pun bertambah marah dan menampar Julie hingga pingsan. Dia lantas menyuruh Satpam mengeluarkan Julie. Tetapi Prayogo melarang dan menyuruh satpam membawanya masuk.

Sementara itu di pemakamam Arvino, sebuah mobil datang. Pintu terbuka dan turunlah seorang gadis cantik bernama Alya. Alya lantas mendekati Milo dengan sikap sok prihatin, mengucapkan bela sungkawanya. Mereka pun lantas berbincang. Milo mengutarakan keikhlasannya atas kepergian Alvino, namun dia juga menyesal karena tidak pernah bertemu dengan kakaknya, semenjak Arvino kabur untuk menikahi wanita pilihanya sendiri. Milo akhirnya berjanji akan membantu istri kakaknya itu, jika mereka bisa bertemu nanti. Akhirnya timbul niat di hati Milo untuk mencari istri kakaknya

Prayogo sedang mengendong Vino, ketika Julie siuman. Belum sempat julie menjelaskan semuanya, Diana dan Diandra datang. Diana langsung saja mengusir Julie, karena masih menyangka Julie berniat menipu mereka, Juli berusaha menjelaskan. Namun Diana dan Diandra tidak memberinya kesempatan. Diana langsung mengambil bayi yang digendong Prayogo dan menyerahkanya kepada Julie. Prayogo merasa keberatan, namun dia tak bisa apa apa ketika Diana menyuru satpam menggiring Julie keluar.

Saat keluar itu sebenarnya Julie berpapasan dengan mobil Milo yang baru datang, namun mereka tak saling mengetahui. Milo pun masuk kedalam. Sementara itu, satpam menjadi kasihan memperhatikan Julie yang berjalan sambil berusaha menutupi bayi dari terik matahari. Dia akhirnya menyusul Julie dan memberinya uang untuk membeli makanan.

Disisi lain Milo manjadi kaget ketika mendengar cerita kejadian tetang Julie tadi. Milo merasa kecewa dengan mamanya karena mengusir wanita tersebut, apalagi wanita itu membawa bayi yang masih keluarga mereka. Dia pun ingin membawa kembali anak Arvino. Prayogo sangat sependapat dengannya maka dia pun meminta Milo untuk mencarinya.

Sementara itu, Juliie sendiri yang sebenarnya ingin membeli nasi, akhirnya mengurungkan niatnya, sebab Vino menangis. Dia akhirnya menggunakan uang pemberian satpam tadi untuk membeli susu.

Milo sendiri saat itu sedang mencari Julie namun karena informasi yang di dapatkan dari satpam rumahnya keliru, maka dia tak bisa menemukan Julie. sedangkan Prayogo sendiri yang menunggu Milo, akhirnya tak bisa mengelak dan mengikuti istirnya, yang mengajaknya belanja untuk keperluan tahlilan bagi Arvino.

Merasa tak mungkin membawa Vino, akhirnya Julie berniat meningalkan Vino di depan rumah Prayogo. Julie lantas meletakan Vino di kardus, depan Rumah paryogo dan mengawasi dari kejauhan. Namun setelah lama menunggu dan tak ada yang keluar dari rumah Prayogo, akhirnya Julie merasa kasihan kepada Vino. Apa lagi saat itu hujan mulai turun. Julie pun mengambil kembali Vino. Dia berniat mencari keluarga Meta dan menyerahkan Vino pada mereka. Namun upaya pencarian itu tidak membawa hasil. Karena pihak rumah sakit yang dimintai informasi soal alamat Meta, tidak mengetahui sedikit pun soal Meeta

Sementra itu Ahmad dan Murni menjadi marah ketika mendapat informasi, bahwa Julie kabur dengan Radit, cucunya pak haji. Dengan murka Ahmad lantas melabrak pak haji. Namun Pak haji tidak mau disalahkan begitu saja. Maka keduanya terlibat adu mulut. Saat membentak pak haji itulah Ahmad merasakan dadanya sakit. Murni yang menemaninya segera menolong. Demikian juga dengan pak haji.

Ahmad pun harus dirawat dirumah sakit. Tetapi Ahmad tidak betah dan ingin segera mencari Julie ke Jakarta. Akhirnya Murni pun mencegahnya, dan menyarankan Ahmad mencari Julie nanti saja, jika sudah benar benar sembuh.

Sambil mengendong Vino, Julie berjalan tanpa tujuan. Saat sampai di sebuah taman, Julie mendengar suara teriakan minta tolong. Julie pun bergegas ke arah suara tersebut. Julie menjadi kaget ketika melihat seorang cowok sedang melakukan kekerasan pada cewek, di dalam mobil. Juli lantas melempar mobil itu dengan batu, sehingga alarm nya berbunyi. Saat sang cowok keluar memeriksa, Julie membebaskan wanita tersebut (Elsa). Tetapi tertangkap lagi. Julie pun memberikan perlawanan meskipun sambil menggendong Vino. Namun tak urung pelipisnya terluka. Beruntung saat itu satpam datang sehingga cowok tersebut kabur. Mereka lantas berkenalan. Julie mengenalkan dirinya dengan nama Mitha. Karena Julie tak punya tempat tinggal, Elsa mengajak tinggal di rumahnya. Ternyata Elsa tinggal bersama seorang Germo.

Mami (germo) rupanya ingin menjual Julie. Elsa yang mengetahui itu berusaha mencegahnya. Namun Mami tidak peduli. Dia mendatangi Julie dan berbohong akan memberi pekerjaan Julie sebagai model. Maka dia menyuruh Julie ke sebuah hotel untuk menemui seseorang yang bisa memberinya pekerjaan. Julie yang tidak mengerti niat licik Mami, menurut saja saat Mami mendandaninnya dan menyuruhnya pergi menemui seseorang di sebuah hotel.

Di sisi lain, Alya yang bekerja sebagai repoter mendapat informasi akan adanya pengerebekan di sebuah Hotel. Alya pun berangkat untuk meliputnya.

Julie sudah sampai di hotel yang dimaksud. Dia masih belum curiga ketika orang suruhan Mami mengantarnya masuk kamar hotel, menemui seseorang. Julie akhirnya menyadari jika dirinya akan dijual ketika sudah berada di kamar, dimana seorang lelaki paroh baya telah menunggunya. Juli pun marah. Di saat itulah polisi datang melakukan penggerebekan. Alya juga hadir meliput berita tersebut.

Keluarga Prayogo sangat terkejut melihat tayangan televisi yang menyiarkan berita pengerebekan Psk di sebuah hotel, dan wajah Julie terpampang di berita itu.

Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 2 pada 24 Mei 2011 - Malay subtitle -

Sambungan kisah sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 2 Part 1

Sambungan kisah sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 2 Part 2


Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 3

Prayogo shock dan sedih, sedangkan Diana dan Diandra makin senang. Mereka merasa dugaanya selama ini, - yang mengaggap Istri Arvino wanita murahan - adalah sangat benar.

Milo yang baru masuk ke ruangan itu menjadi heran. Akhirnya Diandra memberitahu soal berita telivisi yang menayangkan tertangkapnya Mitha (Julie) di sebuah hotel sebagai PSK. Milo tak percaya. Dia mengamati layar televisi yang sudah berganti gambar. Diana menjadi kesal lantas menyuruh Prayogo membenarkan kabar itu. Dengan kesal dan kecewa Prayogo membenarkan pernyataan Diana dan Diandra.

Sementara itu, di lokasi hotel nampak sangat ribut. Beberapa polisi berusaha menangkap wanita yang melarikan diri. Julie yang terlepas dari pengawasan polisi menjadi binggung. Sesaat kemudian dua orang PSK berhasil melarikan diri, mengajak Julie lari.

Julie melarikan diri dan bersembunyi. Dia menjadi kesal mengingat semuanya. apalagi kemudian teringat Vino. Julie berniat pergi ke rumah Mami untuk mengambil Vino.

Di lain pihak, Milo masih berusaha mempertahankan pendapatnya yang tak percaya jika Mitha (Julie) adalah PSK. Dia ber­_argumentasi, bahwa mungkin Mitha (Julie) kekurangan uang dan terpaksa menginap di hotel murah, saat terjadi pengerebekan itu.

Diana kesal dengan pendapat Milo. Sedangkan Prayogo mendukung pendapat Milo. Akhirnya Milo berinisiatif menghubungi Alya untuk konfirmasi berita tersebut. Diana dan Diandra pun semakin sebal.

Sementara itu di rumah sakit tempat Ahmad di rawat, Murni terlihat sedih menangisi kepergian Julie. Sedangkan Ahmad sendiri terkesan menyesal telah memperlakukan Julie dengan keras. Ahmad pun berniat meminta bantuan Yoga untuk menyusul Julie di Jakarta. Namun ketika dia mengetahui Murni sudah memiliki alamat Radit, yang di perolehnya dari pak Haji, maka Ahmad serentak bangkit dari sakitnya, bergegas hendak pergi ke Jakarta saat itu juga.

Di saat yang sama, Milo - (yang telah berhasil mendapat informasi dari Alya tentang kantor polisi tempat menahan PSK -yang terjaring di motel tadi) - berniat mencari Mitha (Julie ) ke kantor polisi tersebut. Prayogo mengikutinya. Diana dan Diandra heran dan kesal

Juli sendiri saat itu sedang jalan kaki menuju rumah Mami untuk mengambil kembali Vino dari rumah itu.

Di saat yang sama, Dika orang suruhan Mami yang menjemput Julie di hotel tadi, telah berada di rumah Mami. Dia mengadukan sikap penolakan Julie, hingga sampai ditangkap polisi. Dika bahkan menceritakan uang yang diminta kembali oleh pelanggan mereka. Mami pun jengkel pada Julie. Dia lantas memberi uang Dika. Dika tersenyum licik. Dia juga memprovokasi Mami agar mengusir Julie.

Saat Dika akan pulang, Julie sudah sampai di tempat Mami. Dika pun menjadi pucat, takut dimarahi Julie.

Sedangkan Julie sendiri langsung marah kepada Mami yang berniat menjualnya, namun Mami lebih marah kepada Juli. Dia segera mendorong Juli keluar dan mengunci pintu. Julie lantas teringat Vino. Diapun mengedor ngedor pintu meminta mami mengembalikan Vino padanya.

Mami lantas membuka gorden dan berbicara kepada Julie. Dia meminta Julie menebus Vino, jika menginginkannya. Julie kaget, dia mengancam akan lapor polisi. Tetapi Mami tidak takut, sebab dia yakin Julie tidak akan berani lapor, karena Julie adalah orang yang bermasalah dan sedang kabur. Julie pun semakin tak berdaya. Apalagi kemudian, Mami meminta uang tebusan sebesar lima juta.

Julie akhirnya menyelinap, menuju jendela kamar Elsa. Kepada Elsa, dia minta bantuan untuk mengambil Vino. Namun Elsa tak berani, sebab Vino tidur di kamar Mami. Aklhrinya Elsa membantu Julie dengan memberi uang dan menyuruhnya menemui Hendra (menajer motel tempatnya ditangkap) untuk minta bantuan. Julie pun menerima uang tersebut dan bergegas mencari Hendra.

Sementara itu, Milo dan Prayogo yang sudah sampai di kantor POLISI akhirnya kecewa, karena tidak menemukan Mitha (Julie). Milo lantas menganjurkan papanya pulang istirahat, sementara dirinya akan mencari Mitha (JuLie). Prayogo pun menolak. Dia ingi ikut mencari Mitha (JulIe).

Milo menelpon Alya dan meminta alamat hotel tempat MIitha (Julie) ditangkap. Alya segera memberi alamat tersebut. Tetapi dia heran ada apa sebenarnya dengan Milo.

Maka Alya pun menelpon Diandra dan minta penjelasan. Diandra menceritakan semuanya sambil menjelek jelekan Mitha (Julie). Dia juga berpesan agar Alya tidak memberikan info apapun tentang Mitha (Julie), kepada Milo.

Di pihak lain, Ahmad dan Murrni -yang sudah sampai di rumah Radit - akhirnya kecewa karena tetangga Radit memberitahunya jika Radit sudah pindah akibat dikejar hutang. Ahmnad lantas mengajak Murni ke rumah Prayogo.

Prayogo menyambut kedatangan Ahmad dan Murni dengan hangat. Mereka pun berbincang. Prayogo menceritakan soal MIilo yang masih berusaha mencari istri kakaknya yang baru meninggal.

Julie akhirnya sampai di rumah Hendra. Namun karena semua terkunci maka Julie pun menunggu di teras. Saat itu Milo datang. Milo akhirnya teringat pertemuanya dengan Julie. Milo mengira Julie simpanan Hendra. Julie pun kesal. Dia lantas mengaku teman baik Hendra dan mengusir Milo. Milo pun pergi dengan kesal, apalagi dia tidak menjumpai angkutan dan Hp nya juga hilang.

Tak berselang lama, beberapa preman mencegat Milo, berniat merampoknya. Milo pun berteriak minta tolong. Julie yang mendegar teriakan tersebut, bergegas mengambil kayu dan memukul preman.

Namun kawanan preman itu berhasil melukai Milo. Mereka lantas lari meninggalkan Milo yang setengah pingsan. Julie pun membantu Milo dan membawanya ke teras Hendra. Dia lantas merawat luka luka Milo.

Akhirnya keduanya pun tertidur di teras itu. Tengah malam Julie mengingau menyebut nyebut nama Mitha.

Milo yang terbangun, menjadi terkejut mengira Julie adalah Mitha

Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 4

Milo kaget mendengar Mitha (Julie), menyebut nama Arvino dalam ingauanya. Milo merasa wanita di sampingnya itu adalah istri Arvino. Namun dia masih ingin memastikan, maka dia berusaha melihat jemari Mitha (Julie) untuk memastikan apakah mengenakan cincin kawin atau tidak.

Namun begitu hampir melihat jemarinya, Mitha (Julie) malah membalikan badannya. Milo akhirnya berusaha mendekat. Namun dia mengurungkan niatnya, karena khawatir disangka pelecehan.

Sementara itu di rumah Prayogo, Diana kesal karena tidak berhasil menghubungi Milo. Prayogo berusaha menenangkan Diana, karena saat itu ada Ahmad dan Murni, tamunya. Tetapi Diana tak peduli, terus nyerocos menumpahkan kekesalanya atas Mitha (Julie).

Akhirnya Ahmad pun menanyakan ada apa sebenarnya? Prayogo pun menceritakan soal Anaknya yang bernama almarhum Arvino yang mengalami kecelakaan hingga wafat, meninggalkan anak dan istrinya. Sekarang Milo sedang mencari istri Alvino tersebut, karena ketika istri Arvino datang tadi, Diana mengusirnya.

Murni pun akhirnya menasehati Diana, agar legowo menerima cucunya. Namun Diana malah membalasnya dengan ketus. Prayogo pun memarahi Diana.

Sementara itu Julie yang tertidur di teras rumah Hendra, akhirnya terbangun dan terkejut karena tiba tiba teringat Vino. Julie menangis.

Milo yang ingin tahu siapa Julie, akhirnya menyakan siapa Arvino yang disebut Julie dalam mimpi tadi. Dia lantas menanyakan di mana anak Mitha. Juli lupa kalau dia sedang melakoni Mitha, sehinga dia menggeleng mengisyaratkan tak punya anak. Milo kaget dan minta penjelasan Julie, soal anak dan Arvino.

Julie akhirnya mengatakan dia pergi dari rumah karena di paksa sekolah di kedokteran. sejenak Milo merasa kasihan karena ada kesamaan, mengalami pemaksaan orang tua. Karena Milo banyak bertanya, Juli curiga. Ia menganggap Milo, sama seperti Dika anak buah mami, yang mengenal Hendra. Milo kesal, lantas meninggalkan Julie.

Usai sholat subuh, Murni mengajak Ahmad untuk pamit, karena merasa menganggu keluarga Prayogo. Ahmad sebenarnya setuju, hanya saja dia ingin menunggu Milo, setelah itu mereka akan mencari Julie. Diana yang mendengar percakapan itu, akhirnya tahu jika gadis yang akan dijodohkan dengan Milo ternyata kabur.

Diana menganggap rendah gadis seperti itu. Sehingga ketika mereka berkumpul, Diana menanyakan keberadaan Julie. Murni menutupinya dengan mengatakan Julie masih di kampung. Diana bete. Dia ingi menyeleksi calon menantunya, sebab berharap dapat menantu yang selevel dengannya. Ahmad dan Murni tersinggung. Prayogo pun menegur Diana.

Sementra itu Juli yang masih menunggu kedatangan Hendra akhirnya menanyakannya kepada tetangga. Tetanga itu lantas mengatakan bahwa Hendra biasanya pergi selama seminggu, karena hotelnya digerebek polisi. Julie pun putus asa. Dia tidak tahu lagi hendak kemana mencari pertolongan untuk menebus Vino. Juli akhirnya pergi.

Di saat yang sama Milo yang sedang menunggu angkutan di pingir jalan, meilhat Julie yang berjalan dengan putus asa. Milo mendapat ide. ketika Julie naik bus, Milo pun mengikutinya dengan taksi

Milo segera membuntuti Julie yang menuju rumah Mami. Dia bertanya pada tetangga Mami, tentang penghuni rumah tersebut. Dari penjelasan tetangga Mami itulah, akhirnya Milo yakin, jika Julie bukan Mitha, istri Arvino.

Di sisi lain, Julie yang sudah sampai di rumah Mami, meminta mempertemukannya dengan Vino. Tetapi karena Julie tidak punya uang tebusan, Mami hanya membolehkan Julie melihat Vino dari balik jendela. Setelah itu dia mengusir Julie. Tapi Elsa diam diam menolong Julie. Elsa meminta maaf dan memberikan uang pada Julie.

Sementara Murni yang merasa tidak enak dengan sikap Diana, akhirnya mengajak Ahmad untuk pamit pulang. Tetapi Ahmad malah mengajaknya pergi secara diam diam, sebab dia khawatir, jika pamit, Prayogo tak mengijinkanya.

Maka mereka pun pergi secara diam diam. Namun saat akan pergi, Alya datang. Alya pun menuduh Ahmad maling. Alya berteriak memanggil satpam.

Prayogo yang mendegar keributan itu akhirnya keluar lantas memarahi Alya. Prayogo juga menyalahkan Diana, karena mengakibatkan tamunya tidak betah.

Di saat itu Milo datang. Diana menjadi terkejut melihat luka Milo. Milo menceritakan perampokan yang dialaminya, dimana dia akhirnya ditolong seorang gadis. Setelah itu Miilo pun menyatakan kesiapanya kerja di kantor papanya, karena Arvino telah tiada.

Prayogo pun menjadi senang. Ahmad yang ikut mendegar, menilai Milo adalah lelaki yang baik. Ketika semuanya masuk, Ahmad dan murni pergi.

Julie berusaha melamar kerjaan di sebuah butik. Namun pemilik butik yang bernama bu Tutik itu, malah menyarankan agar Julie melamar ke sebuah perusahaan designer terkemuka. Dia memberi alamat perusahaan itu kepada Julie.

Juli segera melamar di perusahaan itu. Setelah melalui seleksi yang ketat, Julie diterma. Ternyata pemilik perusahaan itu adalah Prayogo, ayah Milo. Akhirnya Julie pun menjadi anak buah Milo.

Julie yang teringat kepada Vino, lantas berusaha meminjam uang kepada perusahaan. Namun karena dia karyawan baru, maka Milo dengan tegas menolaknya. Apa lagi Milo tidak tahu jika uang itu akan digunakan Julie untuk menebus Vino. Saat itu Alya datang, mengajak Milo makan siang. Tetapi Milo menolaknya. Saat Alya melihat Julie, Alya khawatir, Julie akan merebut Milo..

Malam hari ketika di kantor, Alya berniat membuat laporan Breaking News Razia polisi di hotel. Alya memutar rekaman pengerebegan itu.

Dari situlah Alya melihat wajah Julie yang terekam kamera saat terjadi Razia. Alya akhirnya berniat memberitahu Milo jika Julie adalah psk.

Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 6

Julie saat itu ada di kantornya, cemas memikirkan Vino yang berada di tangan Mami. Julie yang merasa tidak bisa meminjam uang di perusahaan akhirnya berniat menemui Mami dan minta pengertiannya.

Di saat yang sama Milo juga datang, masuk menuju Resepisonis. Namun karena sibuk menerima berkas dari Resepsionis, maka Milo tak melihat Julie. Demikian juga dengan Julie.

Saat Milo beranjak menuju ruanganya, barulah Milo melihat Julie yang berjalan sambil menangis. Milo heran kenapa Julie manangis. Dia mulai berfikir jika Julie benar-benar membutuhkan bantuan.

Saat itu, hp ny berdering. Ternyata Alya menghubunginya. Milo segera menolak, ketika Alya mengajaknya makan malam bersama. Tetapi Alya tidak putus asa. Dia janji akan beri informasi tetang Razia di hotel, jika Milo mau makan malam bersamanya. Milo akhirnya bersedia.

Sementara itu di rumah Milo, Prayogo sedang santap malam bersama Diana dan Diandra. Keduanya shock ketika Prayogo mengatakan akan membagi saham perusahaanya kepada Milo dan Vino, cucunya. Karena tidak suka pada Mitha (istri Arvino) Diana tidak setuju jika Vino dapat saham. Prayogo marah. Dia mengatakan Vino adalah cucunya, yang berhak dapat warisan. Setelah itu Prayogo meninggalkan mereka.

Diana dan Diandara pun berniat menyingkirkan Mitha, meski mereka tidak tahu siapa Mitha sebenarnya karena selama ini mereka menganggap Mitha adalah Julie.

Di lain pihak, Julie sudah sampai di rumah Mami. Saat bertemu Elsa, Julie menceritakan, kalau dirinya sudah kerja, namun belum dapat uang untuk menebus Vino. Pada saat itu Mami keluar akan pergi. Julie segera bersembunyi. Setelah Mami berangkat. Barulah Julie keluar dan mengikuti Elsa masuk utk melihat Vino. Julie sangat senang bertemu Vino.

Sebelum berangkat menemui Alya. Milo sempat menitipkan uang pada Satpam agar diberikan pada Julie. Dia melakukan itu, karena merasa kasihan terhadap Julie. Milo pesan agar satpam itu tidak memberitahu karyawan Lain.

Saat makan malam di restoran bersama Alya, Milo menceritakan tentang Julie, yang menolongnya, saat dirampok. Julie, sekarang kerja dikantornya. Alya merasa mendapat saingan baru untuk merebut simpati Milo.

Milo pergi ketoilet dan meninggalkan HP Nya.. Bertepatan dengan itu satpam menelponnya. Alya segera mengangkat telpon tersebut. Semula satpam tidak mau mengatakan maksudnya. Namun Alya berhasil meyakinkan Satpam, bahwa dia akan menyampaikan semuanya kepada Milo, Satpam lantas mengatakan, bahwa dirinya tak bisa memberikan uang titipan Milo kepada Julie, karena akan pulang. Sebab istrinya melahirkan. Alya pun memanfatkan kesempatan itu. Dia menyuruh satpam meletakan amplop uang itu di meja Milo.

Sementara itu Julie dan Elsa, menjadi gugup ketika Dika datang. Julie bersembunyi. Dika saat itu sedang mabuk, sempoyongan, menimpa Elsa. Elsa mendorongnya. Rupanya Dika marah dan memukuli Elsa. Keributan itu membuat Vino menangis. Dika terkejut dan kesal mendengar suara tangis bayi. Dengan kasar dia mengambil Vino.

Julie yang melihat dari persembunyianya berteriak mencegah. Namun terikan Julie mengagetkan Dika, sehinga melepaskan Vino. Vino terjatuh dan menangis.

Julie marah dan menyerang Dika, membabi buta. Di saat itulah Mami datang. Julie akhirnya menjelaskan bahwa Dika telah menjatuhkan Vino. Mami marah pada Dika. Sebab, dia tidak mau tambang emasnya terganggu. Akhirnya Mami menyuruh Dika pergi. Setelah itu, Mami juga memaksa Julie keluar, karena Julie tidak membawa uang tebusan. Mami mengacam akan menggandakan tebusanya jika Julie tidak segera menebusnya, sampai malam ini..

Julie cemas, bingung tak tahu harus minta bantuan siapa. Akhirnya Julie kembali ke kantornya.

Karena tak sabar menuggu Lift, Juli akhirnya lewat tangga. Sehingga tidak bertemu satpam yang dititipi uang.

Juli menelpon Elsa, untuk meminta nomor telpon Hendra. Setelah itu dia menelpon Hendra. Maskudnya mau minta alamat seseorang yang dicari Milo, julie tidak tahu orang yang di maksud Milo itu sebenarnya adalah diirinya sendiri. Tapi saat tersambung, Hendra tidak mau memberi informasi soal itu.

Julie bingung, terbersit dalam pikiranya untuk membohongi Milo. Maka Julie menelpon Milo dan mengjaknya bertemu.. Akhirnya Milo pamit pada Alya.. Alya cemburu dan menelpon Diandra memberitahu semuanya.

Ketika bertemu, Julie terpaksa berbohong kepada Milo, dengan mengatakan bahwa Hendra punya informasi soal orang yang dicari Milo. Julie mengatakan, Hendra minta uang Lima juta untuk informasinya.

Milo ragu dan bermaksud menemui Hendra sendiri. Julie cemas, dan mengatakan Hendra tak mau ditemui Milo, karena takut dijebak. Akhirnya Milo memberi Julie uang, sebesar sepuluh juta, dimana separonya diperuntukan bagi keperluan Julie. Milo menyuruh Julie mendapatkan informasi dari Hendra.

Julie kaget merasa menyesal telah berbohong kepada Milo. Tapi Julie segera ke rumah Mami. Semula Mami berusaha mengusirnya. Namun begitu tahu Julie membawa uang tebusan, Mami menyuruh Elsa memberikan Vino. Tetapi ternyata badan Vino panas dan beberapa bagian tubuhnya kebiru biruan.

Dengan panik Juli mencari angkutan untuk ke rumah sakit, namun tidak mendapatkanya. Di saat itu tiba tiba seorang lelaki menawarkan jasanya mengantar ke rumah sakit. Julie terkejut karena lelaki itu adalah Wisnu. Julie terharu atas kebaikan Wisnu.

Sementara Ahmad dan Murni berada di kantor polisi. Mereka lapor dengan harapan dapat menemukan Julie. Saat itu, Alya datang. Alya menanyakan alasan mereka di situ. Ahmad berbohong bahwa kedatangan mereka adalah untuk mengurus persoalan tanah.

Alya tidak tertarik. Alya mewawancarai polisi tentang penggerebekan di Hotel, malam kemarin. Tanpa sengaja polisi menjatuhkan file laporan Akhmad dan Murni, atas keponakan mereka yang hilang.

Alya melihat Foto Julie dari laporan itu. Alya lantas bertanya seputar masalah tersebut.

Dari informasi polisi, akhirnya Alya tahu bahwa gadis hilang - yang akan dijodohkan dengan Milo itu - ternyata adalah Julie. Alya shock.

Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 7

Juli terkejut, melihat Murni sedang menunggui Ahmad. Dia merasa bersalah menjadi penyebab semua itu. Ketika Murni keluar menemui Dokter, Juli menyelinap menumpahkan kesedihannya.

Sementara itu Milo yang juga belum mendapat kabar soal Juli, akhirnya menemui manajer hotel dan menanyakan soal Mitha, yang pernah menginap di hotel itu. Manajer hanya mengatakan pernah mendapat telpon seorang wanita, yang menanyakan hal yang sama .

Milo Kaget. Dia akhirnya percaya bahwa yang dikatakan Diandara kalo Julie seorang penipu, adalah benar. Milo tidak sadar jika Alya mengikutinya.

Di lain pihak Juli dan Wisnu sedang mencari rumah kontrakan. Wisnu menunjukan sebuah rumah paviliun, Julie menolak karena merasa tidak mampu membayar biaya kontrakannya. Wisnu mengatakan Julie bisa membayar setelah gajian. Julie akhirnya tahu kalo rumah itu milik keluarga Wisnu.

Sementara itu, Milo baru sampai di kantor, akhirnya ketemu Laras. Laras kemudian memberitahu kalo Julie sudah minta izin, tidak masuk.

Diana yang tidak setuju Prayogo memasukan Vino dalam surat wasiat, pergi ke kantor, menemui Diandra. Diandara mendukung mamanya. Tapi Milo mendukung papanya. Dia setuju papanya memasukan Vino dalam daftar ahli waris keluarga. Diana kecewa sama Milo.

Di lain pihak Alya yang sudah pulang, akhirnya senang karena paviliun sudah ada yang mengontrak lagi. Namun dia terkejut karena yang mengontrak paviliun itu adalah Julie.

Alya pun heran karena Juli ternyata adalah Mita. Alya shok dan juga heran kenapa Mitha malah mengaku pada Milo, bernama Julie. Tak sengaja kakinya menyenggol pot hingga jatuh. Julie masih tidak menyadari kehadiaran Alya, dan melanjutkan percakapanya dengan bik Supi.

Alya yang masih shock menjadi semakin terkejut ketika Wisnu datang. Dia lantas mengorek keterangan tentang siapa yang menyewa paviliun rumah mereka. Wisnu menceritkan soal Mitha (Julie) mulai dari pertemuan mereka di Ciamis, hingga soal suaminya yang meninggal akibat kecelakaan bus.

Alya semakin yakin Julie adalah Mitha, istri Arvino, yang tak lain kakak Milo.

Diana dan Diandra di sebuah café Shop. Diana, menumpahkan uneg unegnya pada Diandra. Dia kesal karena Prayogo memasukan Vino sebagai ahli waris. Hal itu dianggapnya mengurangi warisan yang bakal diterima anak anaknya. Diandra tidak bisa berbuat apa apa. Dia menanyakan, "apakah hal itu akan membuat mamanya meninggalkan Prayogo?." Diana mengatakan bahwa dia tidak akan pergi, tapi akan berusaha mendapatkan semua warisan tersebut, untuk mereka.

Milo pulang, dia merasa sedih karena tidak ada orang. Namu ketika melewati kamar papanya, dia melihat papanya berbaring. Milo mengira papanya sakit, lantas mengajaknya ke Dokter. Namun Prayogo menolak, dan menceritkan penolakan Diana atas kasus surat wasiat yang memasukan Vino, sebagai Ahli waris. Pryogo bilang bahwa dirinya tidak membeda-bedakan mereka, meski Arvino anaknya dari istri pertama.

Milo memahami, dia lantas menelpon mamanya, memberitahu kalau papanya sakit, akibat memikirkan sikap mamanya. Namun Diana yang sedang dalam perjalanan tidak percaya.

Julie yang baru pulang dan menggendong Vino, jadi terkejut dan heran ketika Wisnu datang membawa oleh oleh. Juli sangat berterimakasih, dan ingin membalasnya. Dia lantas menitipkan Vino pada Wisnu dan keluar untuk membeli martabak.

Saat Julie keluar, Diana dan Diandara datang. Diandra menemui Alya dengan maksud minta ijin ibunya tinggal di rumah Alya, karena sedang bermasalah dengan papanya.

Sementara itu, Juli yang sedang membeli martabak, akhirnya teringat pada Ahmad, karena tukang Martabak bercerita tentang orang yang tiba tiba terkena serangan jantung.

Julie lantas menelpon rumah sakit dan menanyakan keadaan Ahmad. Julie lega karena pihak rumah sakit memberitahu, Ahmad sudah membaik. Pihak rumah sakit lantas memberitahu Murni, namun tidak tahu siapa yang menelpon. Murni mengira yang menelpon adalah Julie. Sedangkan Juli yang sudah sampai di depan rumah, tidak menyadari kalau dirinya diikuti Dika. Dika berniat mencari tahu dengan siapa Julie tinggal. Dia ingin suatu saat memanfaatkannya.

Milo masih bingung bagaimana mengakurkan kembali kedua orang tuanya. Dia merasa satu satunya jalan adalah menemukan Mitha untuk memastikan bahwa Vino benar benar keponakannya. Namun dia tidak tahu harus mulai dari mana. Sebab satu-satunya orang yang bisa memberi informasi soal Mitha adalah Julie.

Milo lantas menelpon Alya dalam upayanya mencari Mitha. Tapi alya yang memang tidak ingin memberikan informasi itu pada Wisnu, mengalihkan persoalan, apa lagi saat itu Diana ada di sana. Dia lantas menutup telpon. Milo heran.

Alya lantas menghampiri Diandra dan mengatakan kalau Mitha sekarang sedang mengontrak paviliun rumahnya. Alya juga mengatakan keheranannya kenapa Mitha mengaku sebagai Julie pada Milo. Sehinga Milo tidak tahu bahwa Julie adalah Mitha yag dicarinya.

Diandara shock, lantas meminta Alya merahasiakan hal itu dari Milo. Alya setuju. Alya juga mengira, Mitha sengaja menyamar sebagai Julie untuk mencari simpati Milo, agar bisa masuk dalam keluarga Prayogo. Mereka sepakat, dan merahasiakan hal itu dari siapapun termasuk dari Diana.

Milo sudah menuggu kedatangan Diandra. Milo menegur Diandra karena tidak memaksa mamanya pulang. Diandra tidak mau disalahkan, keduanya adu mulut.

Sampai akhirnya Milo menanyakan, "apakah Diandara tidak sayang sama Arvino sehingga ikut mendukung mamanya?" tidak menerima Anak Arvino yaitu Vino dalam keluarga mereka?.

Diandra tesentak kaget, sebab sebetulnya dia sangat mencintai kakak tirinya itu. Diandra lalu meniggalkan Milo, masuk kamarnya.

Diandra menumpahkan ke kecewaanya karena Arvino lebih memilih Mitha dari pada dirinya. Diandra akhirnya menyangkal kenyataan kalau Vino adalah anak Arvino.

Julie sedang belanja ketika Dika datang. Dika memeras Julie, dengan ancaman akan memberitahu Wisnu bahwa Vino adalah bayi yang diculik Julie. Julie kesal. Tiba tiba Vino merebut dompet Julie. Saat itu Milo yang akan menjemput Diana, melihatnya. Milo mengira Wisnu itu pacar Julie.

Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 8

Saat Dika pergi, Milo menghampiri Julie. Dia marah menuduh Julie menipu dan memberikan uang pemberiannya pada pacarnya. Julie berusaha menjelaskan. Namun Milo tidak mau menerima dan bergegas pergi, lupa kalau dia akan menjemput mamanya..

Diana yang sedang menunggu Milo shock melihat Julie. Julie sendiri tidak ingin Diana mengetahui tempat tinggalnya, akhirnya mengatakan bahwa dia tinggal di kampung belakang. Diana yang masih menganggap Julie adalah Mitha istri Arvino, memarahinya.

Julie berusaha menjelaskan, kalau dia hanya mengembalikan vino pada keluraga Arvino. Namun Diana malah mengira Mitha (Julie) hanya ingin mencari uang dari situ. Dia lantas memberikan selembar cek pada Julie. Juli kembali menjelaskan bahwa dirinya hanya ingin menyerahkan Vino. Namun Diana tidak percaya dan mengusirnya. Julie pun menjauh. Dan Milo kembali menjemput Diana

Di sisi lain Juli sangat sedih atas kejadian yang baru dialaminya. Saat teingat Dika, Juli jadi cemas. Dia tidak ingin Dika jadi ancaman bagi keselamatan Wsinu. Hal itu membuat Julie pergi demi keselamatan Wisnu.

Wisnu yang akhirnya mengetahui Julie telah pergi, bertanya pada Bik supi dan pada Alya, kakaknya. Alyas sendiri lantas menelpon Diandra dan memberitahu kaburnya Julie.

Ketika Milo dan Diana pulang Diandra langsung mengajak mamanya bicara berdua. Diandra menyesalkan tindakan mamanya, yang membuat Mitha (Julie) kabur. Hal itu telah menggagalkan rencananya semula, yang akan menjebak Mitha (Julie). Diana pun menyesal.

Julie mengendap-endap masuk rumah Prayogo, tapi kepergok satpam. Akhirnya Julie menghiba agar diizinkan menemui Prayogo, sebab niatnya hanya untuk menyerahkan Vino. Satpam jadi iba dan membiarkan Julie masuk

Sementra itu, Wisnu sedang mencari cari Julie di jalanan. Sedangkan Alya ke rumah Milo, untuk menemui Diandra.

Julie mencari cari kamar Prayogo namun Diandra memergokinya. Juli menjelaskan. Tapi Diandra tidak terima dan mau memukul Julie, karena khawatir mengenai Vino, maka Julie mendorong Diandra, hingga jatuh dan berdarah.

Saat itu Alya masuk dan teriak.

Pak Prayogo yang sedang di kamar mendengar dan keluar.

Alya memainkan siasatnya. Dia menakut nakuti Julie, mengatakan bahwa prayogo bisa kena serangan Jantung, jika tahu hal itu. Akhirnya Julie menurut dan mengikuti Alya membawa Diandra masuk mobil untuk ke rumah sakit. Satpam heran. Alya menyuruh satpan merahasiakan kedatangan Julie. Sesaat ketika mereka berangkat. Parayogo keluar, sempoyongan. Dia lantas bertanya pada satpam, siapa yang datang. Satpam pun mengatakan tidak ada yang datang.

Alya dan Juli sampai dirumah sakit. Julie berusaha menjelaskan bahwa dia hanya ingin menyerahkan Vino pada Keluarga Prayogo. Alya mengatakan,"belum tentu Vino di perlakukan baik oleh mereka." Alya juga menakut nakuti, bahwa Julie bisa di penjara. Julie pun ketakutan. Alya menggunakan kesempatan itu. Dia mengatakan, "mau membantu Juli asal Julie menuruti perintahnya. Julie pun tidak punya pilihan lain.

Diana menerima telpon dari Alya yang mengabarkan bahwa Diandra ada di rumah sakit. Prayogo yang mendengar sekilas, bertanya, "siapa yang masuk rumah sakit?" Diana menutupi.

Sementara itu Wisnu yang baru datang mencari Julie, akhirnya tambah binggung karena bik supi juga belum menemukan Julie. Saat Wisnu masuk, Dika muncul. Niatnya, mencari Julie, tapi tidak ketemu. Dika pun berniat mencarinya, dimanapun berada.

Diana sampai dirumah sakit. Dia marah, memukuli Juli, tanpa mengindahkan Julie yang berusaha memberi penjelasan. Alya akhirnya melerai dan mengajak mereka menengok Diandra. Saat mereka masuk ruang perawatan Diandra. Ahmad dan Murni lewat, mereka sudah sehat dan mau pulang kampung. Sampai di depan Rumah sakit. Ahmad mengutarakan niatnya pada Murni, untuk menjual semua miliknya di kampung dan pindah ke Jakarta. Murni Shock.

Melihat kondisi Diandra yang Kritis, Diana ingin memanggil Milo, untuk itu dia meminta Alya membawa Julie pergi, agar tidak ketemu Milo. Alya pun membawa Julie ke apartemenya. Alya lantas melarang Julie pergi. Juli menuruti perintah Alya. Sementara Alya sendiri memikirkan cara menyingkirkan Julie.

Milo yang sudah sampai di rumah sakit menjadi terkejut melihat kondisi Diandra. Dia menanyakan pada mamanya apa yang terjadi. Diana sengaja menutupi hal itu dan mengatakan tidak tahu. Dia juga meminta Milo tidak bercerita pada papanya.

Sementara itu Wisnu mencari-cari sesuatu di paviliun tempat Julie pernah tinggal. Dia lantas menemukan sebuah kartu dan perusahaan Milo.

Wisnu ke kantor Milo dan menanyakan perihal Mitha. Namun karena Wisnu menanyakan nama Mitha, maka tidak ada yang kenal. Nila yang tertarik pada Wisnu lantas meminta wisnu mengambarkan ciri-cirinya. Dari Ciri ciri itulah, Nila pun mengatakan, ada gadis dengan ciri-ciri tersebut, tapi namanya adalah Julie. Wisnu pun bertanya tanya, apakah Juli itu, Mitha?

Milo menemui Dokter. Dokter menjelaskan bahwa Diandra tidak mengalami trauma serius. Hanya saja Dokter menemukan tanda yang mengindikasikan fungsi ginjal Diandra terganggu. Milo Shock. Milo lantas menemui Diandara dan mengajak Diana. Kepada Diana dia mengatakan, Diandra mengalami ganguan fungsi Ginjal. Mendengar itu, Diana histeris, menelpon Alya, maunya menyuruh Alya membunuh Julie. Tapi Milo merebut hp nya dan menenangkannya.

Alya tidak mau memenuhi permintaan MIlo yang akan meminjam cd rekaman pengerebekan, saat Mitha (Julie) dijebak di hotel. Sebab dia tidak ingin Milo bertemu Julie (Mitha). Saat menerima telpon itu, Julie diam diam pergi.

Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 9

Alya kesal karena Julie pergi secara diam-diam. Ternyata Julie pergi ke rumah sakit, saat akan menghampiri Diandra. Milo memergokinya. Milo marah dan menganggap Julie penipu. Julie menjelaskan, kalo dia tidak menipu dan memohon Milo memberinya pekerjaan lagi, namun Milo menolak. Saat itu Vino menangis, Julie akhirnya menenangkan Vino. Milo terpana melihat bayi yang mirip dengan Arvino kakaknya. Juli lantas menitipkan bayi itu.Juli pura pura mau ke toilet.

Namun saat sampai di sisi lain ruangan, Alya menghadangnya. Alya mengintimidasi agar Julie mengambil Vino dari Milo dan kembali ke apartemen lagi. kalo tidak mau Alya akan melaporkan Julie.. Juli takut, menuruti perintah Alya. sedangkan Alya, dia lantas menelpon seorang preman dan memerintahkan melakukan sesuatu terhadap Julie. Ternyata preman itu kawan Dika.

Pusing memikirkan Julie, Wisnu memutar CD dikamar Alya. Tak sengaja dia memutar rekamam penggerebekan. Wisnu jadi kaget ketika melihat tayangan Mitha yang sedang berada di hotel itu. Wisnu lantas menemui manajer hotel. Dari manejer hotel itu, Wisnu akhirnya tahu kalau Mitha, ditipu dan dijual oleh Dika.

Di sisi lain Milo sebenarnya ingin pergi ke rumah Arvino di Bandung untuk menyelidik. namun Diana melarangnya, Diana dan Diandra bersandiwara semakin kritis, hingga akhirnya Milo tidak jadi pergi. Tapi tak lama kemudian Diandara benar benar kritis dan membutuhkan tranfusi darah. Dokter membutuhkan darah dari keluarga Diandra

Alya mengijinkan Julie pulang. tujuannya adalah, agar preman suruhanya bisa segera menabraknya. Julie yang tidak tahu maksud Alya, tentu saja berterimakasih. Julie pun pergi,

Preman sudah menunggunya dengan sebuah motor. Saat Julie menyeberang, preman langsung tancap gas ke arah Julie. Tapi saat mendekat, tiba tiba preman membelokkan Motornya. Julie kaget, tapi selamat. ternyata preman itu tidak tega menabrak Julie, karena kasihan dengan bayi yang di gendong Julie. Rencana Alya pun gagal

Julie pergi ke kampung Mitha, namun rumah Mitha sudah hangus terbakar. Julie juga tidak bisa mencari keluarga Mhita yang lain. Akhirnya Juli berniat kembali ke Jakarta. Dia lantas menelpon Alya. Alya senang dan menyuruh Julie datang ke apartemennya.

ketika Julie datang, Alya mengambil Vino dan menyuruh Julie pergi ke rumah sakit. Alasannya, di tunggu Diandra. Julie heran, tapi menurut saja. Saat Julie berangkat itulah Alya menghubungi preman. Preman yang tak lain adalah Dika, akhirnya berhasil menabrak Julie.

Alya yang mengira Julie telah meninggal akhirnya kaget saat melihat Julie tengah di dorong brangkar rumah sakit dalam keadaan hidup, meski luka luka.

Alya panik mengetahui Julie masih hidup. dia khawatir tindakanya menyuruh orang mencelakai Julie, terbongkar. Saat itu Milo datang. Alyapun tambah cemas. Sehinga ketika seorang polisi datang menanyakan kcelakaan yang menipa Julie. Alya mengaku tidak kenal dengan korban dan mengajak Milo pergi.

Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 10

Diana dan Diandra menjadi sedih dan panik, ketika tahu Milo belum berhsil mendapatkan Donor darah untuk Diandra. Diana lantas menyuruh Milo menjemput papanya. Sepeninggal Milo, Diana menanyakan keberhasilan Alya menyingkirkan Julie. Alya bingung. akhirnya Alya berbohong dengan mengatakan sudah menyuruh Julie pulang ke kampungnya

Prayogo datang dan menangis sedih, melihat keadaan Diandra. Prayogo menghibur Diandra yang terkesan putus asa, karena belum mendapatkan donor darah. Saking putus asanya, Diandara bersumpah, akan menjadikan saudara, orang yang mendonorkan darah untuknya. Diandara juga berjanji bahwa jika dirinya sembuh, dia akan berubah menjadi orang yang lebih baik. Semua jadi terharu mendengarnya.

Dilain pihak, Julie saat itu masih dalam penanganan Dokter, dia belum siuman. Dokter yang menangani Julie, akhirnya tahu golongan darah Julie, sama dengan Diandra. Dokter pun berharap, saat sembuh nanti,Julie mau mendonorkan darahnya untuk Diandra.

Semetara itu di ruang perawatan Diandra. Semua kebingungan karena Diandra belum juga mendapatkan donor darah. sehinggga ketika Dokter yang menangani Julie datang dan mengatakan ada orang yang darahnya sama dengan golongan darah Diandra, mereka jadi gembira, tetapi mereka harus bersabar dan berdoa untuk kesebuhan calon pendonor itu. Sebab calon pendonor, sekarang dalam keadaan pingsan akibat kecelakaan. Alya pun semakin tegang sebab dia yakin yang di maksud Dokter itu adalah Julie.

Alya keluar dari ruang dengan perasaan cemas. Dia lantas menelpon preman bayaranya. Alya marah karena mereka tidak berhasil membunuh Julie. Untuk itu, dia tidak mau membayar mereka. Preman yang tak lain adalah teman Dika, segera mengajak Dika ke rumah sakit, menemui Alya.

Alya sendiri saat itu masih kepikiran, sehingga ketika Wisnu menelponya dia segera mematikan Hp nya. Sesaat kemudian. Milo datang, Alya pun pura pura mencemaskan Diandara. Milo akhirnya menilai, Alya sangat peduli pada Diandra.

Alya segera pamit pada Milo ketika melihat Dika dan preman bayaranya datang. Dia menemui mereka di tempat lain. Semula Alya menolak membayar preman itu, namun karena preman itu mengancam akan melapor kepolisi, maka Alya pun membayar mereka. Sementra Dika sendiri, tampaknya tertarik pada Alya.

Julie yang sudah siuman dan berniat pulang, akhirnya mengurungkan niatnya, karena Dokter memintanya mendonorkan darahnya, untuk seorang pasien. Meskipun tidak tahu, jika pasien yang dimaksud adalah Diandara, namun Julie bersedia mendonorkan darahnya..

Di lain pihak Wisnu yang heran atas sikap Alya, akhirnya berniat menyusulnya ke rumah sakit. Saat akan keluar rumah, Wisnu memergoki Dika yang sedang mengawasi rumahnya. Wisnu pun curiga, dia segera mengejar Dika, namun tidak berhasil, karena Dika kabur dengan motornya.

Julie keluar karena akan menelpon Vino. Saat keluar ruangan, dia bertemu Alya. Alya pura pura kaget dan prihatin atas kecelakaan yang menimpa Julie. Dia juga melarang Julie menelpon dan mengatakan bahwa dirinya telah mengurus Vino. Julie pun terharu, menganggap Alya baik

Alya kaget dan kesal kesal karena Wisnu meyusul dan menayakan soal Mitha (Julie). Wisnu heran kenapa kakaknya menyangkal mengenal Mitha ( Julie) Alya pun semakin kesal karena Wisnu telah mengetahui semua itu dari CD rekaman penggerebegan. Alya gusar lantas mengusir Wisnu.

Dilain pihak, Milo yang baru pulang. menjadi terkejut karena satpam menceritakan soal kedatangan Mitha (Julie) untuk menemui Prayogo, sebelum Diandara dibawa ke rumah sakit. Milo heran kenapa Alya dan lainya menyembunyikan hal itu

Milo bertanya pada Alya, kenapa dia berbohong soal kedatangan Mitha. Prayogo shock mendegar itu, dia heran kenapa Diandara tidak memberitahunya, padahal tahu, dirinya sangat ingin ketemu Vino, cucunya. Diandra pun membela diri. Dia menyatakan, bahwa dirinya melakukan itu untuk melindungi mereka, Karena Mitha berniat merampok. Prayogo dan Milo tidak percaya. Diandara pun merajuk. Dia mengatakan Prayogo lebih mencintai orang lain dari pada dirinya. karena ingin membuktikan dirinya menyayangi Diandra, maka saat itu juga Prayogo berniat menemui Dokter, agar segera memaksa calon Donor melakukan transfusi darah, bagi Diandra. Alya pun cemas, sebab dia tidak ingin keluarga Prayogo bertemu ( Mitha) Julie. akhirnya Alya mengejar Prayogo dan membohonginya dengan mengatakan kalau Calon Donor masih mempertimbangkan kesediaanya. untuk itu dia bersedia mengurusnya.

Disisi lain Julie yang melihat Alya dan Prayogo sedang berbincang, mengira Prayogo akan menuntutnya. Maka ketika Alya datang dia menceritakan kecemasanya itu. Alya pun memanfaatkan kesempatan itu. Dia mengatakan, bahwa dirinya telah berhasil melarang Prayogo menemui Julie. Sekali lagi Julie mengira, Alya telah menolongnya

Bik Supi yang kerepotan dan tidak bisa menenangkan Vino akhirnya menelpon Wisnu, dan menceritakan semuanya. Wisnu kaget dan heran, kenapa Alya menyembunyikan semua itu darinya. Wisnu pun bergegas menemui Bik Supi di apartemen Alya. Wisnu jadi trenyuh melihat kondisi Vino. Dia heran, kenapa Mitha (Julie) tega meninggalkan Vino pada bik Supi.

Sementra Alya sendiri, senang karena berhasil mengelabui semuanya. Alya berhasil mengatur agar Diandra dan keluarganya tidak tahu kalau yang mendonorkan darah, adalah Julie, demikian Juga sebaliknya.

Operasi Diandra berhasil. Prayogo mengingatkan janji Diandra mengangkat Saudara, orang yang mendonorkan darah untuknya. Tapi Diandra mengingkari janjinya. Prayogo terkejut, demikian juga dengan Milo. Sedangkan Alya menajdi tegang karena khawatir, mereka akan tahu kalau yang mendonorkan darah adalah Julie. Maka Alya, diam diam menemui Julie. Alya menyuruh Julie pulang. Namun Karena Julie masih lemah, Julie meminta waktu untuk istirahat.

Sepeninggal Alya, Julie berniat menjeguk Diandra. Saat keluar dari ruanganya, dia berpapasan dengan Diana. Diana marah dan mengusir julie. Julie pun menjelaskan, kalau dia baru saja menodorkan darah untuk seorang pasien. Diana jadi shock mengetahuinya. tapi dia tidak berterimakasih. Dia malah menganggap Julie, sengaja melakukan itu, agar kesalahnya di maafkan. Diana lantas mengusir Julie. namun mereka terkejtu, karena Prayogo sudah ada di dekat mereka dan mendegar semuanya.

Diandra menyatakan keinginganya membatalakan janjinya sendiri, setelah tahu yang menjadi pendonornya adalah Mitha (Julie). Alya akhirnya mengatakan bahwa dirinya telah mengatur segala sesuatunya, sehingga Mitha (Julie) tidak akan tahu semua itu. Apalagi dirinya telah memaksa Mitha(Julie), pulang kampung. Tetapi bersamaan dengan itu,Prayogo datang, disertai Mitha (Julie) Diana dan Milo. alya dan diandara pun kaget. Prayogo lantas menagih janji Diandra yang akan mengangkat saudara orang yang mendonorkan darah untuknya. namun dia menjadi kaget karena Diandara mengingkarinya. diandara mengangap, dirinya hanya perlu memberi Julie imbal jasa berupa uang saja. Prayogo gusar. Diana pun turun tangan dan membela Diandra. Akhirnya Prayogo, menanyakan pada Mitha(Julie), dimana Vino berada?. Julie lantas menjelaskan bahwa Vino ada di kamar bayi , karena semalam dia kecelakaan. Milo pun menemani Mitha (Julie) menuju ruang bayi.

Prayogo marah dan menyalahkan Alya karena menutupi semua itu dari mereka. Alya pun segera bersandiwara, pura pura sedih. Dia mengatakan bahwa dirinya sengaja merahasiakan perihal Mitha (Julie), lantaran khawatir, Diandra akan menolak melakukan transfusi darah, jika tahu yang jadi Donor adalah Mitha (Julie). Prayogo yang tidak tahu Alya bersandiwara, langsung saja percaya, dia lantas meminta maaf dan memuji Alya.

Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 14

Julie sedang menggendong Vino , sedang curhat kepada Vino kalau dia tidak disukai oleh seisi rumah. Tapi Julie rela demi amanah Mitha kepadanya. Karena dia tak mau terus bersedih, Julie ambil kesibukan beres beres rumah. Julie pun masuk ke kamar Milo , mencoba untuk merapikan kamar Milo yang berantakan, saat Milo datang, Milo melarang Julie untuk membersihkan kamarnya dan menyuruh Julie untuk keluar. Tapi ternyata Lap yang digunakan Julie untuk bersih bersih, ketinggalan di kamar Milo, Julie pun kembali masuk ke kamar Milo dan mengambil lapnya, tapi tanpa sengaja saat mengambil lap dokumen Milo terjatuh.

Milo akhirnya menanyakan mengenai dokumennya kepada Julie dengan marah, tapi Julie bingung karena Julie tidak tahu dukumen apa yang dimaksud oleh Milo. Keributan itu didengar oleh Diana dan Diandra dan malah memarahi Julie yang sembarangan masuk ke kamar Milo. Diandra menyuruh Julie mencari dokumen tersebut sampai ketemu dan mengancam kalau tidak ketemu akan menyuruh Julie dan Vino keluar dari rumah. Dan dokumen itu ketemu. Milo meminta Julie untuk tidak mempersulit diri nya sendiri lagi.

Diana dan Diandra makan bersama, mereka membicarakan kebencian masing-masing terhadap Mitha (Julie). Milo yang kemudian bergabung, mananyakan, "Dimana Mitha?" Diana dan Diandra tidak peduli. Milo pun sadar jika Mitha belum makan. Milo akhirnya terfikir soal Mitha dan tidak enak makan. Dia lantas bergegas pergi.

Milo mengambil beberapa makanan untuk diberikan pada Mitha. Namun ternyata Mitha sedang makan di kamar sambil bermain dengan Vino. Milo jadi gengsi dan berusaha menyembunyikan makanan yang dibawanya itu. tapi sial baginya, gelas di baki malah jatuh dan pecah. Mitha (Julie) akhirnya tahu Milo berniat membawakan makanan untuknya. Diana dan Diandra yang mendengar suara gelas pecah, segera menghampiri. Mereka kaget mengetahui, Milo berniat membawakan makanan untuk Mitha (Julie). Mitha pun membela Milo dengan mengatakan bahwa Milo membawakan makanan untuk Prayogo. Diandra tidak percaya dan mau mwngomel. tetapi tidak jadi, karena mendengar suara bel dari pintu depan. Mereka heran, siapa yang bertamu ?

Ternyata yang datang adalah Dika. Dika datang mengaku sebagai Pacar Mitha. Dia juga mengakui Vino sebagai anaknya yang lahir di luar nikah. Juli kaget tidak bisa ngomong apa apa. Diana dan Diandra tersenyum senang sedang Prayogo menjadi Shock.

MITHA (Julie) tidak bisa menjawab dan hanya menangis sedih, difitnah Dika. Prayogo akhirnya minta ketegasan Mitha, menjawab peryataan Dika. Namun sebelum Mitha (Julie) menjawab, Diana memotong. Namun Prayogo tidak peduli dan tetap menyuruh Mitha menjawab. Akhirnya Mitha menyanggah semua omongan Dika. Prayogo senang. Tetapi Dika kembali meyakinkan kalau dia adalah ayah Vino sekaligus pacar Mitha. Prayogo dan Milo percaya karena Dika menunjukan KTP Mitha (Julie) ada padanya. Dika juga mengatakan kalau Mitha lah yang membunuh Arvino, kemudian lari denganya. Prayogo shock mendengarnya. Dianda dan Diandra tersenyum.

Mereka lantas memperuncing keadaan dengan menyudutkan Mitha (Julie). akhirnya Prayogo jatuh. Diana pura pura mengusir Dika.

Setelah itu Diana marah pada Mitha (Julie) dengan menyebutnya "pembunuh Arvino". Setelah itu dia mengusir Mitha dan Vino. Julie pun menangis tak berdaya. Dia memandang Prayogo, namun Prayogo sudah tidak mau lagi menahanya. Julie pun pergi. Namun diam diam dia meninggalkan Vino di rumah Prayogo.

Diana menjadi kaget dan marah ketika mengetahui Vino ditinggal di rumah mereka. Diana dan Diandra berniat membuang Vino. Tetapi Prayogo mengetahui. Prayogo lantas meminta Vino dan mengendongnya. Diana kesal. Dia memprovoksi Prayogo dengan mengatakan Vino bukan cucu mereka. Tetapi Prayogo tidak peduli siapa Vino. Dia merasa ada ikatan emosi saat mengendong Vino. Diana dan Diandra pun kesal. Mereka tetap berniat membuang Vino jika Prayogo sudah bosan.

Ahmad dan Murni sudah di Jakarta menempati rumah petak kecil, yang dibeli dari hasil menjual rumah besar mereka di desa. Keadaan itu sebenarnya berat buat mereka, sebab keduanya biasa menempati rumah besar di kampungnya. Namun mereka rela bersusah susah demi menemukan Julie.

Julie berjalan semakin jauh dari rumah Prayogo. Dia merasa menderita meninggalkan Vino. Beban pikirnya berat, jalannya jadi limbung. Julie pun terserempet mobil, tergeletak tak berdaya. Pengemudi mobil ternyata Wisnu. Wisnu kaget dan segera menolongnya.

Wisnu membawa Julie ke rumahnya dan memangilkan Dokter. Kepada Dokter dia menanyakan kondisi Mitha (Julie). Dokter pun menjelaskan bahwa Kondisi fisik Mitha(Julie) baik. Namun tampaknya dia mengalami tekanan psikologis yang cukup berat. Wisnu pun semakin simpati pada Julie, yang dikenalnya sebagai Mitha..

Episode 14

Episode 14 Part 1

Episode 14 Part 2

Episode 14 Part 3

Episode 14 Part 4


Episode 14 Part 5

Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 15

Dilain pihak, Alya kaget, mengetahui Mitha (Julie) ada di rumahnya. Alya pun segera menelpon Diandra dan memberi tahu semua itu. Diandra kaget. Dia segera memerintahkan Alya untuk mengawasi Mitha (Julie)

Mitha menjadi takut saat melihat Alya ada di rumah itu, dia pun berniat pergi. Namun saat akan keluar, Alya menghadang dan mengancamnya. Alya mengatakan bahwa, jika dia tidak segera menghilang dari kehidupan dirinya dan keluarga Prayogo. Maka merekalah yang akan melenyapkan Mitha (Julie). Mitha pun ketakutan. Sejenak dia teringat akan Vino. Diapun menghawatirkan keselamatan Vino. Maka Mitha (Julie), berniat mengambil Vino lagi. Saat itu Wisnu datang, Alya pun segera sembunyi. Wisnu pun heran dan bertanya, dengan siapa dia bicara? Mitha mengelak. Dia lantas pamit pergi. Wisnu berusaha mencegahnya. Tapi Mitha (Julie) bersikeras pergi, akhirnya Wisnu mengantarnya. Alya memandang penuh kebencian.

Dilain pihak, Ahmad berniat mengunjungi Prayogo, Dia mengajak Murni, namun Murni menolak, karena dia tidak ingin ketemu dengan Diana dan Diandra. Ahmad pun menasehatinya. Akhirnya Murni ikut juga

Dilain pihak, Milo dalam perjalanan pulang. Dia memikirkan apa sebenarnya motivasi Mitha melakukan semua itu. Sebab menurutnya, tidak mungkin Mitha melakukan semua itu demi uang. Milo semakin penasaran, siapa sebenarnya Mitha itu

Prayogo menyambut kedatangan Ahmad dan Murni dengan tulus. Prayogo menceritakan soal Miitha. Ahmad dan Murni yang mendegarkan cerita itu, menjadi prihatin.. Mereka juga ikut menyesalkan tindakan wanita bernama Mitha tersebut. Perbincangan terus berlangsung, hingga Prayogo menanyakan keberadaan Julie. Ahmad kaget, dia terpaksa berbohong dengan mengatakan, Julie sedang sibuk.

Sementara itu Julie yang sudah mengetahui kalau Wsinu adalah Adik Alya, merasa harus lebih hati hati lagi, dia tidak ingin Wisnu tahu siapa sebenarya dia,maka ketika sampai di depan rumah Prayogo, Julie bergegas turun. Wisnu pun menahannya sejenak. Sebab Wisnu kaget, karena Rumah itu adalah rumah yang dituju Dika, saat dia membuntutinya. Diapun menujukan Foto Dika dan menayakan apakah Mitha (Julie) mengenal orang di foto itu. Julie lantas mengatakan bahwa Dika adalah orang jahat. Wisnu pun berjanji akan melindungi Mitha (Julie) dari Dika.

Julie segera turun dari mobil Wisnu, bergegas masuk ke rumah Prayogo. Milo yang mengetahui, segera keluar mencegatnya. Milo marah, melaranngnya masuk. Mitha pun menjelaskan, kedatanganya hanya untuk Vino. Setelah itu Mitha bergegas masuk. Milo kembali berusaha menahan Mitha. Saat itu Prayogo keluar mengantar Ahmad dan Murni yang hendak pulang. Julie yang melihat mereka, jadi kaget, karena tidak ingin di ketahui Ahmad dan Murni, maka dia menurut saja ketika Milo mendorongnya keluar. Meski Ahmad dan Murni tidak melihat Julie, namun Prayogo melihatnya. Dia lantas teriak emmangil Mitha. (Julie), Namun terlambat. Mitha (Julie) telah di dorong keluar oleh Milo. Ahmad dan Murni pun tidak bertemu Julie.

Katika Ahmad dan Murni pergi, Juli masuk kembali ke rumah Prayogo. Diana dan Diandra pun Marah dan menyuruh Mitha (Julie) membawa Vino -yang disebut anak haram,- pergi. Mitha pun menjelaskan kalau Vino bukan anak haram, tetapi benar benar anak Arvino. Diana pun semakin marah, Prayogo Akhirnya menyuruh Mitha (Julie) membuktikan kalau Vino adalah anak Arvino Diana dan Diadara pun semakin kesal.

Alya menerima telpon dari Diandra yang mengabarkan bahwa Mitha kembali ke rumah mereka. Alya pun geram. Tak sadar, dia berkata pada Diandra, bahwa seharusnya sejak dulu, Mitha sudah di lenyapkanya. Wisnu yang mendengar pernyataan Alya, jadi kaget. Dia pun bertanya, "siapa yang akan dilenyapkan Alya?" Alya berusaha mengelak dari pertanyaan Wisnu. Wisnu pun akhirnya curiga. Wisnu lantas mengingatkan kalau dirinya akan melindungi Mitha (Julie) dari orang yang akan menjahatinya. Alya pun semakin geram.

Wisnu kembali mengawasi rumah Dika, maka ketika melihat Dika keluar, Wisnu pun membuntutinya. Dia memfoto aktivitas Dika. Namun sesaat kemudian, dia menjadi kecewa karena kehilangan jejak Dika.

Dika datang kerumah Prayogo Dika lantas teriak teriak memanggil Mitha. Milo pun bergegas keluar mengusir Dika. Namun Dika menolak dan menuduh Milo menyembunyikan Mitha (Julie) yang di akui sebagai istrinya. Milo pun marah dan memukuli Dika. Diana dan Diandra pun teriak mencegahnya. Prayogo yang keluar, akhirnya menyuruh mereka, memanggil Mitha (Julie). Tapi Dika malah menerobos. Dia berteriak mencari-cari Mitha (Julie) dan berusaha memeluk Mitha (Julie) Julie pun teriak ketakutan. Akhirnya Milo tidak tahan. Dia menerjang Dika, melindungi Mitha (Julie). Diana jadi kesal dan melarang Milo membela Mitha (Julie). Diana lantas menyuruh Diandra mengambil Vino untuk diserahkan pada Dika. Mitha pun berhambur masuk kamar melindungi Vino. Namun tidak bisa bertahan karena Dika menyeretnya keluar. Mitha berusaha berteriak minta tolong pada Prayogo. Tapi Prayogo tidak bisa apa apa, karena Dika mengakui Mitha sebagi istrinya.

Di lain pihak, Wisnu yang melihat Motor Dika parkir di depan rumah Prayogo,segera melajukan mobilnya kearah rumah Prayogo. Namun tiba tiba ban mobilnya meletus. Wisnu pun turun mengganti ban.

Milo yang tidak tega melihat Mitha diseret Dika, segera menerjang Dika. Keduanya berkelahi. Disaat yang sama, Dika berhasil menendang Milo, hingga Milo terjengkang, menghantam tembok. Kepala Milo berdarah, Milo pingsan. Julie segera memeluk Milo yang tak sadarkan Diri. Diana dan Diandra berniat menggunakan kesempatan itu untuk memuluskan rencana mereka.

Sinopsis Mega: Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 16

Julie mendegar suara berdebum dari kamar Milo, maka dia segera masuk kamar Milo. Ternyata Milo terjatuh dari Ranjang, Mitha (Julie) akhirnya membantu Milo. Milo sendiri, karena pengaruh obat mengira yang membantunya adalah Diandra

Alya yang sudah bersiap tidur, melihat pintu kamar Wisnu terbuka. Saat itu Wisnu sedang keluar. Alya pun masuk. Dia menjadi kaget ketika melihat fofo foto Dika ada disana. Alya pu segera mengambil foto foto tersebut, beserta kameranya.

Dika sedang minum di sebuah Bar. Dia merasa tertantang untuk mendapatkan Mitha (Julie). Dia pun bergegas menelpon rumah Prayogo. Tetapi ketika Prayogo mengangkat telpon Dika tidak menjawab. Prayogo pun kesal dan membiarkan telpon itu, ketika berdering lagi. Mitha yang mendengar dering telpon akhirnya tidak tahan. Dia bergegas menuju telpon mengangkatnya. Mitha pun menjadi terkejut, karena Dika lah yang menelpon. Berbarengan dengan itu, sebuah batu dibungkus kertas meluncur memecahkan kaca jendela. Mitha (Julie) sangat kaget. Dia lantas mengambil dan membaca kertas yang bertuliskan "Aku cinta Padamu." Mitha Pun semakin ketakutan.

Pagi hari, ketika Alya menyiapkan sarapan, Wisnu menanyakan Foto dan Kameranya yang hilang. Alya berbohong dengan mengatakan tidak tahu. Alya menggiring presepsi Wisnu, agar menuduh Mitha sebagai pencurinya. Namun Wisnu sadar, kalau Mitha tidak mungkin mengambilnya, sebab semalam barang barang tersebut, masih ada.

Diana dan Diandara akhirnya cemas Juga, karena Dika bisa membahayakan mereka. Diana pun mengganti strateginya. Dia pura pura bersikap baik kepada Mitha (Julie). Prayogo Mitha dan Milo kaget dengan perubahan sikap Diana tersebut. Namun Diana meyakinkan kalau dirinya berubah. Dia juga menyuruh Mitha ke apotik untuk membeli obat buat Milo.

Setelah Mitha pergi, Diana lantas menelpon Alya dan memerintahkanya menghubungi Dika, serta menyuruh Dika membeli obat yang paling bahaya. Alya pun segera ke rumah Dika. Saat menemui Dika, Alya marah marah. Sebab tindakan Dika semalam, malah menggagalkan rencana mereka. Setelah itu Alya pun menyuruh Dika membeli obat.

Mitha baru datang dari apotik dan menyerahkan obatnya. Disaat yang sama Alya juga datang. Diana dan Diandra pun menyambutnya. Dina lantas menanyakan obat yang dipesannya. Dia merasa yakin, kali ini rencanannya berhasil.

Alya masuk kamar Milo dan pura pura prihatin atas kejadian yang menimpa Milo semalam. Mitha merasa gak enak sendri, sehingga langsung keluar. Saat itu Diana datang. Dia memberikan obat pada Milo. Milo pun kaget, karena ada obat yang bukan dari Resep Dokter. Diana pura pura tidak tahu dan mengatakan kalau obat itu ada di tas obat, yang dibeli Mitha. Diana lantas teriak memanggil Mitha, setelah itu dia menghubungi Dokter untuk menayakan obat tersebut. Diana pura pura kaget, ketika dokter menjelaskan bahwa obat yang di tanyakan Diana tadi adalah obat keras yang berbahaya. Tak ayal lagi Milo pun jadi heran dan Curiga sama Mitha (Julie ). Diana dan Diandra pun mengunakan kesempatan itu, menuduh Mitha, hendak meracuni Milo dengan obat yang berbahaya. Alya menimpali dengan mengatakan ," untung saja ketahuan, sebab kalo tidak, tentu akan bahaya bagi Milo !" Mitha pun menagis dan menyangkal tuduhan mereka. Milo pun jadi bingung, siapa yang sebenarnya berbohong.

Diana tentu saja segera mengusir Mitha, saat itu Prayogo datang. Pada Prayogo Diana mengatakan bahwa Mitha berniat meracuni Milo dengan obat yang berbahaya. Dia lantas meminta dukungan Praoyogo, mengusir Mitha. Mitha pun menyanggah. Prayogo yang teringat kejadian semalam, dimana Mitha berusaha menolong Milo dengan tulus, merasa tidak yakin tuduhan Diana Benar. Maka dia lantas menelpon Apotik dan menyakan obat apa saja yang di beli Mitha. Dari penejelasan pihak apotik itulah, akhirnya Prayogo yakin Mitha (Julie )tidak bersalah. Dia pun melarang mereka menuduh Mitha, selama belum ada Bukti. Diana dan Diandara serta Alya pun, tambah geram.

Disisi lain, Murni maseh memikirkan Julie, karena itu, ketika memasak dia pun teriris pisau. Ahmad pun menghiburnya, mereka berharap tuhan akan mempertemukan mereka dengan Julie.

Wisnu menghampiri Dika yang akan pergi. Niatnya mau ngajak Dika menanyakan soal wanita yang pernah di bicarakan Dika dengan temanya, saat Dibar dahulu.Tapi Dika tidak mau dan memaksa pergi, akhirnya Wisnu pun mengikuti Dika. Ternyata Dika pergi ke sebuah bar. Wisnu pun kembali mendekati Dika. Dia bersedia mentraktir Dika minum, jika dia mau berbincang dengannya. Dika yang teringat pesan Alya agar berhati hati, akhirnya tidak suka dengan kedatangan wisnu. Akhirnya Dika pura pura pamit ke toliet, untuk kemudian kabur.

Dika menghetikan motornya agak jauh dari rumah Prayogo. Dengan mengendap endap akhirnya Dika berhasil membius satpam. Setelah itu, Dika kembali mengendap-endap menuju kamar Mitha. Saat itu Mitha (Julie) tertidur pulas. Dika pun menggunakan kesempatan itu untuk membawa Vino Kabur.

Dika bergegas keluar sambil membawa Vino. Pikiranya hanya satu, Vino bisa dijadikan alat untuk mendekati Mitha (Julie), sekaligus menjadi ladang uangnya. Dika pun segera memacu motornya sambil mengendong Vino. Tetapi di tengah perjalanan Vino menangis. Dika pun menghentikan motornya, bingung tidak tahu harus berbuat apa, untuk mendiamkan Vino. Beberapa orang yang lewat pun curiga. Namun mereka tidak berbuat apa apa.

Sementara itu Wisnu yang masih menunggu di bar, akhirnya kesal, menyadari Dika telah kabur. Dia pun bertanya pada bartender, namun tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Wisnu pun bergegas pergi. Dalam perjalanannya, dia masih saja memikirkan Mitha, sehingga ketika berpapasan dengan Dika yang sedang membawa Vino pulang, Wisnu tidak mengetahuinya.

Wisnu yang telah sampai di depan rumah Prayogo, merasa heran melihat satpam yang mulai tersadar. Sedangkan satpam yang sedang sempoyogan itu, akhirnya melihat Wisnu. Karena masih dalam pengaruh bius, dia tidak bisa melihat Wisnu dengan jelas. Satpam pun curiga, dia teriak menanyakan siapa yang berdiri di depan Pintu? Wisnu kaget. Karena tidak ingin dicurigai, maka Wisnu pun bergegas pergi. Satpam keheranan.

Di lain pihak, Mitha (Julie) yang terbangun, menjadi kaget karena Vino tidak ada ditempatnya.

Sinopsis Mega: Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 17

Di lain pihak, Mitha (Julie) yang terbangun, menjadi kaget karena Vino tidak ada ditempatnya. Dia lantas ke kamar Milo, mencari Vino. Mitha menjadi histeris ketika menyadari Vino telah hilang. Diana dan Diandra kesal mendengar teriakan Mitha yang mencari cari Vino. Namun Diana akhirnya pura pura simpati ketika mengetahui Vino hilang. Mihta sendiri, akhirnya mengira Diana lah yang menyembunyikan Vino. Diana dan Diandra tentu saja marah. Prayogo pun menenangkan semuanya. Sesat kemudian satpam datang. Prayogo pun memarahai satpam. Setelah satpam menjelaskan semuanya, mereka pun sadar jika Vino telah diculik. Prayogo pun berinisiatif lapor ke polisi.

Pagi hari. Dokter yang dipanggil Prayogo, sedang memeriksa Mitha yang masih shock. Diana dan Diandra sirik. Mereka mengatakan bahwa, Mitha (Julie) sedang bersandiwara. Milo yang mendengar percakapan mereka, menasehatinya. Diana dan Diandra pun geram.

Semetara itu, Dika terbangun dengan kesal karena tangisan Vino. Meski begitu dia segera membuatkan susu untuk Vino, begitu Sadar Vino menangis karena lapar.

Di lain pihak, Alya yang akan berangkat kerja, menjadi heran melihat Wisnu baru datang dalam keadaan payah. Dia pun menanyakan dari mana saja Wisnu semalam? Namun Wisnu terkesan tidak menanggapi, Alya pun menjadi sewot.

Alya yang berada dikamar dengan Milo, menjadi sangat marah pada Mitha, ketika Mitha (Julie) tiba tiba masuk. Mitha pun minta maaf dan menjelaskan, bahwa dirinya ingin bertanya pada Milo, kabar dari polisi tentang Vino. Namun Alya sudah gusar. Milo pun menenangkan Alya. Tapi Emosi Alya sudah memuncak. Dia tidak peduli dan terus memaki maki Mitha. Sebelum beranjak pergi, Alya mengatakan pada Milo, bahwa dirinya melakukan itu karena ingin melindungi keluarga Milo. milo pun bingung tidak bisa mencegah Alya uyang pergi. Akhirnya Milo pun menenangkan Mitha,(Julie).

Ahmad dan Murni baru belanja. Mereka menyusuri jalan dengan binggung, karena tersesat tidak bisa pulang. Disebuah tingkungan jalan, merka bertabrakan dengan Dika. Ahmad pun minta bantuan Dika untuk mengantarnya pulang. Dika, pun meminta imbalan. Ahmad kaget. Namun dia akhirnya menjanjikan akan memberi makanan pada Dika, jika mengatar mereka pulang. Dika pun setuju.

Disaat yang sama, Wisnu sedang menyelinap masuk rumah Dika, menyelidik. Akhinya dia melihat Vino. Wisnu merasa pernah melihat Vino, namun dia tidak ingat siapa Vino. Tetapi karena kasihan dan Curiga jika Vino bukan anak Dika, maka Wisnu pun membawanya pergi.

Ahmad memenuhi janjinya, memberi makan siang Dika. Mereka pun makan bersama sambil berbincang. Dika memanfaatkan kesempatan itu, dia memandang sekeliling meneliti. Setelah kenyang, Dika pulang. Murni pun bisa merasakan, kalau Dika bukan orang baik. Murni lantas menasehati Ahmad, agar jangan membicarakan soal Julie, dengan orang yang tidak di kenal.

Di lain pihak, Julie yang masih kalut atas hilangnya Vino. Pergi mencarinya. Dengan berbekal selembar foto Vino, dia bertanya tanya pada orang orang yang ditemuinya. Maka JUlie pun menjadi perhatian orang orang. Bahakn ada sala seorang yang ditanyai juli, bearteriak karena menganggap Julie Gila. Juli pun menjadi kerumunan orang orang. Seorang polisi segera mendekati Julie. Julie pun menjelskan dirnya sedang mencari Vino. Polisi itu pun mengajak Julie ke kantor Polisi. Tapi Julie menolak. Akhirny polisi itupun memaksa, mengantarnya Pulang. Namun ketika sampai dirumah, Dianda dan diandra malah mengatakan pada polisi bahwa Mitha (Julie) Gila akibat bayi yang baru di lahirkanyameninggal. Mereka juga mengunci Mitha dalan gudang. Maka pemnderitaan Mita semakin panjang..

Disaat yang sama, wisnu saat itu sedang bermain main dengan Vino. Dia memberi Vino Susu. Wisnu merasa senang bermain main dengan Vino.

Prayogo menilai, ketegangan antara anak istrinya dengan Mitha, hingga sampai kasus penculikan Vino, adalah dilandasi masalah harta. Atas dasar itu, maka dia memutuskan untuk menguasakan hartanya pada badan amal. Untuk itu dia menelpon seorang temanya, meminta bantuan mengurusnya. Dianda dan diandra yang mengupinng, menjadi terkejut. Mereka tidak menyangka kalau hilangnya Vino, juga berarti hilangnya harta yang mereka idam idamkan. Karena tidak ingin kehilangan harta, maka Diandra segera menelpon Alya, dan menyuruhnya menghubungi Dika, agar Dika mengembalikan Vino pada mereka.

Di lain pihak, Dika menjadi terkejut, ketika pulang tidak mendapati Vino. tetapi dia malah mengira, Vino telah diambil Alya. Saat itulah Alya datang menanyakan Vino, Dika pun semakin kaget. Dika akhirnya teringat pada sesorang yang selalu mengikutinya. Dika yakin jika Wisnualah yang mengambil Vino. Dika pun berjanji pada Alya, akan mendapatkan Vino lagi. Namun Alya tetap juga kesal, Karena Dika tidak bisa diandalkan.

Saat pulang, Alya menjadi kaget melihat Wisnu sedang bermain dengan seorang Bayi. Wisnu mengatakan pada Alya, bahwa dirinya menemukan bayi itu, di pingir jalan. Tetapi, Alya akhirnya mengenali, bayi itu adalah Vino. Alya pun lantas bersandiwara seakan tidak tahu siapa bayi itu. Dia lantas mengatakan Pada Wisnu akan mengumungkan bayi itu di sebuah acaraTV. Alya pun lantas menelpon Milo dan bertanya, "apa yang akan diberikan Milo, jika dirinya menemukan Vino?" "apa saja lah yang kamu mau !" Demikian jawab Milo. Alya pun tesenyum tipis, merasa menang.

Milo yang baru pulang merasa heran mendengar suara gedoran pintu dari gudang. Dia pun menanyakan hal itu pada Diandra. Diandra segera menutupi dengan mengatakan suara tersebut berasal dari musik di kamarnya. Diandara juga mengelak dengan menjawab, "tidak tahu," ketika Milo menanyakan keberadaan Mitha (julie).

Ternyata suara tersebut berasal dari Gudang, karena Mitha sedang mengedor geor pintu gudang, sambil memangil Milo dan Prayogo untuk minta pertolongan.

Teriakan Julie semakin melemah dan tenaganya mulai habis. Julie terkulai tak berdaya di lantai gudang. Pikirannya menerawang mengingat Vino. Julie pun mulai menanggis lagi.

Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 18

Sesaat kemudian, dia teringat saat-saat indahnya, ketika tinggal di kampung bersama Ahmad dan Murni. Juli pun mengira, kesulitan demi kesulitan yang menghadangnya, adalah bagian dari hukuman Tuhan, karena meninggalkan Ahmad dan Murni.

Sementara itu, Diandra secara diam-diam mengambilkan makanan untuk Mitha (Julie), agar tidak diketahui Milo. Namun Milo memergokinya. Milo heran dan menayakan untuk siapa makanan itu. Diandra pun berbohong dengan mengatakan makanan itu untuk dirinya sendiri. Sebab dia tidak ingin mengetahui kalau dirinya menyekap Mitha.

Julie langsung memohon agar di lepaskan, ketika Diandra datang membawa makanan untuknya. Tentu saja Diandra menolak. Dia bahkan memarahi Mitha (Julie). Akhirnya Julie pun berusaha melarikan diri. Namun Diandra berhasil mencegahnya. Diandra lantas kembali mengunci Mitha (Julie) dalam Gudang.

Milo, Diandra, Prayogo dan Diana sedang menyaksikan televisi. Kebetulan saat itu Alya sedang Live menyiarkan berita hilangnya Vino. Diana dan Diandra heran kenapa Alya menyiarkan berita itu, mereka pun curiga kalau Alya tidak berhasil mendapatkan Vino. tetapi ketika melihat Prayogo dan Milo terlihat sedih dengar berita itu, Dia pun memuji Alya dan menjelek- jelekan serta menyalahkan Mitha (Julie), atas meninggalnya Arvino. Spontan Milo membela Mitha (Juli) dia mengatakan bahwa yang bersalah adalah mereka juga. Sebab, seandainya mereka merestui pernikahan Arvino, tentu Arvino tidak akan meninggal. Diana pun kesal.

Dilain pihak Mitha (Julie) yang baru makan, tenaganya mulai kuat lagi. Sehingga dia kembali teriak dan menggedor-gedor pintu dengan keras, Prayogo dan Milo yang mendengar segera beranjak ke arah gudang. Mereka menjadi terkejut dan marah mengetahui Diandra dan Diana menyekap Mitha (Julie) di dalam gudang. Prayogo dan Milo pun membebaskan Mitha (Julie). Julie serentak berlari histeris mencari Vino. Prayogo menatap Diana dan Diandra dengan marah untuk kemudian menyusul Milo mengejar Mitha (Julie)

Mitha masuk kamar sambil teriak histeris mencari Vino. Milo merasa kasihan. Dengan lembut Milo memagang bahu Mitha (Julie) sambil menenangkannya. Prayogo berjanji akan membantunya mencari Vino. Milo mengingatkan bahwa tuhan pasti akan membantu mereka menemukan Vino.

Prayogo dan Milo kembali menghampiri Diana dan Diandra, mereka marah atas tindakan Diana dan Diandra, menyekap Mitha (Julie). Namun Diana membela Diri dengan mengatakan bahwa dirinya mengurung Mitha (Julie), karena Mitha (Julie) keluyuran mencari Vino, sehingga merepotkan orang-orang. Milo dan Prayogo tidak menerima alasan Diana. Diana dan Diandra pun kesal, bergegas pergi.

Pagi hari, Wisnu dan Alya dalam perjalanan mengatar Vino. Wisnu kaget ketika mereka sampai di rumah Prayogo. Sebab dia pernah membuntuti Dika menuju rumah tersebut. Dia pun semakin curiga akan keterkaitan Dika dengan Alya. Maka ketika Alya mengatakan bahwa pemilik rumah itu, adalah Diandra, sahabatnya. Wisnu pun curiga bahwa Diandra adalah ibunda Vino. Alya menyangkal hal itu. Wisnu kembali menghubungkan kemungkinan bahwa Vino adalah Anak Mitha. Pikiranya pun bertanya tanya, apakan Dika menjahati Mitha, sehingga Mitha pernah menasehatinya agar hati-hati terhadap Dika.

Prayogo dan Milo yang semula cemas karena polisi belum menemukan vino, Akhirnya menjadi bahagia, karena Alya dan Wisnu menemukan Vino. Alya lantas mengenalkan Wisnu sebagai orang yang menemukan Vino, oleh karena itu, Alya meminta Diandra mengantarkan Wisnu menemui ibu Vino.

Julie dan Wisnu pun bertemu. Keduanya sama-sama kaget. Mengetahui Wisnu dan Mitha (Julie) sudah saling kenal, Diandra pun berfikir negatif tentang mereka. Wisnu yang menyadari hal itu, menjelaskan bahwa dirinya kenal Mitha secara kebetulan saja, yaitu ketika mengantarnya ke rumah sakit, karena saat itu Vino sedang sakit. Mitha (juli) kembali tegang dan takut rahasianya terbongkar ketika Wisnu melihat foto Arvino. Saat Wisnu mau pulang, Diam-diam Mitha (Julie) menyusulnya. Dia berterimakasih karena Wisnu tidak membongkar rahasianya. Wisnu menanggapinya dengan biasa saja. Namun dia juga bertanya pada Mitha (Julie) siapa sebenarnya suami Mitha (Julie). Mitha (Julie ) mengatakan, bahwa suatu saat dia pasti akan menjelaskan semuanya. Tanpa mereka sadari, ternyata Diandra mengamati keduanya dari dalam rumah.

Alya sedang menagih janji Milo, yang akan menuruti permintaanya, jika dirinya menemukan menemukan Vino. Sekarang Milo lah yang shock dan bingung. Sebab Alya meminta Milo jadi pacarnya.

Ahmad yang sudah hampir putus asa karena belum juga menemukan Julie, berniat meminta bantuan Dika untuk mencarinya. Namun Murni tidak setuju, sebab dia merasa, Dika bukan orang baik. Tetapi Ahmad nampaknya tidak mempedulikan keberatan Murni.

Saat mengambil dan mengamati map Mitha (Julie) yang dijatuhkanya, Milo jadi teringat pada Mitha (Julie). Meski kesal karena merasa pernah dibohongi, namun Milo mangagumi rancangan Mitha (Julie) yang ada di map tersebut. Diapun ingin mempekerjakan Mitha (Julie) lagi. Disaat itu Alya menelponya mengajak makan siang bareng. Milo pun kesal dan menolaknya. Alya sewot, dia berniat akan memberikan perhatian lebih pada Milo, untuk menarik simpatinya.

Wisnu mengunjungi Mitha (Julie) dan mengajaknya makan bersama. Mitha setuju. Meski Wisnu bersedia mengajak Vino, namun Mitha (Julie) berniat menitipkan Vino pada Bibik. Kesempatan itu digunakan Diandra, diana melarang Wisnu mengajak Mitha (Julie) dan sebagai gantinya diandra malah maksa ngajak Wisnu bersamanya. Julie pun kecewa, namun tidak bisa apa apa.

Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 20

Klien baru Milo yang bernama Ferry menelponya. Ferry meminta Milo mempresentasikan rancangan yang di pesannya, nanti pada pukul 2 siang dan Milo menyanggupi. Setelah itu Milo segera mengajak Mitha (Julie) pergi ke taman rumah. Disana, Milo meminta Mitha (Julie) membuat rancangan, pesanan Ferry. Tak lama kemudian Wisnu datang. Wisnu merasa cemburu melihat kedekatan Mitha (Julie) dengan Milo. meski begitu dia akhirnya bergabung, namun tak berapa lama Milo harus pergi untuk menemu Feri maka Wisnu pun hanya berdua dengan Mitha (Julie) namun tak lama kemudian Diandra datang. Diandra yang mendengar suara tawa dari taman, segera menghampiri. Namun Wisnu melihat kedatangan Diandra. Dia segera sembunyi. Diandra pun heran, bertanya pada Mitha (Julie).

Sementara itu Milo sudah bertemu dengan Ferry menyerahkan rancanganya. Fery sangat terkesan dengan rancangan itu. Dia berencana untuk melanjutkan kerja sama dengan Milo. Milo pun pergi dengan senang. Saat dia sampai di parkiran, Alya menelponya, mengajaknya makan siang. Milo pun menolaknya. Dia beralasan akan bertemu dengan klienya. Setelah itu Milo pulang dan mengabarkan keberhasilanya pada Mitha.

Prayogo yang melihat Ahmad dan Muni menjadi kaget dan segera menghampirinya. Prayogo pun mengantar mereka pulang. Prayogo kaget dengan tempat tinggal Ahmad yang kecil dan sempit itu. Ahmad pun terpaksa berbohong, dia mengatakan bahwa dia sementara mengontrak rumah tersebut, selama dirinya masih ada kerjaan di Jakarta. Prayogo percaya. Dia lantas menanyakan kapan Ahmad membawa Julie yang telah dijodohkan dengan Milo kerumahnya. Ahmad pun kembali berbohong. Ketika Prayogo akan pulang, Dika datang. Beruntung mereka tidak bertatap muka, sebab saat itu Dika kembali pergi, setelah menerima telpon dari seseorang.

Milo yang sudah siap mengajak Mitha (Julie) pergi, terkejut karena Alya datang. Milo beralasan akan menemui klienya. Alya akhirnya pamit. Sedang Milo, segera pergi dengan Mitha (Julie). Tetapi Diana malah memberitahu Alya kalau Milo sedang makan malam dengan Mitha. Alya pun marah. Dia segera menyusul. Milo dan Mitha (Julie) Akhirnya shock dengan kedatangan Alya.

Dengan culas Alya memojokan Mitha(Julie). Mitha (Julie) pun berusha membela diri dengan mejelaskan hal yang sebenarnya. Namun Alya tidak terima dan semakin marah. Milo pun membentak Alya, sehingga Alya menagis dan bergegas keluar. Milo segera mengejarnya. Milo lantas mengatakan bahwa tuduhan Alya pada Mitha (Julie) tidak beralasan. Alya seharusnya tidak bertindak bodoh seperti itu. Untuk itu Milo menyarankan dengan tegas, agar Alya meminta maaf pada Mitha (Julie). Namun Alya tidak sudi, sebab dia merasa derajatnya lebih tinggi dari Mitha (Julie). Milo pun marah dan memutuskan hubungan mereka. Setelah itu Milo bergegas meninggalkan Alya, kembali masuk restoran. Namun ternyata Mitha (Julie) dan Vino sudah pergi.

Sementara itu, Mitha (Julie )Sendiri tengah berjalan dengan menitikan air matanya. Dia terbayang saat saat dirinya dihina oleh Diandra dan Diana, namun Mitha (Julie berusaha menguatkan diri karena teringat akan Vino. Di sisi lain jalan, Milo mengendarai mobilnya, mencari cari Mitha, namun dia tidak melihatnya. Bertepantan dengan itu Wisnu juga sedang melewati jalan yang sama. Wisnu yang melihat Julie segera menghentikan mobilnya dan menghampiri Mitha (Julie). Mitha (Julie ) segera menyembunyikan tangisnya, Wisnu akhirnya mengantar Mitha (Julie). Wisnu menyatakan kesediaannya mendengar keluh kesah Mitha (Julie) Namun mitha tidak mau bercerita. Wisnu pun memuji Mitha (Julie) sebagai ibu yang tangguh.

Diana dan Diandra yang melihat Mitha (Julie) pulang diantar Wisnu, marah dan memaki Mitha (Julie), Sebagai perempuan murahan. Sebab, tadi berangkat dengan Milo, tapi pulangnya malah sama Wisnu. Diandra bahkan melarang Mitha (Julie ) mendekati Wisnu. Mitha (Julie) pun menjelaskan kalau dirinya tidak ada hubungan dengan Wisnu. Namun, Diandra masih terus memojokkan Julie. Julie pun bergegas masuk sambil menahan air matanya.

Milo yang baru datang segera menuju kamar Mitha. Dia mengetuk kamar Mitha karena mau bicara. Namun Mitha (Julie) tidak mau membukakannya. Milo pun terus menggedor pintunya. Suara ribut itu terdengar Prayogo. Prayogo salah tanggap, sehingga memarahi Milo. Mitha yang tidak ingin Milo dimarahi Prayogo, segera membuka pintu. Melihat Mitha habis menangis. Prayogo mengira, Milo berbuat yang tidak tidak pada Mitha (Julie). Akhirnya Mitha (Julie) menjelaskan kalau dirinya habis ditampar Alya. Prayogo pun menjadi geram terhadap Alya. Tetapi Diana malah membela Alya.

Diana berusaha mempengaruhi Prayogo,agar Mengusir Mitha dan Vino. Tetapi Prayogo tidak mau, sebab dia yakin Vino adalah cucunya. Diana pun menjadi kesal dan terus memprovokasi Prayogo. Akhirnya Prayogo pun berkata, "jika Diana tidak suka Mitha dan Vino ada dirumah ini, maka Diana boleh pergi." Diana kaget. Dia merasa diusir. Diana juga kesal, suaminya lebih membela Mitha (Julie) dan Vino. Akhirnya dia mengadu pada Diandra. Diandra pun merencanakan sesuatu yang baru..

Pagi hari, ketika Melihat Mitha (Julie) sedang membuatkan susu untuk Vino, Milo menghampirinya. Milo meminta maaf atas kesalahan Alya semalam. Dia juga mengatakan bahwa drinya sudah memutuskan hubunganya dengan Alya. Mitha (Julie) kaget. Dia lantas menyuruh Milo menjaga jarak darinya, sebab tidak ingin Milo mendapat masalah karena dirinya.

Di sisi lain, saat itu Alya berusaha menelpon Milo. Milo pun kesal dan segera mematikan hp nya, begitu tahu Alya menelponnya. Alya kaget. Wisnu yang memperhatikan Sikap Alya, menjadi heran. Dia berusaha memberikan perhatianya pada Alya, namun Alya malah memarahinya.

Diandra tampaknya merindukan Wisnu. Maka dia segera menelpon Wisnu dan mengajaknya jalan jalan. Namun Wisnu menolak. Diandra pun kesal. Diana yang mengetahui hal itu berusaha menghiburnya.

Ketika Prayogo sedang bermain dengan Vino, Mitha (Julie) menghampirinya. Mitha menyatakan keinginannya, agar Prayogo mengakui Vino secara legal dan memberikan hak haknya. Sebab dia akan pergi melanjutkan hidupnya sendiri. Prayogo berjanji akan memenuhi permintaan Mitha (Julie), Namun dia menasehati Mitha (Julie) agar tidak pergi. Sebab Vino masih membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Julie berjanji akan memikirkan hal itu.

Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 21

Alya sedang mewawancarai Ferry. Ferry sendiri nampaknya terkesan dengan Alya. Disaat yang sama, Milo datang untuk menemui Ferry. Dia pun terkejut, melihat Alya baru saja mewawancarai Ferry. Ferry sendiri heran karena Alya dan Milo saling mengenal. Alya pun mengatakan kalau Milo adalah tunangannya. Milo pun terkejut mendengarnya. Tak lama kemudian Ferry kembali dan mengajak Milo masuk ruanganya. Feery sangat kagum dengan Alya. Sehingga dia tidak mempedulikan rancangan yang dibawa Milo. Ferry yakin jika Alya bergabung, maka apapun yang di produksi Milo, pasti laku terjual. Milo pun merasa nggak enak sendiri.

Sementara itu Mitha (Julie) mendatangi rumah Alya. maksudnya mau menjelaskan kesalahpahaman Alya terhadapnya. Namun karena Alya tidak ada, maka dia berniat pulang. Tapi Wisnu menahannya. keduanya pun berbincang. Wisnu menyatakan kesedianya mendengar keluh kesah Mitha. Sesaat kemudian Wisnu sudah siap mengantarkan Mitha pulang. Tetapi ketika saat akan keluar. Alya datang. Alya pun marah marah sama Mitha (Julie). Wisnu kaget melihat sikap kasar Alya. Wisnupun berusaha menenangkan Alya. Akhirnya Mitha menjelaskan maksud kedatanganya. Namun Alya tidak menggubris dan terus memarahinya. Bahkan mau menampar Mitha(Julie). Tetapi Wisnu menahannya, sehingga Alya terjatuh. Alya kaget. Dia menganggap Wisnu membela Mitha. Akhirnya Alya mengusir Mitha (Julie). Mitha pun pergi sambil menagis.

Mitha masih terus menangis, hingga tidak menyadari, dia sedang berjalan ditengah jalan. Padahal saat itu sebuah truck sedang melaju dengan kencang. Wisnu cemas. Dia lantas mempercepat larinya menyambar Mitha. Meski keduanya jatuh bergulingan, namun Wisnu lega karena Mitha (Julie) selamat. Dengan penuh perhatian, Wisnu membimbing Mitha ke pinggir jalan.

Dilain pihak, saat itu Murni tak sengaja menjatuhkan piring hingga pecah. Murni dan Ahmad pun cemas, teringat Julie. Dika yang kebetulan ada di rumah Ahmad. Pura pura perhatian. Akhirnya Ahmad menceritakan kalau mereka sebenarnya,sedang mencari Julie. Dika pun sok sedih dan berjanji membantu mencari Julie. Ahmad pun memberikan Foto Julie. Dika menjadi shock melihat foto itu.

Dika pura pura simpati dan berniat menolong Ahmad dan Murni mencari Julie. Dia lantas meminta Foto Julie. Dika pun menjadi sangat terkejut melihat foto itu. Sebab ternyata Julie adalah Mitha. Dika pun berfikir licik, memanfaatkan kondisi itu untuk keuntungannya. Sedangkan Ahmad dan Murni, tidak mengetahui Niat Dika yang sebenarnya. Mereka menganggap, Dika benar benar berniat membantu mereka.

Prayogo sedih dan terkejut, ketika Mitha menyatakan niatnya, akan pergi. Prayogo pun berusaha menahannya. Dengan alasan kasihan terhadap Vino, Prayogo meminta, agar Mitha (Julie) tidak jadi pergi. Mitha pun menjelaskan, bahwa dirinya sangat sayang terhadap Vino, namun dia tidak ingin kehadiranya di rumah ini, membawa keresahan, sebab Diandra dan Diana tidak menghendaki keberadaan. Mendengar itu, Prayogo segera mendatangi Dianda dan Diandra. Dia meminta, mereka bersikap baik terhadap Mitha (Julie). Tentu saja Diana dan Diandra menolak. Sebab mereka memang menginginkan kepergian Mitha (Julie). Prayogo pun meninggalkan mereka dengan marah.

Milo pulang dengan kesal. Mitha yang mengetahui hal itu menanyakan penyebabnya. Milo pun menjelaskan kalau dirinya sedang kesal. Lantaran Ferry mengajak Alya bergabung dalam kerja sama mereka. Mitha pun menenangkan Milo. sesaat kemudian, Mitha menanyakan rancangan desain miliknya, yang dibawa Milo tadi. Namun ternyata Milo telah menghilangkannya.

Dika sengaja memata-matai Mitha (Julie). Sehingga ketika Mitha (Julie) keluar untuk mencari buku rancanganya. Dika pun menghadangnya. Mitha (Julie) Kaget, berusaha menghindari. Namun Dika berhasil menahannya. Dika lantas mengatakan bahwa dirinya telah bertemu Ahmad dan Murni. Mitha pun kaget. Dia lantas menanyakan Alamat Ahmad dan Murni. Tentu saja Dika tidak memberitahunya. Dika bahkan mengacam akan mencelakai Ahmad dan Murni. Dia meminta Mitha, menyediakan uang sebesar Rp 25 juta, jika menginginkan Ahmad dan Murni selamat. Mitha pun terkejut, dia tidak mempunyai uang sebesar itu. Namun Dika tidak peduli dan mengatakan, bahwa "Mitha harus menuruti Instruksinya." Sambil berkata begitu, Dika menyerahkan sebuah HP pada Mitha (Juli). Mitha (Julie) pun tidak punya pilihan lain. Dia hanya bisa menangis sedih meratapi "uwaknya" yang ikut terseret dalam masalahnya.

Milo menelpon Mitha, menyatakan akan membatalkan kerja samanya dengan Ferry. sebab menurutnya, Ferry tidak bisa menghargai rancangan hasil karya Mitha. Mendengar itu Alya menjadi marah, dia mengatakan, bahwa Milo terkena pelet Mitha. Milo pun segera menutup telponya. Alya semakin kesal. Dia ingin balas dendam sama mitha. Sedangkan Milo sendiri yang akhirnya merasa bersalah telah menghilangkan buku Rancangan Mitha, akhirnya keluar rumah, mencari buku tersebut.

Dilain pihak, Mitha sendiri saat itu masih terpuruk ditrotoar, menangis sedih memikirkan keselamatan Ahmad dan Murni. Disaat yang sama. Milo yang sedang mencari buku rancangan tadi, akhirnya melihat Mitha. Milo mengira Mitha menangis karena kehilangan bukunya. Dia pun semakin merasa bersalah. Dia lantas menghentikan mobilnya, menghampiri Mitha dan meminta maaf karena telah menghilangkan buku rancangan Mitha. Untuk itu dia berjanji akan mencari buku tersebut. Mitha pun tesenyum mendengar ucapan Milo. Diapun mengatakan, telah memaafkan Milo. tetapi Dia juga meminta Milo menjauhinya, karena dia tidak ingin Milo ikut terlibat masalahnya. Untuk itu dia tidak mau pulang bareng Milo. Milo pun bingung dengan pernyataan Mitha. Dia hanya bisa menatap bingung, Mitha yang kemudian naik bajaj.

Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 22

Pagi hari, disaat Mitha sedang bingung dan cemas memikirkan kesalamatan Ahmad dan Murni, tiba tiba hp nya berdering. Ternyata dari Dika. Dika sendiri saat itu sedang di rumah Ahmad. Dia memerintahkan, Mitha mendegarkan percakapannya dengan Ahmad dan Murni. Dimana Ahmad dan Murni terkesan memuji Dika, karena Dika membelikannya sarapan. Setelah itu Dika mengancam Mitha lagi, agar segera mengupayakan uang yang dimintanya, jika tidak ingin mendengar jerit tangis Ahmad dan Murni. Mitha (Juli) pun hanya bisa menagis. Sementara Ahmad dan Murni sendiri, tidak mengetahui niat Dika yang sesungguhnya. Mereka berterimakaish karena Dika menjajikan akan segera menemukan Julie.

Milo akhirnya menemukan buku rancangan Mitha dibawah jok mobilnya. Maka Milo mengembalikan buku itu secara diam diam, meletakannya di meja. Akhirnya Mitha pun menemukan buku itu, tetapi dia tahu juga, kalau Milo yang meletakan buku itu. Dia mengira Milo berniat ngerjain dirinya. Mitha lantas menanyakan, "apakah bukunya itu laku kalau dijual?", Sebab dia butuh uang sebanyak Rp 25 juta. Milo pun kaget mendengarnya.

Prayogo memanggil Milo dan Diandra. Dia bertanya, apakah Milo keberatan dengan pengangkatan Diandra sebagai pengambil keputusan. Milo tidak keberatan. Dia malah senang. Sebab dia sudah bertekat akan membangun usaha sendiri. Diandara pun lega dengan jawaban Milo. Sedangkan Prayogo, sedih. Sebab sebetulnya, ia ingin Milo lah yang memegang perusahaanya.

Karena bingung mencari uang yang diminta Dika, maka Mitha menemui Prayogo. Kepada Prayogo, dia minta bantuan, agar dirinya dipekerjakan diperusahaannya. Prayogo pun berjanji, akan membicarakan hal itu dengan Diandra. Mendengar itu, Mitha pun ragu, Diandara mau menerimanya.

Milo hendak menemui Ferry sesuai dengan jadwal yang mereka janjikan. Namun ternyata Ferry pergi keluar kota, Milo pun kecewa karena Ferry tidak menepati janji.

Dilain pihak Diandra, sedang pamer kekuasaanya. Dengan berisikap sok tegas pada anak buahnya. Dia juga mengundang Wisnu makan di kantornya, untuk merayakan kesuksesan, menduduki posisi baru sebagai direktur utama. Tak lama kemudian seorang sekertaris memberitahunya kalau ada seseorang yang ingin bertemu. Diandara pun kesal. Namun akhirnya mempersilahkan orang tersebut masuk. Ternyata yang datang adalah Mitha (Julie). Diandra pun kesal, apalagi kedatangan Mitha, adalah untuk meminta pekerjaan. Karena benci terhadap Mitha, maka Diandra bersedia memberi pekerjaan Mitha, sebagai Cleaning Servis. Mitha dan Wisnu pun shock mendengar jawaban Diandra.

Wisnu kaget dan heran, Diandra tega mempekerjakan Mitha (Julie) sebagai Cleaning Servis. Mitha sendiri tidak punya pilihan lain, maka dia pun menerima saja pekerjaan tersebut. Diandra pun puas, merasa bisa membalas sakit hatinya pada Mitha. Dan ketika melihat Wisnu memperhatikan Mitha (Julie.) Dia pun cemburu. Maka dia segera mengajak paksa Wisnu makan siang bersamanya.

Milo sedang disebuah café. Ketika Ferry menelponya. Tanpa menghiraukan penjelasan Milo yang memang baru mencarinya, Ferry menyerocos memuji Milo, yang dianggapnya beruntung karena mempunyai tunangan secantik dan sepandai Alya. Akhirnya Milo menjelaskan bahwa Alya bukan tunanganya. Mendengar itu Ferry menjadi senang. Dia lantas berjanji akan segera memuluskan kontrak kerja sama mereka, asal Milo mau membantunya dalam mendekati Alya. setelah itu Ferry menutup telpon, tanpa menghiraukan Milo yang akan menjelaskan sesuatu padanya. Milo pun kesal.

Karena masih kesal, maka Milo tidak konsentrasi dalam mengemudi, sehinga mobilnya menabrak mobil yang dikendarai empat pemuda. Mereka marah dan minta ganti rugi. Milo menurutinya. Namun karena dianggap kurang, Keempat pemuda itu berusaha merebut Dompet dan jam tangan Milo. Milo pun marah. Keempat pemuda itu pun lantas mengeroyok Milo.

Alya yang datang kerumah Prayogo menjadi terkejut, melihat Milo yang babak Belur. Dia pura pura perhatian, merawat luka Milo. Namun Milo malah menepisnya dan menyuruh Alya untuk tidak memikirkanya. Milo lantas mengatakan akan membatalkan kerjasamanya dengan Ferry, lantaran Fery menginginkan dirinya menjadi mak comblang, untuk mendekati Alya. Alya pun kaget.

Karena masih kebayang dengan wajah Wisnu, Diandra tidak memperhatikan jalannya. Sehingga dia terpeselet. Diandra pun menyalahkan Mitha karena Mitha yang mengepel lantai itu. Sementara itu, Mitha (Julie) yang mendengar jerit Diandra memanggilnya, bergegas menghampiri. Mitha Pun kaget melihat Diandra terpeselet. Sedang Diandra sendiri, begitu melihat kedatangan Mitha (Julie), langsung menumpahkan kemarahanaya. Merasa tidak cukup hanya dengan memaki maki. Diandara lantas memecat Mitha (Julie). Mitha (Julie) pun menghiba agar tidak di pecat, sebab dia butuh pekerjaan. Apalagi kejadian tersebut bukan salahnya. Namun Diandra tidak peduli. Dia lantas memanggil satpam untuk mengusir Mitha.

Dengan perasaan sedih, Mitha Keluar dari Kantor.

Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 24

Sebenarnya Ahmad melihat ketika Julie melarikan diri. Namun dia tidak tahu jika itu adalah Julie. Sedangkan Dika, menjadi kesal karena tidak bisa mengejar Julie. Maka ketika Ahmad menanyakan padanya, apakah dia telah menemukan Julie? Dika berbohong, mengatakan belum. Ahmad percaya.

Sementara itu, Mitha (Julie) sudah sampai di rumah. Baru saja dia merasa lega, tiba tiba Dika menelponya. Dika menyuruh Mitha (Julie) menemuinya kembali. Tentu saja Mitha (Julie) menolak. Mitha (Julie) bahkan menjanjikan akan memberikan uang yang diminta Dika. Tetapi Dika tidak mau. Dia tetap memaksa agar Mitha (Julie) menemuinya. Jika Mitha menolak, maka dia akan membunuh Ahmad dan Murni. Julie pun ketakutan dan kebingungan.

Wisnu tengah gelisah di kamarnya. Dia terbayang-bayang, saat-saatnya bersama Mitha (Julie). Wisnu pun tidak bisa menahan rasa kangenya. Dilain pihak, ternyata Diandra tengah melamunkan Wisnu. Meski begitu dia juga merasa kesal, karena Wisnu sepertinya tidak menanggapi dirinya.

Pagi hari, Milo terbangun ketika Alya mengusap kepalanya. Milo heran dengan kedatangan Alya. Alya pun menjelaskan, bahwa semalam Milo memintanya datang. Namun Milo malah teringat, saat dirinya ditolak oleh Mitha (Julie). Tiba-tiba Milo memanggil bibik. Dia meminta bibik menyuruh Mitha (Julie), membuatkan kopi. Alya heran

Mitha, Prayogo, Diana dan Diandra sedang sarapan, ketika bibik datang menyampaikan pesan Milo pada Mitha (Julie) bahwa Milo meminta Mitha, membuatkan Kopi. Prayogo kaget mendengarnya. Sedang Diandra, menggunakan kesempatan itu. Dia mengatakan bahwa Mitha (Julie) memang "pantasnya jadi pembantu." Tentu saja Prayogo marah atas pernyataan Diandra. Mitha pun segera menengahi dan kemudian bergegas membuatkan Kopi untuk Milo. Prayogo menjadi terharu dengan ketulusan Mitha (Julie)

Ternyata Milo berniat memana-manasi Mitha (Julie), untuk melihat apakah Mitha Cemburu? Maka ketika Mitha (Julie) membawakan Kopi untuknya, Milo segera bersikap mesra pada Alya. Alya tentu saja senang, sebab dia tidak tahu niat Milo sesungguhnya. Sedangkan Mitha sendiri, merasa risih dan segera pergi, setelah meletakan kopi di meja. Milo yang melihat kecemburuan di wajah Mitha (Julie), merasa senang. Dia lantas mendorong Alya. Alya akhirnya mengerti maksud Milo. Maka dia marah marah. Tetapi Milo tidak mempedulikan dan tidak mau peduli terhadap Alya. Alya pun tidak bisa apa apa.

Diandra sangat senang ketika Wisnu datang. Dia mengira, Wisnu datang untuknya. Namun dia menjadi kecewa, sebab Wisnu ternyata mau menemui Mitha (Julie). Sedang Mitha (Julie) sendiri, menjadi khawatir. Dia takut kalau Wisnu menceritakan perihal hutangnya, pada keluarga Prayogo.

Dilain pihak, Wisnu yang tengah menunggu, menjadi kaget melihat Alya bergegas keluar, karena bertengkar dengan Milo. Saat itulah Mitha (Julie) dan Prayogo muncul. Maka Wisnu pun segera menyatakan maksudnya yaitu melamar Mitha (Julie). Semua kaget mendengarnya. Diandra berhambur masuk kamar, kecewa. Milo terpuruk frustasi, namun tidak bisa apa-apa. Sedangkan Alya, langsung berkata pada Milo bahwa hal itu adalah balasan, karena Milo mempermainkanya. Hanya Prayogo saja yang bersikap bijaksana. Dia mempersilahkan Mitha (Julie) menjawab lamaran Wisnu, tanpa harus merasa sungkan pada mereka. Namun Mitha (Julie) mengatakan, bahwa dirinya belum siap memberikan jawaban. Wisnu pun memahami dan bersedia menunggu jawaban Mitha (Julie).

Kejadian tersebut membuat Diandra marah, memecahkan barang-barang di kamarnya. Dia juga histeris dan Shock. Akhirnya Prayogo dan Diana mendatangkan Dokter untuk menenangkanya. Disisi lain, Milo menjadi Frustasi. Dia khawatir Mitha (Julie) menerima lamaran Wisnu. Sedangkan Mitha (Julie) sendiri, bingung tidak tahu harus bagaimana.

Berbeda dengan Diana yang sangat membenci dan mengangap Mitha (Julie) sebagai pembawa sial bagi Diandra. Prayogo malah sangat sayang. Dia bahkan mendukung, jika Mitha menerima lamaran Wisnu. Dia juga menyatakan kesediaanya menerima Vino, jika setelah menikah kelak, Mitha (Julie) ingin menitipkan Vino padanya.

Milo yang merasa frustasi, akhirnya pergi ke sebuah Café. Ternyata Alya juga ada di café itu. Maka keduanya pun bertemu. Alya segera menghampiri Milo. Dia mengatakan bahwa Mitha tidak mungkin menolak lamaran Wisnu. Bagi Alya, Hal itu adalah pertanda bahwa Milo dan dirinya memang berjodoh. Milo pun kesal mendengar ocehan Alya.

Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 28

Dari Foto foto Arvino dan Mitha itulah Alya Akhirnya tahu, bahwa Mitha yang ada di rumah Milo, bukanlah Mitha istrinya Arvino. Alya pun senang, dia berniat membongkar rahasia Mitha (Julie).

Saat terbangun, Julie membaca pesan Milo yang di letakan di meja kamarnya. Julie merasa bahagia karena Milo mengajaknya sarapan berduaan. Namun saat akan menemui Milo, dia bertemu Diana. Dan seperti biasanya, Diana menunjukan kebencianya. Kembali Diana memojokan Mitha (Julie). Akhirnya Julie pun bersuara. Dia mengatakan, pasti akan pergi dari kehidupan Diana, jika Vino sudah resmi di adopsi oleh Prayogo. Prayogo terkejut mendengar pernyataan Julie. Sebab sebenarnya, Prayogo tidak ingin Julie pergi. Maka Prayogo menasehatinya, melarang Mitha (Julie) pergi. Dia juga menawarkan pada Mitha (Julie) untuk bekerja pada sebuah perusahaanya.

Alya bertekad untuk segera membongkar penyamaran Mitha. Dia lantas menelpon Milo dan mengajaknya bertemu, saat makan siang nanti. Semula Milo menolak, namun karena Alya ngotot bertemu untuk membicarakan sesuatu, maka Milo pun bersedia.

Menyadari Diana tidak begitu suka dirinya mengadopsi Vino, maka Prayogo mengingatkan agar Diana tidak mencelaki Vino. Sebab siapapun yang mencelaki Vino , akan berhadapan dengannya. Mendengar itu, Diana kesal.

Dilain pihak, Mitha (Julie) ragu ragu ketika akan menadatangani surat adopsi Vino, sebab dirinya bukanlah Mitha, istri Arvino. Namun demi kebaikan Vino, maka dia pun menandatangani surat tersebut. Vino telah sah di adopsi, Prayogo puas dan bahagia. Disisi lain, Julie yang merasa kehilangan Vino, menjadi sedih. Prayogo menyadari hal itu. Dia lantas menghibur, serta memintanya tidak pergi.

Wisnu heran melihat Alya terburu-buru ke kantor sambil membawa beberapa Foto. Dia pun menanyakannya? Tapi Alya malah balik menanyakan soal hubungan Wisnu dengan Mitha (Julie). Sebab menurutnya, Mitha (Julie) adalah gadis misterius. Artinya bisa saja Mitha itu adalah penipu. Wisnu tertegun mendegar ucapan Alya.

Dari kantornya, Alya menelpon perusahaan tempat, almarhum Arvino pernah bekerja. Dia mencari informasi tentang Mitha istri Arvino. Dari informasi yang didapatnya itulah, Alya semakin yakin kalau Mitha yang sekarang ada di rumah Milo, bukanlah Mitha yang asli. Maka dia lantas menelpon Milo dan mengajaknya bertemu. Niatnya adalah untuk membongkar penyamaran Mitha (Julie).

Milo yang mengetahui rencana kepergian Mitha (Julie), berusaha mencegahnya. Tetapi Julie tetap pada keputusanya. sebab Julie merasa, keberadaanya tidak di harapkan oleh Diandra dan Diana. Mendengar itu, Milo berjanji akan melindungi Mitha (Julie), sebab sangat mencintai Mitha (Julie). Akhirnya Mitha (Julie) menjelaskan, bahwa dirinya memang pergi dari rumah Milo, namun bukan berarti pergi dari hati Milo. Selain itu Julie mengatakan, dirinya sangat kagum pada Milo, karena Milo masih mau menerimanya, meski sudah tahu siapa dirinya. Milo jadi heran tidak mengerti maksud Mitha (Julie). Julie sendiri tak kalah kagetnya, karena Milo terkesan belum tahu siapa dirinya. Maka Julie pun menjelaskan maksudnya. Tetapi baru saja mulai bicara, tiba-tiba HP Milo berdering. Ternyata telpon dari Alya yang meminta Milo menemuinya. Milo pun bergegas pergi, sehingga Mitha tidak bisa menjelaskan pada Milo, siapa dirinya yang sebenarnya. Karena tidak bisa menjelaskan secara langsung, maka Mitha pun menulis pesan dan meletakannya di meja kamar Milo.

Dengan menitikan air mata, Mitha meninggalkan Vino dalam gendongan Bik Sri. Meski bukan anak kandungnya, namun Ikatan emosi yang terbentuk sudah demikan kuat, sehingga ketika akan berangkat, tiba tiba Vino memegang jemarinya, seakan melarangnya pergi.

Milo dan Alya bertemu disebuah Café. Milo kesal Alya belum juga menjelaskan maksudnya, mengulur waktu. Padahal dirinya harus segera menemui Mitha (Julie) yang akan meninggalkan rumahnya. Karena di desak, akhirnya Alya pun menunjukan Foto Mihta istri Arvino yang sesungguhnya. Dia lantas menjelaskan kalau Mitha yang ada di rumah Milo, bukanlah istri Arvino. Milo pun shock mengetahuinya.

Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 29

Milo dan Alya bertemu disebuah Café. Milo kesal Alya belum juga menjelaskan maksudnya, mengulur waktu. Padahal dirinya harus segera menemui Mitha (Julie) yang akan meninggalkan rumahnya. Karena di desak, akhirnya Alya pun menujukan Foto Mitha istri Arvino yang sesungguhnya. Dia lantas menjelaskan kalau Mitha yang ada di rumah Milo, bukanlah istri Arvino. Milo pun shock mengetahuinya.

Milo shock ketika Alya menunjukan foto-foto Arvino dan istrinya serta mengatakan bahwa Mitha yang ada dirumah Milo bukanlah istri Arvino. Milo pun kaget, mengetahui hal itu. Dia lantas bergegas pulang dengan penuh amarah

Sampai di rumah, Milo langsung memberondong Julie dengan pertanyaan dan menuduhnya sebagai penipu. Prayogo yang baru pulang kaget dengan sikap kasar Milo pada Julie. Milo lantas menjelaskan pada Mereka, kalau Mitha (Julie) bukanlah istri Arvino. Akhirnya Diana dan Diandra, ikut ikutan memojokan Julie. Julie terpojok dan ketakutan tidak bisa menjelaskan. Prayogo shock bertanya-tanya siapa sebenarnya Julie?. Alya yang memperhatikan dari tempatnya sembunyi merasa puas. Namun kegembiraannya tidak berlangsung lama karena pihak kantor menelponnya, memintanya segera datang.

Dengan berat hati Julie menitipkan Vino pada bik Sri. Dikecupnya Vino dengan penuh kasih sayang untuk kemudian pergi meninggalkan Rumah Milo. namun saat melewati ruang setrika dia melihat baju Milo yang pernah di setrikanya. Tersentak dia akan kenanganya dengan Milo. maka diambilnya baju itu sebagi pengobat rindunya akan Milo.

Sementara itu, Alya di kantornya tersenyum puas penuh kemenangan, memandangi foto-foto Arvino bersama Mitha. Dia berniat menunjukan Foto-foto itu pada keluarga Prayogo.

Dilain pihak, Milo sedang sedih dan bingung. Benaknya penuh pertanyaan kenapa, mengapa dan siapa sebenarnya Mitha hingga mengaku sebagai istri Arvino.

Julie masih juga belum mendapatkan tempat kost. Dia terus berjalan hingga secara tak sadar sampai didepan rumah Wisnu. Sekilas tersirat dalam benaknya untuk meminta bantuan Wisnu. Namun Mitha kemudian tersadar, bahwa dirinya tidak boleh merepotkan Wisnu lagi. Julie Pun kembali meneruskan jalanya, mencari tempat kost.

Milo yang baru datang, dan menemukan surat pamit Mitha (Julie). dia akhirnya sadar kalau Mitha (Julie) tidak berbohong. maka dia pun bergegas mencari Julie.

Milo mencari Mitha (Julie) ke rumah Wisnu. Dari situlah, Wisnu akhirnya tahu kalau Mitha (Julie) kabur dari rumah Milo. Dia menjadi cemas akan keselamatan Mitha.

Wisnu merasa, kepergian Mitha ada hubungannya dengan Alya. Maka Wisnu menanyakan, apa yang dilakukan Alya, Sehingga Mitha kabur dari rumah Proyogo? Alya menjadi kesal dan balik marah. Dia mengatakan bahwa Mitha (Julie) adalah seorang penipu yang berniat menguras harta Prayogo. Wisnu tentu saja menyanggah tuduhan Alya. Dia menjelaskan, apa yang di lakukan Mitha (Julie) adalah untuk kebaikan Vino. Namun Alya malah menuduh Wisnu berkomplot dengan Mitha (Julie).

Karena belum mendapatkan tempat kost, maka Julie tertidur di sebuah post satpam. Namun tak lama berselang, dia terbangun karena memimpikan Vino yang sedang dikasari oleh Diana dan Diandra. Juli pun menjadi cemas akan keselamatan Vino. Akhirnya berniat kembali ke rumah Prayogo. Dalam perjalanannya dia dihadang oleh tiga orang preman yang mabuk. Julie berusaha melarikan diri, tapi preman preman itu berhasil menangkapnya. Saat itu Milo sampai ditempat yang sama, berteriak memanggil Julie. Namun karena Julie sedang dibekap oleh ketiga preman, maka Milo tidak melihatnya. Oleh karena itu Milo pun pergi lagi. Julie sendiri hampir putus asa. Tetapi disaat kritis, tiba tiba keberanianya muncul. Dengan sebatang kayu yang ditemukan disebelahnya, Julie berhasil mengalahkan preman mabuk itu dan melarikan diri.

Julie kembali kerumah Prayogo dengan pakaian yang awut awutan. Semua kaget melihatnya. Prayogo menegur Julie karena telah meninggalkan Vino. Julie pun menjelaskan alasannya. Sedangkan Milo menjadi senang dengan kedatangan Julie. Maka Milo pun menumpahkan seluruh sisi hatinya pada Julie, hingga akhirnya Milo menyatakan melamar Julie.

Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 30

Milo tidak marah karena memahami alasan Julie menyamar sebagai Mitha. Dia bahkan memeluk Julie mesra, sambil mengutarakan cintanya. Tidak sampai disitu saja. Milo juga berniat melamar Julie, sebab Julie bukan kakak iparnya. Julie pun merasa bahagia. Namun dia juga resah karena dibayangi ketakutan akan kemarahan keluarga Milo yang sudah mengetahui kalau dia bukanlah Mitha. Namun Milo kembali menguatkannya. Sementara itu Alya yang mengintip dari luar kamar, menjadi murka. Maka ketika Julie keluar, Alya menekannya. Dia mengancam akan membongkar penyamaran Julie dan memberitahukan kalau Julie pernah ditangkap disebuah hotel sebagai pelacur, jika Julie tidak menjauhi Milo. Semula Julie takut. Namun tiba tiba keberaniaanya muncul, dia memutuskan tidak akan menjauhi Milo. Untuk itu dia mempersilahkan Alya membeberkan semuanya. Sebab dia tidak bersalah dan penangkapannya di hotel tersebut, hanyalah sebuah kesalah pahaman. Julie yakin kebenaran akan menang. Alya kaget atas pernyataan Julie itu.

Diana yang hendak memprovokasi Prayogo agar segera mengusir Julie, menjadi terkejut dan histeris karena Prayogo ternyata pingsan. Diandara dan Milo pun kalut. Tetapi Milo masih sempat memanggilkan Dokter. Julie yang juga gelisah menyongsong masuk kamar Prayogo untuk menenggoknya. Tetapi Diana dan Diandra memarahinya. Milo pun berusaha menengahi. Namun nampaknya Diana dan Diandra masih tidak terima. Sehingga ketika dokter yang menangani Prayogo pulang. Mereka kembali memojokan Julie.

Di lain pihak. Rupanya Murni mulai merasa keberatan atas biaya perawatan Dika yang mulai membengkak. Dia membicarakan masalah itu pada Ahmad. Ahmad sebetulnya juga merasa terbebani dengan biaya tersebut. Namun karena keinginannya untuk menolong Dika sangat Kuat, maka Ahmad berencana mencari pekerjaan tambahan. Ahmad juga berniat meminta bantuan Prayogo dalam membiayai pengobatan Dika. Dika yang mendegar percakapan mereka, akhirnya berfikir keras.

Alya mengadukan hubungan antara Milo dan Julie pada Diandara. Dia juga meminta bantuan Diandra, menjauhkan Milo dari Julie. Saat itu, Diana datang. Maka dia pun ikut nimbrung membicarakan Milo dan Julie. Milo keluar hendak membeli obat, mengetahui hal itu. Milo paham jika ketiganya membicarakan Julie. Akhirnya Milo menegur dan melarang mereka menjahati Julie. Mendengar itu Diandra marah. Tetapi Milo malah menegaskan bahwa dirinya akan membela Julie, jika mereka berbuat jahat terhadapnya. Alya, Diandra dan Diana pun kesal.

Alya kembali memprovokasi Diana dan Diandra. Dia mengatakan bahwa jika kelak Milo benar benar menikah dengan Julie dan punya anak, maka mereka tidak akan punya kesempatan mendapatkan warisan Prayogo. rupanya Diana dan Diandra termakan hasutan Alya. Maka mereka pun setuju, ketika Alya merencanakan sesuatu. Ketiganya lantas bergegas menuju kamar Julie.

Julie yang sedang menidurkan Vino menjadi kaget, ketika Alya dan Diana serta Diandra masuk kamarnya sambil marah-marah. Alya bahkan menampar dan mencengkram Julie, mengancamnya agar menjauhi Milo. Rupanya Julie sudah bosan diperlakukan kasar oleh mereka, sehingga melawan. Julie balik mendorong, hingga Alya terhempas menimpa Diandra. Mereka pun kaget dengan perlawanan Julie, namun segera melawan Julie lagi. keributan itu membuat Vino terbangun dan menangis.Milo yang baru datang dan mendegar suara tangis Vino, bergegas menuju kamar Julie. Alya Diana dan Diandra pun cemas, Milo mengetahui perbuatan mereka terhadap Julie. Maka katiganya segera ngumpet di dalam Almari. Julie memang tidak mengadukan perbuatan mereka ke Milo. Tetapi dia mengunci mereka didalam Almari, ketika mengajaknya pergi keluar. Diandara Alya dan Diana pun tersekap dalam Almari.

Diana dan Diandra kembali mengusir Julie. Julie akhirnya tertantang juga. Dengan tegas Julie mengatakan bahwa dirinya memang berniat pergi dari rumah mereka. Tetapi sesaat kemudian, dia teringat janjinya untuk tidak meningalkan Milo Julie pun bimbang dengan keputusannya. Tetapi karena Diana dan Diandra mengancam akan mencelaki Vino, jika Julie tidak segera membawanya pergi, maka Julie pun memtuskan akan segera pergi. Sorenya, dia membawa Vino pergi setelah pamit pada Prayogo. Prayogo tentu saja kaget dan mencegahnya. Namun demi keselamatan Vino, Julie tetap pergi.

Alya merebut Vino dari gendongan Julie. Setelah itu dia memaksa Julie menulis surat perpisahan agar Milo tidak mencarinya lagi. karena khawatir akan keselamatan Vino, maka Julie pun menuruti perintah Alya. Alya kemudian mengunjungi Prayogo dan menitipkan surat tersebut, untuk diserahkan pada Milo.

Diana mendatangi Wisnu di rumahnya. Dengan memelas, dia mempengaruhi Wisnu agar mau menjenguk dan menerima cinta Diandra. Karena merasa iba dengan cerita dan sikap Diana yang memelas itu, maka Wisnu pun menuruti Diana. Dia lantas mengujungi Diandra dan mengajaknya makan malam bersama. Diandra tentu saja senang.

Dilain Pihak, Milo marah marah. Dia memecahkan Vas bunga hingga tangannya berdarah, ketika mengetahui Julie telah pergi. Dia menyalahkan Diana, sebab Diana lah yang membuat Julie pergi. Diana sendiri tidak mau disalahkan, namun dia juga tampak shock ketika tahu tangan Milo berdarah.

Milo yang berhasil menyusul, meminta Julie menjelaskan kenapa meninggalkanya. Milo juga berjanji akan melindungi, jika kepergian Julie itu akibat ancaman dari sesorang. Selain itu Milo juga menanyakan kebenaran surat Julie yang diterimanya. Julie hanya bisa menangis, tidak berani menceritakan yang sesungguhnya, karena mengkhawatirkan keselamatan Vino dari ancaman Alya, Diana dan Diandra. Maka dia terpaksa berbohong dengan mengatakan bahwa dirinya sengaja menjauhi Milo karena sudah menemukan hidupnya. Milo shock mendengarnya, merasa tak percaya. Namun dia akhirnya pergi juga karena secarac tak sengaja melihat Foto Dika diruangan itu. Hal itu membuatnya teringat saat saat kedatangan Dika ke rumahnya, dimana Dika mengaku sebagai pacar Julie.

Sepeninggal Milo, pertahanan Julie pun ambrol. Dia menangis, menyesal telah membuat Milo sakit hati. Maka dia pun bergegas menyusulnya. Julie akhirnya melihat Milo keluar dari sebuah toko. Namun Milo tidak melihatnya. Milo sendiri sebenarnya baru membeli lonceng untuk Julie. Namun ketika teringat ucapan Julie yang sudah tidak menginginkannya lagi. Maka Milo pun membanting lonceng itu dan beranjak pergi tanpa menyadari kehadiran Julie.

Malam hari ketika Alya dalam perjalanan pulang dari kantornya, Wisnu menelpon menanyakan keberadaanya. Wisnu meminta Alya pulang. Namun Alya malah bersikeras akan mencari Milo. Hingga pada Akhirnya dia melihat Milo jalan sempoyongan, mabuk berat. Alya pun mengantarnya pulang. Menyadari Milo menjadi seperti itu karena Julie, maka Alya pun semakin benci pada Julie.

Pagi hari. Keluarga Prayogo dikejutkan dengan Milo yang terbujur kaku diranjanganya. Nampak beberapa butir obat berceceran dilantai, mengesankan Milo over Dosis. Seisi Rumah Histeris ketika Dokter memvonis bahwa Milo telah meninggal. Sementara itu, di depan rumah Prayogo, nampak Julie memperhatikan Ambulance dengan cemas. Maka ketika melihat Jenazah Milo diangkut masuk ambulance, Julie pun berhambur mengejarnya. Tetapi Diana dan Diandra menghalangi, tidak memperbolehkanya melihat Jenazah Milo. Julie pun menangis meraung raung, memandangi ambulan yang membawa jenazah Milo pergi. Julie histeris hingga akhirnya dia terbangun dari tidurnya. Ternyata Julie bermimipi. Dia bersyukur, semua itu hanya terjadi dalam mimpinya. Maka Dia pun berniat akan menemui Milo dan menyatakan perasaan yang sesungguhnya, esok harinya.

Diana terkejut melihat Kedatangan Alya yang membopong Milo. Alya lantas menjelaskan semuanya. Diana yang memang ingin menjodohkan Milo dengan Alya, akhirnya memaksa Alya menginap di rumahnya. Alya pun tidur dengan Diandra. keduanya merasa cocok karena sama sama mencintai saudara masing masing.

Pagi hari, Alya segera berteriak memerintahkan satpam melarang Julie masuk, begitu dia melihat Julie di depan halaman rumah. Akhirnya ketika Julie datang, satpam pun melarangnya masuk.

Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 33

Dua tahun kemudian, Julie telah menjadi perancang mode terkenal. Julie turun dari sebuah mobil mewah diiringi beberapa Bodyguard. Para wartawan berebut mewawancarainya. Dengan telaten Julie menjawab pertanyaan Wartawan. Julie berencana membuka sebuah butik.

Di sisi lain, Milo sekarang bekerja pada sebuah perusahaan EO yang kebetulan menangani pembukaan butik Milik Julie. Milo pun tidak sabar ingin bertemu dengan Julie. Hal itu membuatnya dicemooh oleh karyawan lain yang tidak tahu, sejarah hubungan Milo dengan Julie.

Perusahaan Diandra, "Fashionita" mengalami penurunan drastis, beberapa karyawan pentingnya bahkan bergabung dengan perusahaan milik Julie. Diandra tidak mau instropeksi diri, tetapi malah menganggap perusahaan Julie lah yang membuat kemunduran perusahaannya. Hal itu menjadikan Diandra semakin membenci dan ingin menghancurkan Julie. Maka dia meminta batuan Alya. Alya pun demikian. Dendam lamanya pada Julie belum juga terkikis. Sehingga dia menyanggupi membantu Diandra. Dia bahkan telah menyiapkan suatu rencana untuk menghancurkan Julie, yang akan dilaksanakan saat acara pembukaan butik Julie yang baru. Maka Alya pun kembali menyewa Dika untuk melaksanakan rencana jahatnya itu. Dengan pongah Dika menjamin, rencana jahat mereka akan berjalan sempurna.

Ditengah keberhasilannya, ternyata Julie masih memendam kerinduan pada Milo. Sehingga ketika sekretarisnya memberitahu bahwa seorang agency mereka di Singapura yang bernama Milo menelpon,Julie langsung terhenyak. Namun akhirnya dia menyadari kalau yang dimaksud itu, bukanlah Milo cinta sejatinya.

Televisi menampilkan tayangan Julie yang sedang diwawancarai wartawan. Ahmad yang melihat siaran itu di rumahnya merasa bangga. Sedangkan Julie sendiri berubah wajahnya, ketika wartawan menayakan siapa lelaki yang mengisi hatinya. Dilain Pihak, Milo yang juga menyaksikan tayangan itu dari televisi di depan butik Julie, menjadi berbinar memperhatikan perubahan wajah Julie. Milo pun melamunkan saat-saat terakhirnya, dimana Julie pergi meningalkannya dengan marah. Rupanya supervisor Milo mengetahui hal itu. Dia pun menegur Milo, agar tidak melamun. Milo pun bergegas pulang. Saat Milo pergi itulah, Dika dengan penyamarannya, diam-diam masuk butik.

Ahmad ingin Julie segera menikah. Dia berniat menjodohkanya dengan seseorang. Tetapi Julie menolak, sebab masih mencintai Milo. Ahmad pun menasehati, agar Julie melupakan Milo dan memulai kehidupan baru dan menikah. Julie dengan sopan mengaku tidak ingin membahas masalah itu.

Malam hari, Tempat peresmian butik Julie telah ramai. Beberapa wartawan juga hadir untuk meliput acara itu. Tampak Milo hadir dengan penampilan biasa. Wajahnya terkesan antusias, ingin melihat Julie. Tak lama kemudian mobil yang membawa Julie datang. Wartawan pun berebut mewawancarainya. Acara peresmian telah dimulai. Julie siap menggunting pita. Diantara kerumunan orang, tampak Dika tersenyum puas melihatnya. Rupanya Dika telah memasang seutas kabel kecil dibalik pita, untuk menyabotasenya. Julie sendiri tidak menyadari hal itu. Maka ketika pita telah digunting, sebuah lampu Jatuh dan membakar kain kain di ruang itu. Suasana jadi kacau. Orang-orang berhamburan keluar. Sedangkan Julie sendiri terperangkap kebakaran, tidak bisa keluar. Julie akhirnya pingsan ditelan pekatnya asap. Di saat yang kritis itu, Milo menolongnya. Dengan menggunakan sebuah manequin, Milo mendobrak pintu samping. Dia lantas membopong tubuh Julie keluar, membawanya ke sebuah taman. Milo lantas berusaha membangunkan Julie. Akhirnya Julie siuman. Dia tampak kaget senang, melihat Milo. Namun rasa gengsi membuatnya menutupi kegembiraannya itu. Sejenak kemudian, dia marah dan menuduh Milo sebagai orang yang membakar butiknya dan mau berbuat yang tidak tidak padanya. Milo tersinggung, perbuatan baiknya di salah artikan. Maka dia pun bergegas pergi. Julie sendiri akhirnya menyesali tindakannya, Di sisi lain, Milo yang sudah pergi, akhirnya kembali lagi karena kasihan. Dia lantas menawarkan diri mengantar Julie pulang. Karena masih gengsi, Julie menolak. Milo tidak mengubris. Dia memaksa mengantar Julie. Akhirnya Julie pun menurut. Saat sampai di rumah Julie, keduanya berpisah tanpa banyak kata.

Ahmad yang gelisah mencemaskan Julie, akhirnya lega ketika Julie pulang dengan selamat. Dia menyarankan agar Julie berterimakasih pada orang yang menolongya dari kebakaran tadi. Namun dia menjadi terkejut ketika Julie mengatakan bahwa yang menolongnya adalah Milo. Ahmad pun berasumsi kalau Milo yang membakar butik Julie. Namun Julie merasa bahwa Milo tidak mungkin berbuat jahat padanya.

Saat di kamarnya, Julie kembali menyesali sikap kasarnya pada Milo. Disaat yang sama, Milo yang juga sudah sampai di rumahnya, merenungkan kembali pertemuanya dengan Julie tadi. Dia heran dan sedih atas sikap Kasar Julie. Milo pun hanya bisa mendesah, memandangi gambar Julie di cover majalah. Rupanya Alya mengetahui hal itu. Dia lantas menyuruh Milo melupakan Julie, menurutnya Julie tidak mencintai Milo, karena sudah dua tahun Julie tidak mencari Milo dan tidak berusaha menemuinya. Milo pun mengaku bahwa dirinya masih mencintai Julie. Milo bahkan mengaku baru saja menyelamatkan nyawa Julie. Alya shock mendengarnya. Dia lantas pergi dengan penuh kekesalan dan kekecewaan.

Milo tidak yakin Jika Julie melupakanya. Maka dia pun bertekad menemui Julie untuk memastikan apakah Julie masih mencintainya. Maka Milo pun pergi ke rumah Julie. Tetapi karena keamanan rumah Julie sangat ketat, maka Milo harus berusha ekstra keras untuk menyelinap masuk. Setelah berhasil lolos dari security dan anjing penjaga, akhirnya Milo berhasil bertemu Julie. Julie kaget melihat kedatangan Milo. Sinar cinta nampak masih terpancar di wajahnya. Namun karena persolan gengsi, maka Julie segera bersikap berbeda. Dia marah atas penyelinapan Milo ke rumahnya. Namun Milo tidak peduli. Dia terus saja menanyakan perasaan Julie padanya. Milo bahkan menantang Julie mengatakan "tidak," bila memang tidak mencintainya. Ternyata Julie tidak bisa berkata apa apa. Bagi Milo hal itu menandakan bahwa Julie masih mencintainya. Maka dia segera menggenggam tangan Julie. sejenak Julie merasakan getaran cinta menyelimuti jiwanya. Dia membiarkan Milo mengenggamnya. Tetapi tiba tiba dia menyentakkan tangannya dengan kasar. Setelah itu dia mengatakan bahwa dirinya tidak mencintai Milo. Milo pun kaget, apa lagi kemudian Julie berteriak memanggil satpam untuk mengusir Milo. Ahmad yang mendengar teriakan Julie, segera datang. Milo berusaha menjelaskan pada Ahmad bahwa dirinya datang karena masih mencintai Julie. Namun Ahmad tidak peduli. Dia marah marah dan menyumpahi keluarga Milo, yang dianggapnya membunuh Murni dan Vino. Julie pun tidak tega, dia meminta Ahmad tidak memarahi Milo. Di sisi lain Milo masih berusha meyakinkan Ahmad kalau cintanya lah yang membuatnya datang. Ahmad dengan marah mengingatkan bahwa sekarang Milo bukan siapa-siapa dan tidak bisa memberi apa-apa pada Julie. Milo tersentak kaget dan berusaha menguasai diri. Milo membenarkan omonngan Ahmad karena dirinya memang tidak bisa memberi apa-apa pada Julie, selain cinta yang tulus. Julie pun tak kuasa membendung air matanya mendengar pernyataan Milo itu. Sedangkan Ahmad masih berusaha mengusir Milo. dia akhirnya menyerahkan selembar cek pada Milo, sebagai kompensasi karena telah menyelamatkan Julie dari kebakaran. Milo pun tersinggung, maka dia merobek-robek cek tersebut. Akhirnya Ahmad menantang Milo, bahwa jika Milo memang berniat menikahi Julie, maka Milo harus bisa mendapatkan uang satu milyar, dalam satu bulan. Milo pun tertantang. Dia lantas mengengam tangan Julie dan berjanji akan datang lagi satu bulan lagi, sambil membawa uang yang dimaksud. Setelah Milo pergi, Julie pun menangis. Dia tahu kalu Milo tidak mampu mendapatkan uang tersebut dalam waktu satu bulan. Ahmad mengingatkan bahwa memang itulah maksudnya. Sebab dia tidak rela, Julie menikah dengan Milo karena Ahmad menganggap keluarga Milo adalah pembunuh istrinya. Untuk itu dia meyakinkan Julie, agar tidak memilih Milo.

Mengetahui Milo masih mencintai Julie, Alya berniat melakukan sesuatu. Maka suatu pagi. dia pergi ke rumah Julie dengan menggendong bayi. Julie pun terkejut. Melihat bayi itu, kenangan akan kebersamaan Julie dengan Milo saat ada Vino, kembali muncul. Namun Julie menjadi shock ketika Alya menjelaskan bahwa bayi itu adalah anak Milo dan Alya.

Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 34

Alya membohongi Julie dengan mengatakan bahwa Bayi yang dibawanya itu adalah anaknya dengan Milo. Dia juga mengatakan bahwa Milo sedang dalam perawatan psikiater. Alya berharap dengan itu, Julie tidak lagi menerima Milo. Julie pun percaya. Maka ketika Alya pulang, Julie menangisi cintanya yang tidak mungkin bisa diraihnya lagi.

Milo berusaha menelfon Julie, tetapi Julie tidak mau menerimanya. Milo pun heran. Disisi lain Julie sendiri merasa merana dan terpukul dengan berita dari Alya. Dia mengira Milo benar benar telah menikah dengan Alya. Julie patah hati, menganggap cinta sejatinya telah pergi. Badannya lemas tidak mampu berdiri, ngeloyor jatuh di lantai. Ahmad pun terkejut melihatnya. Dia lantas membopong Julie ke ranjangnya. Sambil menangis memeluk Ahmad, Julie berjanji akan berusaha melupakan Milo. Ahmad lega mendengarnya

Selesai mandi, Milo memandangi foto dirinya yang sedang bersama Julie. Dalam benaknya, dia ingin memberikan foto itu. Harapannya, Julie akan teringat dan terkenang akan hubungan mereka dimasa lalu. Maka dia memasukan foto itu di saku kemejanya. Disaat yang sama, Alya datang berniat menyetrikakan kemejanya. Disaat menyetrika itulah Alya menemukan Foto tersebut. Alya pun gusar. Dia lantas merobek foto itu dan menggantinya dengan Foto lain yaitu foto dirinya yang bersama Milo. Milo tidak mengetahui hal itu. Dia langsung saja mengenakan kemeja yang baru disetrika Alya tadi kemudian berangkat ke kantor. Dalam perjalanannya, Milo berusaha menelpon Julie. tetapi tidak bisa tersambung. Milo pun merana.

Alya yang masih gusar segera menelpon Diandra. Diandra sangat antusias mendengarkan Alya yang menceritakan kalau Alya telah datang ke rumah Julie dan membohonginya dengan cerita, bahwa Alya telah menikah dengan Milo. Alya sendiri merasa puas karena Julie mempercayai ceritanya.

Karena ingin menjawab tantangan Ahmad. Maka Milo berencana untuk mengundurkan diri dari tempat kerjanya. Sebab jika masih bekerja di tempatnya sekarang, Dia tidak mungkin mampu mendapatkan uang untuk melamar Julie sebagai mana permintaan Ahmad. Namun atasannya tidak setuju Milo mengundurkan diri jika belum mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Apa lagi saat itu Milo akan diberi penghargaan karena telah menyelamatkan Julie dari bencana kebakaran. Milo pun kaget. Milo pun senang namun kemudian merasa kikuk ketika berhadapan dengan Julie, karena Julie sekarang telah menjadi orang besar. Julie memberikan penghargaan kepada Milo. Julie langsung terperangah dan jantungnya berdegup kencang ketika tangannya bersentuhan dengan Milo. Sedangkan Milo segera teringat akan Fotonya. Dia lantas mengambil foto di sakunya, memberikannya pada Julie. Tanpa melihat Foto itu, Milo berbisik pada Julie bahwa foto itu adalah moment mereka yang tidak terlupakan. Saat turun dari panggung, Milo berusaha menghampiri Julie. Namun Julie terkesan menghindarinya, karena diiringi para bodyguardnya. Sampai di kantornya, Julie memandang foto yang diberikan Milo tadi. Julie pun tercekat kaget, karena Foto tersebut adalah foto Alya bersama Milo. Julie pun semakin percaya omongan Alya, bahwa Milo mengindap gangguan jiwa.

Milo mendatangi Diandra. Tujuannya adalah untuk meminjam uang, sebab dirinya akan membuka usaha, di mana dengan usahanya itu dia akan menjawab tantangan Ahmad untuk mendapatkan Julie. Mendengar penjelasan Milo, Diandra marah. Dia melarang Milo mengejar Julie dan menyuruhnya menerima Alya yang sangat mencintai Milo. Apalagi selama dua tahun ini, Alya lah yang selalu membantu keluarga mereka. Diandra juga menjelek-jelekan Julie. Milo pun marah dan bergegas pergi. Diandra lalu menelpon Alya dan menceritakan semuanya.

Julie benar-benar terpukul, sampai sampai tidak bergairah dalam kerjanya. Julie bahkan membatalkan semua janji dengan para klienya. Dia terduduk memikirkan Milo. kesedihan jelas terpancar di wajahnya. Kenangannya akan Milo masih belum bisa di lupakan. Namun dia menyadari bahwa dirinya harus melupakan Milo meski hal itu terasa menyakitkan. Maka dia pun membuang semua barang-barang yang mengingatkannya pada Milo. Termasuk lonceng yang dibelikan Milo dahulu. Julie tidak tahu kapan waktu akan menyembuhkan lukanya.

Ketika wartawan menanyakan padanya, siapa orang yang pertama kali mengetahui bakatnya dan mendorongnya jadi disainer. Julie terhenyak karena tidak mungkin menyebut nama Milo. Maka dia pun menyebut nama Ivan yang selama ini membantunya, sebagai orang yang menemukan bakatnya dan mendorongnya. Dilain pihak, Milo yang membaca berita itu, memuji kehebatan Julie. Namun dia terhenyak ketika Julie menyebut Ivan sebagai orang yang menemukan bakatnya. Milo pun mengira Julie malu mengakui kalau dirinya lah orang yang pertama kali mengetahui bakat Julie. Disisi lain Ahmad sendiri berusaha mempengaruhi Julie agar segera menikah dengan Ivan. Namun Julie terkesan menolak.

Meski sudah membuang barang-barang yang mengingatkannya pada Milo, namun Julie masih tidak bisa melupakan Milo. Bayangan Milo terus menghantui pikirannya. Julie pun pergi keluar dengan mobil mewahnya. Di tengah perjalanan dia membaca kartu nama Milo. Julie pun kaget karena Milo tinggal serumah dengan Alya. Maka Julie segera melajukan mobilnya menuju rumah Alya. Disaat yang sama, Milo tengah ganti baju di kamarnya. Rupanya Alya ada di kamar itu, membujuk Milo mengajaknya makan. Karena Milo tidak mau. Alya memeluknya dengan niat mencairkan hati Milo. Disaat itulah Julie telah sampai di rumah Alya. Dari luar jendela dia melihat Milo dipeluk Alya. Julie shock, menangis sedih dan berlalu pergi. Julie tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Milo sendiri marah karena tidak suka dipeluk Alya.

SINETRON: AMANAH DALAM CINTA
Episode 35

Disaat yang sama, Milo tengah ganti baju di kamarnya. Rupanya Alya ada di kamar itu, membujuk Milo mengajaknya makan. Karena Milo tidak mau. Alya memeluknya dengan niat mencairkan hati Milo. Disaat itulah Julie telah sampai di rumah Alya. Dari luar jendela dia melihat Milo dipeluk Alya. Julie shock, menangis sedih dan berlalu pergi. Julie tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Milo sendiri marah karena tidak suka dipeluk Alya.

Pagi harinya, Julie berangkat ke kantor dengan mata sembab setelah menangis semalaman. Saat bekerja itulah dia menerima kirman bunga dari Ivan. Julie pun bimbang. Akankah dia menerima Ivan, sementara hatinya telah diberikan pada Milo. Sedangkan Milo, menurutnya tidak bisa menjaga hatinya. Saat itu juga, Milo sendiri tengah memikirkan Julie. Meski kecewa dengan beberapa penolakan yang diterimanya, namun dia yakin cintanya pada Julie akan membuatnya bertahan.

Milo menyerahkan sebuah berkas pada Bosnya yang sedang rapat. Secara tak sengaja dia nyeletuk menaggapi pembicaraan. Akhirnya bosnya menyuruh Milo memberikan paparan. Teryata semua peserta rapat memberikan nilai positif pada Milo. Setelah mengetahui Milo adalah lulusan luar negeri, maka jajaran Eksekutif memberikan promosi dan kepercayaan pada Milo untuk menangani semua Event dan menambah gaji Milo serta bagi hasil atas semua itu. Milo pun merasa tuhan telah membuka jalanya menjawab tantangan Ahmad untuk mendapatkan Julie.

Ahmad tengah mempengaruhi Julie agar menerima Ivan. Julie sendiri nampaknya sudah mulai berusaha membuka diri, melupakan masa lalunya dengan Milo. Ahmad pun senang, mengira, Julie mau menerima Ivan. Sedangkan Julie sendiri merasa dilema. Akanah dia mampu mencintai seseorang sementara hatinya tertambat pada orang lain. Juli kembali menangis sedih.

Julie melangkah masuk kamarnya dengan lunglai. Dipandanginya foto Milo bersama Alya. Air matanya pun meleleh. Benaknya bertanya ragu, akankah dirinya sanggup menerima Ivan tanpa cinta. Namun kemudian, dia segera menguatkan diri. Menurutnya, jika Milo sudah memilih jalan hidupnya, maka Julie juga harus mencari kebahagiaanya sendiri.

Pagi hari ketika baru masuk kantor, Milo dipanggil atasannya. Semula Milo cemas dan khawatir akan dimarahi. Ternyata atasan Milo malah mempromosikanya. Gaji Milo juga dinaikan. Disamping itu Milo juga berhak mendapat deviden dari perusahaan. Milo sangat senang. Dia berjanji akan mendedikasikan dirinya pada pekerjaannya. Untuk itu Milo minta devidennya dibayar di muka. Semula atasan Milo keberatan, namun ketika Milo menjelaskan bahwa dirinya perlu uang untuk melamar sesorang, maka atasannya pun setuju lantas memberinya cek mundur sebesar satu Milyar. Milo pun mebawa cek tersebut ke rumah Julie.

Julie dan Ahmad sudah bersiap akan pergi menemui Ivan. Keduanya sangat kaget ketika Milo datang. Ahmad langsung saja menunjukan ketidak sukaannya. Dia lantas mengusir Milo. Dengan penuh percaya diri Milo mengatakan bahwa kedatangannya adalah untuk melamar Julie, Karena sudah mendapatkan uang yang diminta Ahmad. Ahmad dan Julie kaget karena Milo mampu memenuhi persayatanya. Namun karena Ahmad tidak ingin anaknya menikah dengan Milo, maka dia melempar cek itu. Ahmad mengungkit-ungkit persoalan lama, dimana dia menganggap, Diana lah yang menabrak istrinya hingga tewas. Suasana semakin panas. Akhirnya Julie menenangkan Ahmad. Setelah itu Julie mengajak Milo bicara. Julie mengatakan bahwa Milo telah membuatnya kecewa karena telah menikah dan punya anak dengan Alya. Milo pun kaget. Dia lantas menjelaskan bahwa dirinya belum menikah dengan siapa pun, apalagi punya anak. Julie tidak percaya, sebab Milo tinggal di rumah Alya. Milo pun kembali menjelaskan bahwa dia dan kedua orang tuanya, tinggal dirumah Alya, karena Diandra membuang mereka setelah menguasai perusahaan ayahnya. Milo juga mengatakan, bahwa dirinya hanya pasrah saja dengan keadaan itu dan tidak punya semangat hidup, lantaran berpisah dengan Julie. Milo mengaku dirinya sekarang akan bangkit lagi karena sudah bertemu Julie. Mendegar penjelasan itu, Julie pun menangis dan percaya. Maka dia segera mengejar dan memeluk Milo yang hendak pergi.

Milo kembali ke rumah Alya dan memarahinya. Prayogo dan Diana berusaha mencegahnya. Akhirnya Milo menjelaskan kalau Alya telah memfitnahnya di hadapan Julie. Prayogo pun terkejut. Dia lantas menanyakan kebenarnya pada Alya. Alya tentu saja mengelak. Milo dengan kesal mengaku bahwa dirinya tidak mempercayai Alya lagi. Alya terkejut dan kecewa. Sedangan Diana, merasa tidak enak sendiri dengan pertengkaran itu. Sebab menurutnya, Alya-lah yang menolong mereka selama ini. Maka dia berusaha menghibur Alya. Alya pun segera memainkan peran sedihnya. Padahal dalam benaknya, dia bertekad untuk mendapatkan Milo, dengan cara apapun.

Milo datang ke kantor Julie dengan membawa cincin berlian. Julie terpaku ketika Milo memasukan cincin itu ke jemarinya dan melamar dirinya. Meski merasa bahagia, namun Julie juga ragu. Sebab tahu Ahmad tidak akan merestuinya. Akhirnya Milo menyakinkan Julie, bahwa mereka akan bersama sama menghadapi hal itu. Julie pun menjadi yakin. Julie merasa bahwa selama ini dirinya tidak berhasil melupakan Milo dan hal itu dianggapnya sebagai isyarat bahwa Milo adalah jodohnya. Mendengar pengakuan Julie itu, Milo merasa bahagia.

Alya yang mengetahui Milo telah melamar Julie, segera mengabarkan hal itu kepada Diandra . Diandra pun terkejut. keduanya lantas merencanakan sesuatu.

Meski sudah larut malam, Milo masih giat bekerja. Disat itulah dia menerima telpon dari pria misterius yang mengatakan bahwa Julie mencintai orang lain. Milo terkejut lantas berusaha mengorek identitas sang penelpon, tapi sang penelpon segera menutup telfonnya. Milo pun tidak tahu jika yang menelponya adalah Dika.

Ahmad tengah mempengaruhi Julie agar tidak menikah dengan Milo. Dia mengatakan bahwa jika Julie menikah dengan Milo, maka Julie akan kehilangan Ahmad selamanya. Julie bimbang. Disatu sisi dia tidak ingin kehilangan ayahnya, Di sisi lain dia juga tidak ingin dipisahkan dari Milo. Maka Julie balik mengancam akan bunuh diri jika Ahmad tidak merestui hubungannya dengan Milo. Karena tidak ingin Julie membuktikan ancamannya, maka Ahmad akhirnya merestui hubungan mereka.

Milo yang baru datang, tekerjut melihat sebuah surat ditujukan padanya, tergeletak di lantai. Dia makin kaget ketika membaca surat itu, karena isinya mengatakan bahwa Milo akan menyesal jika meneruskan hubunganya dengan Julie. Sebab kelak, Julie akan menolaknya. Milo kesal namun juga bimbang. Akhirnya dia menelpon Julie dan mengajaknya keluar.

Milo dan Julie sudah berada disebuah restoran tempat mereka pertama kali makan bersama. Juli tekesan antuisias membicarakan persiapan pernikahan mereka. Mengetahui keseriuasan Julie itu, Milo pun yakin bahwa telpon dan surat yang selama ini diterimanya, adalah fitnah untuk mereka.

Seorang lelaki mendatangi rumah Julie dan memberikan sepucuk surat pada satpam. Setelah itu bergegas pergi. Karena surat itu ditujukan pada Ahmad, maka satpam pun memberikannya pada Ahmad. ternyata surat itu berisi fitnahan yang menyatakan bahwa Milo berniat menguasai harta Julie. Ahmad yang memang tidak meninginkan Milo menjadi menantunya, tentu saja terpengaruh

SINETRON: AMANAH DALAM CINTA
Episode 36

Milo yang baru datang, tekerjut melihat sebuah surat ditujukan padanya, tergeletak di lantai. Dia makin kaget ketika membaca surat itu, karena isinya mengatakan bahwa Milo akan menyesal jika meneruskan hubunganya dengan Julie. Sebab kelak, Julie akan menolaknya. Milo kesal namun juga bimbang. Akhirnya dia menelpon Julie dan mengajaknya keluar.

Milo dan Julie sudah berada disebuah restoran tempat mereka pertama kali makan bersama. Juli tekesan antusias membicarakan persiapan pernikahan mereka. Mengetahui keseriusan Julie itu, Milo pun yakin bahwa telpon dan surat yang selama ini diterimanya, adalah fitnah untuk mereka.

Seorang lelaki mendatangi rumah Julie dan memberikan sepucuk surat pada satpam. Setelah itu bergegas pergi. Karena surat itu ditujukan pada Ahmad, maka satpam pun memberikannya pada Ahmad. ternyata surat itu berisi fitnahan yang menyatakan bahwa Milo berniat menguasai hara Julie. Ahmad yang memang tidak menginginkan Milo menjadi menantunya, tentu saja terpengaruh

Milo mengantar Julie pulang. Sampai di rumah, Julie menunjukan pada Milo persiapan-persiapan yang telah dilakukan untuk pernikahan mereka. Milo tekesan bahagia. Dia lantas meminta maaf karena tidak bisa membantu Julie menyiapkan semua itu. Julie memahami hal itu, sebab Milo memang sibuk dengan pekerjaannya. Ahmad yang memperhatikan mereka, terkesan tidak suka dengan kedatangan Milo. Apalagi dia terpengaruh dengan surat yang dibacanya tadi. Ahmad pun mengusir Milo secara halus. Saat Milo pulang Ahmad kembali mempengaruhi Julie agar membatalkan pernikahanya dengan Milo. Tetapi Julie tidak mau.

Diana tidak suka Prayogo merestui rencana pernikahan Milo dengan Julie, akhirnya berniat menginap di apartemen Diandra. Ternyata Diandra malah mengajak Diana pindah ke apartemenya sekalian.

Pernikahan Milo dan Julie semakin dekat. Tetapi teror berupa fitnah yang datang juga semakin gencar. Milo bahkan mulai terpengaruh ketika membaca surat kabar yang memberitakan rencana pernikahannya dengan Julie, dengan kesan meremehkannya. Karena tidak tahu jika Dika terlibat dalam Fitnah itu. Maka dia pun menanyakan pada Julie mengenai keseriusannya. Julie kaget mendengar keraguan dan cerita Milo. Julie meyakinkan Milo bahwa dirinya serius ingin menikah dengan Milo.

Hari pernikahan telah tiba. Milo telah siap di gedung pernikahan. Sedangkan Julie sudah siap berangkat dari rumahnya. Namun dia menjadi terkejut, karena Ahmad tidak mau menghadiri pernikahannya. Julie pun bingung dan berdoa memohon bantuan Tuhan, agar pernikahanya dengan Milo bisa berlangsung lancar. Di lain pihak, Milo sendiri gelisah karena Julie belum juga datang. Disaat itulah Milo menerima sms yang isinya mengatakan bahwa Julie tidak akan datang. Milo berusaha meyakinkan dirnya bahwa Julie pasti datang. ketika itulah tiba-tiba Alya datang sambil mengatakan bahwa dirinya siap menggantikan Julie. Milo pun mencibirnya. Tapi Alya tidak putus asa. Dia malah mengatakan bahwa permainan baru dimulai.

Sementara itu di depan gedung pernikahan, Mobil Julie telah datang. Dengan pakaian pengantin, Julie turun dari mobilnya. Tiba-tiba seorang lelaki memberikan sebuah amplop besar padanya, Julie pun membukanya. Bukan main terkejutnya Julie, karena Amplop itu berisi Foto Prayogo dan Diana yang sedang diancam tembak oleh dua orang. Bersamaan dengan itu hp nya berdering. Meski tidak tahu yang menelponya adalah Dika. Namun Julie semakin ketakutan karena Dika mengacam akan membunuh Prayogo dan Diana, Jika Julie bersikeras menikah dengan Milo

Julie mondar mandir gelisah menunggu izin Ahmad untuk berangkat kepernikahannya. Tak lama kemudian, satpam datang memberikan sebuah amplop dari orang tak di kenal. Julie terkejut ketika membuka amplop itu, ternyata berisi foto Diana dan Prayogo yang disandera. Belum usai keterkejutanya, hp nya berdering. Mengira yang menelponnya Milo, Julie menerima telpon. Tetapi dia tambah terkejut karena penelpon itu mengacam akan membunuh Prayogo dan Diana jika Julie bersikeras menikah dengan Milo.

Meski panik Julie mencoba menawari uang pada penelpon itu, asal tidak membunuh Prayogo dan Diana. Tetapi penelpon - yang tak lain adalah Dika - menolak. Dia memaksa Julie membatalkan pernikahanya dengan Milo. Julie sendiri tidak bisa mengenali suara Dika yang disamarkan. Julie menjadi bingung.

Di lain pihak, Milo yang sudah berada di gedung pernikahan juga gelisah, karena Julie belum juga datang. Alya memanfaatkan kesempatan itu. Dia menghampiri Milo dan mengatakan bahwa Julie belum tentu datang. Untuk itu dia bersedia menjadi pengantinnya. Milo mencibirnya. Tetapi Alya tidak putus asa. Dia mengatakan pada Milo bahwa permainan baru saja dimulai.

Sementara itu Ahmad yang berada di rumahnya merasa kecewa karena tidak bisa mencegah Julie yang ingin menikah dengan Milo. Dia mengira Julie sudah tidak membutuhkanya lagi. Ahmad sedih dan mengeluarkan keluh kesahnya pada foto Murni yang dipegangnya.

Alya memainkan sandiwaranya. Dia menelpon Julie dan mengatakan kalau Milo telah menunggunya. Dengan menangis, Julie mengatakan dirinya tidak bisa menikah dengan Milo, karena ancaman sesorang yang akan membunuh Prayogo dan Diana Jika mereka menikah. Alya pura pura terkejut lantas memberitahu Milo bahwa Julie tidak akan datang. Milo tentu saja gusar. Dia lantas menelpon Julie. Julie yang kemudian teringat omongan Milo bahwa tidak ada sesuatu pun yang akan menghalangi cinta mereka, akhirnya menguatkan diri dan segera menjawab telpon Milo dengan menyatakan bahwa dirinya akan segera datang.

Alya yang mengetahui hal itu menjadi cemas. Dia lantas menelpon Dika, meyuruhnya melakukan rencana berikutnya.

Julie nekad akan berangkat kepernikahanya. Tetapi saat baru keluar dari rumahnya, Dika kembali menelpon, dan mengacamnya sambil memperdengarkan suara letusan pistol. Dika mengatakan, akan segera menghabisi Diana dan Prayogo jika Julie nekad menikah dengan Milo. Julie menagis sedih karena tidak ingin Prayogo dan Diana dibunuh. Julie mengurungkan niatnya.

Di lain pihak, Proyogo dan Diana sedang terikat di suatu tempat. Diana yang terlibat memainkan sandiwara itu, kesal, karena orang suruhan Alya mengikatnya Juga.

Saat itu itulah Dika yang mengenakan topeng, memaksa Prayogo menelpon Milo agar menyuruh menikahi Alya. Prayogo akhirnya mengira kalau penjahat bertopeng itu bekerja sama dengan Alya. Maka dia tidak mau menelpon Milo meski diancam akan dibunuh. Baginya lebih baik mati dari pada mengorbankan kebahagiaan Milo. Dika kesal, memukulnya hingga pingsan. Akhir setelah itu dia menyuruh Diana menelpon Milo untuk memaksanya menikahi Alya. Tentu saja Diana mau. Dia lantas menelpon Milo.

Juli masih meringkuk sedih di teras rumah. Dia masih bimbang memutuskan akankah meneruskan pernikahanya dengan mengabaikan keselamatan orang tua Milo. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke gedung pernikahan. Ahmad yang melihat kepergian Julie, menjadi kecewa.

Di saat yang sama Milo menerima telpon dari Diana yang menyuruhnya segera menikahi Alya. Sebab jika tidak, maka dirinya dan Prayogo akan dibunuh. Milo kaget dan heran. Dia segera menanyakan, "apakah penyandera itu orang suruhan Alya?" Diana mengatakan "tidak." Dia menjelaskan orang yang menyanderanya adalah orang yang pernah dikecewakan Julie. Milo bingung, tetapi segera menolaknya. Akhirnya Dika ikutan ngomong melalui telpon itu sambil menembakan pistolnya sehingga Diana kaget. Setelah itu Dika menegaskan ancamannya agar Milo segera menikahi Alya jika tidak ingin orang tuanya dibunuh. Milo kalut bercampur kesal. Apalagi kemudian, dia menerima mms dari Dika yang mengirim foto Prayogo dan Diana, dalam pose diancam senjata. Milo shock, akhirnya memutuskan menikahi Alya.

Alya pura pura terkejut seakan tidak tahu apa yang terjadi. Dia hanya menunjukan sikap senangya, karena Milo bersedia menikahinya. Ternyata Milo tidak mampu mengucapkan ijab kabul. Sehinga penghulu harus mengulangi untuk yang kedua kali. Baru yang kedua inilah Milo mengucapkan ijab kabulnya.

Hadirin serentak menyahut mengatakan "Sah." Milo terpekur sedih. Sedangkan Alya terkesan sangat bahagia. Ternyata Julie telah datang dan melihat ijab kabul itu. Dia pun menangis dan segera berlalu pergi. Milo yang akhirnya mengetahui hal itu segera mengejarnya. Alya kesal. Dia lantas berusaha mengejar Milo. Namun karena mengenakan kebaya, Alya terjerembab jatuh. Sedangkan Julie sendiri segera tancap gas pergi, tanpa mengindahkan Milo.

SINOPSIS MEGA SINETRON: AMANAH DALAM CINTA
Episode 38
Tanggal Tayang: 07 March

Alya yang ingin mendapatkan simpati dari kedua orang tua Milo, segera memainkan sandiwaranya. Maka ketika menyiapkan sarapan untuk mereka, Alya memasang wajah sedihnya, sehingga Prayogo heran. Dengan kepura-puraannya, Alya mengatakan bahwa dirinya rela pergi dari kehidupan Milo, jika mereka tidak setuju dirinya menikah dengan Milo. Akhirnya mereka menyatakan dukungannya pada pernikahan Alya. Sesaat kemudian mereka dikejutkan dengan kedatangan Polisi yang membawa surat perintah penahanan atas Milo. Ternyata Ahmad telah menuntut Milo atas percobaan bunuh diri yang dilakukan Julie. Milo terkejut mendengarya. Namun yang lebih mengagetkannya adalah kabar kalau Julie mau bunuh diri. Milo berusaha menjelaskan pada Polisi itu. Tetapi kedua petugas itu tetap membawanya ke kantor polisi. Diana pun cemas, menangis dan menyalahkan Julie. Sedangkan Alya segera ambil muka dengan berjanji akan berusaha sekuat tenaga membebaskan Milo.

Ketika Julie siuman, Ahmad segera memeluknya. Dia juga menasehatinya agar mensyukuri hidup sebagai anugrah tuhan, sehingga tidak mencoba bunuh diri. Julie pun menangis. Dia juga meminta maaf sambil mengatakan bahwa dirinya merasa tidak sanggup melihat Milo hidup dengan wanita lain. Ahmad pun menyatakan kekesalanya atas Milo. Tetapi Julie malah membela Milo, dia mengatakan bahwa Milo terpaksa menikah dengan Alya karena suatu ancaman. Namun Ahmad tidak percaya. Dia tetap menganggap Milo bersalah.

Ditengah kondisi perusahaannya yang semakin menurun karena kalah bersaing dengan perusahaan Julie, Diandra menyatakan kekesalannya itu pada Alya. Alya pun segera memainkan perannya. Dia menyatakan kesediaannya untuk menaikan perusahaan Diandra, dan membebaskan Milo dari tahanan Polisi, asal Diandra memberinya saham kepemilikan perusahaan. Diandra tentu saja terkejut, menolaknya. Akhirnya Alya mengancam akan membeberkan konspirasi Diandra menggagalkan pernikahan Milo dengan Julie. Karena khawatir ditangkap polisi dan juga ingin Milo segera bebas, Diandara akhirnya menyetujui permintan Julie. Walau begitu, ia menyesal telah berkomplot dengan Alya.

Dengan seorang kameramen, Alya datang ke kantor polisi sebagai reporter. Kepada polisi dia menyatakan akan mempublikasikan penahanan Milo, sebagai suatu ketidak adilan. Polisi pun takut. Di lain pihak, Julie yang masih dalam perawatan rumah sakit, segera menelpon Wina. Pada asistennya itu, Julie meminta agar membebaskan Milo. Sebab Julie mengangap Milo, tidak bersalah.

Alya berusaha membesarkan hati Milo dan menyatakan janjinya akan membebaskan Milo. Namun Milo malah mencibirnya. Dia mengatakan bahwa tanpa bantuan Alya pun dirinya akan bebas, sebab dia tidak bersalah. Di saat itulah Diana datang. Melihat Alya ditemani seorang kameramen dan membawa perlengkapan siaran, Diana salah tanggap. Dia mengira Alya akan mempermalukan Milo dengan memplubikasikan penahanannya. Alya pun lantas menjelaskan bahwa tujuannya membawa semua perlengkapan itu adalah untuk menakut nakuti polisi.

Polisi segera membebaskan Milo ketika Wina datang dengan membawa surat pencabutan tuntutan yang ditanda-tangani Julie. Diana pun menangis senang, memeluk Milo.

Saat makan malam, Diana menyuruh Milo berterima kasih pada Alya. Namun Milo menolak. Sebab menurutnya dia bebas bukan karena Alya, tetapi karena Julie membatalkan tuntutannya. Dengan kesal akhirnya Milo meninggalkan meja makan, menuju kamarnya. Alya segera menyusul Milo dan mengajaknya makan di luar. Tetapi Milo menolak sebab dia mau pergi ke rumah sakit, menjenguk Julie. Alya pun kesal. Alya menelpon Diandra menjelaskan bahwa Milo telah bebas. Tetapi yang membuatnya sedih adalah, karena Milo masih juga menemui Julie. Diandra akhirnya nyeletuk asal ngomong, menyuruh Alya membunuh Julie. Alya rupanya terpengaruh. Maka dia segera bergegas ke rumah sakit.

Milo sudah sampai di rumah sakit. Ahmad yang mengetahui kedatangan Milo segera mencegahnya. Namun Milo bersikeras ingin menemui Julie. Maka Ahmad pun memanggil para bodyguard Julie untuk mengusir Milo. Milo berontak dan menjelaskan bahwa kedatangannya hanya untuk berbicara pada Julie. Tetapi para bodyguard itu tetap menyeretnya keluar. Milo tidak putus asa. Diam-diam dia menyelinap masuk lagi. Milo bersembunyi di ruang perawat, menghindari para perawat dan bodyguard yang menjaga Julie. Maka ketika ada kesempatan, dia mengenakan pakaian perawat lantas beranjak ke kamar Julie.

Alya yang sudah sampai dirumah sakit. Segera menuju kamar Julie. untuk melaksanakan niat jahatnya. Alya menyuntikan cairan racun kedalam infus Julie. Bersamaan dengan itu seorang suster datang. Maka Alya pun segera sembunyi di toilet, namun alat suntiknya tertinggal. Sedangkan perawat itu sendiri, belum mengetahuinya. Dia hendak mengganti infus Julie dengan infus yang ada racunnya, tetapi segera membatalkan karena mendapat panggilan. Setelah perawat itu keluar. Milo datang. Julie sendiri masih tertidur. Melihat kondisi Julie yang telelap lemah, Milo menjadi kasihan. Diapun menumpahkan semua perasan cinta dan kesedihanya kepada Julie. Alya yang mendengarkan dari toilet kamar itu, menjadi kesal. Tak lama kemudian suster datang lagi. Maka Milo pun pura-pura merawat Julie. Meski mencurigai Milo, Suster tetap melanjutkan mengganti infus Julie. Dia saat itulah Milo melihat alat suntik yang digunakan Alya tadi, Disaat yang sama Alya sendiri bergegas keluar dengan berkerudung sebuah handuk. Milo yang tidak mengenali Alya segera mengejarnya. Namun para bodyguard memergokinya. Akhirnya Milo kembali ke kamar Julie dan menguncinya. Ahmad yang sudah datang, menjadi kaget mengetahui Milo berada di kamar Julie. Maka dengan bantuan bodyguard, dia mendobrak pintunya. Bersamaan dengan itu dokter dan perawat juga datang. Tiba tiba Julie tersengal-senggal. Milo segera mengambil dan memecahkan infus Julie yang terisis racun. Dokter terkejut melihatnya, Mengetahui ada bekas suntikan racun. Dokter dan Ahmad pun mengira Milo berniat membunuh Julie. Milo pun berusaha menjelaskan semuanya. Namun Ahmad tidak percaya.

Keadaan Julie semakin kritis. Dia segera dibawa menuju ruang operasi. Ahmad dan Milo mengiringi brangkar yang membawa juli itu. Dokter yang juga mengiringi, menjelaskan bahwa kemungkinan Julie selamat sangat lah kecil. Milo pun shock, demikian juga Ahmad. Ahmad bahkan memukul Milo hingga hidungnya berdarah.

SINOPSIS SINETRON: AMANAH DALAM CINTA
Episode 39

Setelah mendapat suntikan dari Ersa, Julie merasa pusing. Ersa mengatakan bahwa hal itu adalah reaksi dari obat itu. Ersa lantas pura-pura bersikap baik dengan membantu merebahkan Julie tidur.

Milo tengah berusaha menemui Julie.Tetapi Ahmad melarang dan menyuruh para bodyguard mengusirnya. Karena Milo menolak maka para bodyguard itu pun menghajarnya. Rupanya Milo tidak putus asa. Dia lantas menyamar sebagai dokter Ben. Nampaknya penyamaran Milo berhasil, seluruh penghuni rumah tidak mengenalinya. Ahmad bahkan mengantarkan dokter Ben (Milo) menemui Julie di kamarnya. Ersa yang tengah berada di kamar Julie menjadi terkejut dengan kedatangan dokter Ben (Milo). sedangkan Milo sendiri segera mendekati dan menyapa Julie. Namun Julie tidak bereaksi sebab dirinya tengah terbius oleh obat yang disuntikan Ersa tadi. Ersa yang khawatir perbuatannya diketahui, akhirnya menjelaskan bahwa Julie tertidur akibat reaksi obat. Dokter Ben (Milo) pun kecewa. Ahmad lantas berjanji akan segera menghubunginya jika Julie telah bangun.

Setelah Ahmad dan dokter Ben (Milo) keluar dari kamar. Ersa pun kembali menunjukan wajah aslinya. Dia menatap Julie yang tidak sadarkan diri dengan pandangan bengis. Setelah itu dia menelpon Alya melaporkan semua yang telah dilakukanya. Alya senang dan berharap Julie segera meninggal. Tetapi sesaat kemudian dia menjadi jengkel. Karena Ersa meminta tambahan honor. Alya pun mematikan hp nya. Namun dia terkejut karena Prayogo telah berada disitu. Alya Khawatir, Prayogo mendengar semuanya. Ternyata Prayogo tidak mendengar perbincangannya dengan Ersa tadi. Dia hanya menanyakan kenapa Alya tertawa Alya pun membohonginya dengan mengatakan bahwa dirinya senang karena berhasil mempengaruhi Diandra, memberikan saham Fashionita pada Prayogo, Diana dan Milo. Diana yang tiba-tiba datang, menjadi senang mendengarnya. Demikian juga dengan Prayogo. Dia bahkan berniat segera pamit, agar tidak merepotkan Alya. Mendengar itu, Alya segera memainkan sandiwaranya. Dia pura pura sedih dan menahan Parayogo serta Daiana agr tidak pergi dari rumahnya. Prayogo dan Diana yang tidak tahu sandiwara itu, akhirnya terharu. Mereka menganggap Alya adalah menantu yang baik.

Prayogo dan Diana sedang makan malam berdua. Diana menggunakan kesempatan itu, memuji muji Alya. Dia juga meminta Prayogo mempengaruhi Milo, untuk menerima Alya sepenuh hati. Prayogo akhirnya menyanggupi.

Pagi hari, Milo yang tengah berada kantornya, berniat menyamar sebagai dokter Ben karena ingin mengunjungi Julie. Dilain pihak, Diandra yang berada di kantornya, menyesali tindakanya memberikan saham perusahan pada Alya. Maka dia pun bertekad untuk menguasai dan mengendalikan Alya.

Julie terbangun dari tidurnya dan lupa akan kebutaannya. Dia lantas beranjak jalan. Akhirnya dia menabrak meja dan jatuh. Ersa pura pura perhatian, menolongnya. Sementara itu di ruang lain, Ahmad tengah memikirkan kesembuhan Julie. Saat sedang memandang keluar, Dia melihat Milo. Maka dengan marah dia beranjak keluar mau mengusir Milo. Tetapi ketika membuka Pintu, yang datang ternyata dokter Ben (Milo). Akhirnya Ahmad mempersilahkan dokter Ben (Milo) masuk. Namun dia curiga pada dokter Ben. dokter Ben (Milo) menjadi tegang. Beruntung dokter Ben (Milo) mendapat akal. Diam-diam dia menelpon hp Julie yang dipegang Ahmad. Ahmad yang menerima, segera mematikanya karena telpon itu dari Milo. hal itu juga membuatnya percaya kalau dokter ben yang ada didepannya ini, bukanlah Milo. Maka dia pun mengantarkan dokter Ben ke kamar Julie. Dilain pihak, Julie yang tengah dalam kebutaanya itu ternyata bisa merasakan kehadiran Milo. Dokter Ben (Milo) pun menjadi tegang takut penyamarannya diketahui Ahmad. Beruntung Ahmad yakin jika dirinya adalah dokter Ben. Namun Kepribadian Julie sudah labil, apalagi masih dalam pengaruh obat yang di suntikan Ersa tadi. Maka Julie pun mengusir dokter Ben (Milo) yang berusaha bersikap baik padanya. Dokter Ben (Milo) pun sedih. Namun Milo bertekad akan datang lagi demi mengejar cintanya.

SINOPSIS SINETRON: AMANAH DALAM CINTA
Episode 40

Alya dan beberapa kru tv datang ke rumah Julie untuk mewawancarainya. Namun satpam menolak, karena Julie sedang sakit. Alya tidak putus asa. Dia pura-pura menelpon Ahmad. Setelah itu dia memberitahu satpam bahwa Ahmad memperbolehkannya mewawancarai Julie. Akhirnya satpam pun memperbolehkan mereka masuk.

Dengan bantuan Ersa, Alya dan para kru tv berhasil masuk ke kamar Julie. Alya lantas memprovokasi Julie dan menjatuhkan mental Julie. Julie menjadi emosi. Dia melempar lempar barang barang di dekatnya. Alya memanfaatkan kesempatan itu, menyuruh kru merekam semua kejadian itu. Akhirnya Julie berteriak histeris, Ahmad yang mendengar teriakan itu, bergegas mendatanginya. Dia menjadi terkejut melihat Alya dengan beberapa kru tv. Ahmad pun menugusir mereka. Dilain pihak, Julie yang histeris segera lari ke kamar mandi dan menguncinya. Ahmad pun cemas. Dengan bantuan satpam dia mendobrak pintu. Terlihat Julie meringkuk ketakutan di samping bak mandi. Ahmad lantas menenangkan dan menguatkanya. Tapi Julie tetap panik. Maka Ersa pun menyuntiknya lagi dengan racun. Ahmad yang tidak tahu kalau obat racun, akhirnya membantu Ersa menyuntik Julie. Julie pun tertidur.

Alya mendatangi Diandra dan menceritakan tindakannya dalam menjatuhkan Julie. Diandra bersikap mendukung Alya. Namun tanpa sepengetahuan Alya. Dia merekam semua pernyataan Alya tadi. Diandra berniat menggunakan rekaman itu untuk menjatuhkan Alya jika saatnya tiba.

Milo merenung di kamarnya. Dia masih memikirkan Julie yang terkesan labil ketika ditemuinya pagi tadi. Akhirnya Milo menelpon Julie. Namun yang menerima adalah Ahmad. Ahmad tentu saja marah pada Milo. Dia juga menyatakan ketidak sukaanya atas kedatangan Alya yang membuat Julie semakin labil. Milo terkejut mendengarnya. Dia pun meminta maaf atas perbuatan istrinya itu.

Wina mendapat telpon dari Diandra yang mengajaknya bertemu. Wina ragu karena tidak tahu maksud Diandra. Sedangkan Diandra sendiri, sebenarnya tengah merencanakan sesuatu yang jahat terhadap Julie dan Alya.

Di lain pihak Milo benar benar terkejut ketika menonton tayangan tv, di mana Alya tengah menyiarkan gosip negatif tentang Julie. Milo tidak suka dengan tindakan Alya itu. Sehingga saat malam ketika Alya merayu, mengajaknya berhubungan suami istri, Milo marah dan menyiram wajah Alya. Tidak sampai disitu saja. Milo juga menyalahkan Alya atas apa yang terjadi pada Julie. Alya pun semakin geram dan dendam kepada Julie.

Alya bersikap manis dan siap melaksanakan malam pertamanya dengan Milo. Tapi Milo malah menolak dan menyiaram wajahnya. Milo bahkan mengancam Alya mempertanggung jawabkan perbuatanya atas hal yang menimpa Julie. Alya pun semakin sakit hati.

Prayogo menjadi kaget ketika Milo menjelaskan kejadian mulai dari penyekapan Prayogo dan Diana hingga Milo harus menikahi Alya, adalah merupakan ulah Alya. Akhirnya Prayogo pun mendukung Milo, ketika Milo menyatakan niatnya menceraikan Alya.

Dilain pihak, Alya tengah menumpahkan kekesalan dan kekecewaanya dengan menjerit-jerit histeris sambil berputar-putar. Akhirnya dia jatuh dan kakinya terkilir. Satpam yang menolongnya pun heran.

Pagi hari, Milo sudah berkemas mau pergi dari rumah Alya. Alya dan Diandra yang mengetahui hal itu menjadi kaget. Mereka beresaha menahanya. Namun Milo tidak bergeming. Dia bahkan menyatakan niatnya menceraikan Alya. Alya pun Shock. Sedangkan Diana yang sudah berada disitu, menyatakan keberatanya. Di lain pihak, Prayogo terkesan mendukung sikap Milo itu. Akhirnya Milo menjelaskan semua kejahatan Alya. Dia menceritakan tindakan Alya di rumah sakit, saat menyuntik Julie dengan racun sehingga Julie menjadi buta. Alya tentu saja menyanggahnya. Tetapi Milo sudah tidak mempercayainya. Dia segera beranjak pergi. Alya pun menangis, kecewa dan dendam terhadap Julie.

Diana berusaha menenangkan Alya. Dia menyarankan agar Alya lebih fokus memikirkan cara membuat Milo kembali. Alya setuju dengan pendapat Diana. Maka dia lantas menelpon Diandra. Diandra sendiri terkejutm, Alya menelponya dalam keadaan menagis. Alya langusng menenayakan keberadaan Milo. tentu saja Diandara tidak tahu. Alya akhirnya menceritakan semuanya. Dia lantas minta bantuan Diandra, menyuruhnya pergi ke rumah Julie. Karena dia akan melakuakan sesuatu untuk mejatuhkan reputasi Julie.

Milo dan Prayogo telah sampai di tempat tinggal mereka yang baru. Setelah menyiapkan segala sesuatunya untuk Prayogo, Milo lantas pamit pergi ke rumah Julie. Prayogo pun Khawatir. Akhirnya Milo menjelaskan kalau dirinya pergi ke rumah Julie, tidak sebagai Milo.

Julie sudah mulai bisa melihat, meski tidak jelas. Ahmad yang mengetahuinya menjadi senang. Disaat itu bel pintu berdering. Ahmad lantas beranjak membukakan pintu. Ternyata yang datang adalah Dokter Ben (Milo). Ahmad pun memberitahunya kalau Julie sudah mulai bisa melihat. Dokter Ben (Milo) tak kalah senangnya. Sementara itu didalam kamar, Julie tengah mencurahkan kepedihan hatinya. Sebab meski bisa sembuh. Dia tetap kehilangan Milo. Mendegar keluh kesah Julie yang terkesan depresi itu, Ersa senang. Namun dia menyembunyikan kegembiraanya itu dengan pura pura prihatin atas apa yang dialamai Julie. Disaat itulah dokter Ben masuk. Karena sedang depresi. Julie mengusirnya. Namun Dokter Ben tidak bereming. Setelah semua keluar, dia berkata pada Julie kalau dirinya adalah Milo. Julie pun menagis bahagia dan memeluk Milo seakan tidak ingin berpisah lagi. keduanya saling memandang dengan mata yang berkaca-kaca.

SINOPSIS SINETRON: AMANAH DALAM CINTA
Episode 41

Alya menerima telpon dari Ersa yang melaporkan keadaan rumah Julie. Alya senang, mengira rencananya berhasil. Alya ingin segera menjalankan rencana berikutnya. Dia lantas menelpon polisi, memberikan laporan palsu, bahwa di rumah Julie ada keributan. Setelah itu dia menelpon Diandra, menyuruhnya bergegas ke rumah Julie. Sedangkan Diandra yang ada di situ, segera bersiap siap berangkat juga.

Ersa kaget ketika melihat Julie rebahan di bahu Milo dalam keadaan damai dan tentram. Saat itu Ahmad juga datang. karena semua sudah kumpul. Maka Dokter Ben (Milo) lantas memaksa Ersa mengakui kejahatanya, meracuni Julie. Ersa tentu saja bersikeras menolak. Akhirnya Dokter Ben memeriksa semua obat yang diperuntukan buat Julie. Karena Ersa sudah menyembunyikan obat beracun yang diberikan pada Julie, Dokter Ben pun tidak punya bukti. Ahmad menjadi binggung. Dia meminta penjelasan Dokter Ben atas tuduhanya terhadap Ersa, Dokter Den pun binggung. Di saat yang sama, Dokter budi datang. Ahmad pun keluar dari kamar Julie menyambut kedatangan Dokter Budi dengn antusias. Dia lantas menceritakan kalau Asisten dokter Budi sedang berada di kamar Julie. Dokter Budi kaget,karena tidak pernah menyuruh seorang asisten. Sekarang giliran Ahmad yang binggung. Belum usai kebingungan Ahmad. Tiba tiba Diandra dan Diana datang disertai polisi. Diana dan Diandra marah marah, menuduh Julie merebut Milo dari Alya. Ahmad pun tidak terima.Polisi akhirnya menenangkan mereka dan mengajak mereka membuktikan apakah Milo ada di sini atu tidak. Ahmad yang merasa tidak bersalah tentu saja mempersilahkan mereka memeriksa kamar Julie.

Disaat yang sama, Milo tengah berpelukan dengan Julie sambil menyatakan niatnya yang ingin segera menikahi Julie. Disat itulah Diandra, Ahmad dan lainya masuk. Diandra langsung saja membuka penyamaran Milo. semua menjadi kaget. Suasana menjadi kacau. Ahmad dan Diandra saling menyalahkan. Sedang Milo dan Julie saling membela. Ahmad akhirnya tidak bisa menahan emosinya dia memukul Milo dan mengancam akan membunuhnya. Akhirnya petugas membawanya ke kantor polisi. Julie menjadi histeris berusaha mengerjanya. Namun dia terjatuh dan pingsan. Milo pun segera menghampirinya, berteriak memanggil dokter. Dokter Budi segera datang, memeriksa Julie. Milo sangat cemas. Demikian juga dengan Ahmad. Sedangkan Diana dan Diandra menjadi jengkel melihat kepedulian Milo pada Julie. Milo sendiri akhirnya senang karena Dokter menyatakan bahwa Juli telah sembuh. Tetapi kegembiraanya tidak berlangsung lama. Sebab Dokter Budi menuntutnya karena menyamar sebagai petugas medis. Polisi menangkapnya. Milo akhirnya meminta polisi menangkap suster Ersa. Tetapi suster Ersa berhasil melarikan diri.

Julie yang mendegar Milo dan ayahnya akan ditangkap polisi, menjadi sedih dan histeris. Apalagi secara samar samar, melihat Milo diangkut oleh mobil polisi itu. Maka Julie pun menangis sambil berlari mengejar mobil polisi itu. Namun dia akhirnya kelelahan dan jatuh bersimpuh di jalanan.

Julie masih terpuruk bersimpuh di jalanan, tidak menghiraukan badannya yang basah kehujanan. Pikirannya hanya tertuju pada Ahmad dan Milo yang dibawa Polisi. Hingga Akhirnya bik Sarkem datang mengajaknya pulang.

Sementara itu di kantor Polisi, Ahmad tidak bisa lagi mengendalikan dirinya. Dia menyerang Milo, polisi pun memperingatinya, kalau tindakannya itu bisa memberatkan Ahmad sendiri. Tetapi Ahmad tidak peduli. Sebab dia menganggap Milo dan keluarganya lah yang menyebabkan Julie menderita. Milo sendiri hanya memandang dengan air mata yang berlinang. Dia mencoba meminta maaf atas kesalahan keluarganya. Namun Ahmad tetap pada parasangkanya. Milo pun hanya pasrah dan berguman bahwa dirinya tulus, mencintai Julie.

Julie yang baru bangun, lupa jika ayahnya sedang di kantor polisi. Julie berniat mencarinya. Bik Sarkem akhirnya memberitahu kalau Ahmad dan Milo sedang diperiksa Polisi. Julie teringat pertengkaran Ahmad dan Milo di polisi hingga membuat Ahmad dan Milo ditahan polisi. Julie kembali menangis dan merasa bersalah. Julie lantas menelpon pengacaranya untuk membebaskan Ahmad.

Julie dan pengacaranya datang ke kantor polisi untuk membebaskan Ahmad dengan jaminan. Setelah menanda-tangani semua berkas pernyatan tidak akan melakukan tindakan krimal lagi, maka Ahmad pun dibebaskan. Rupanya Ahmad masih kesal. Ahmad menyalahkan Julie yang tidak menuruti nasihatnya. Julie pun minta maaf, tetapi Ahmad malah mengatakan bahwa jika Julie masih berhubungan dengan Milo, maka Ahmad akan berbuat lebih nekat lagi. Julie pun cemas. Dia lantas meminta pengacaranya mengantar Ahmad pulang. Setelah memastikan keduanya pergi, Julie menanyakan pada Polisi kenapa Milo tidak dibebaskan. Polisi pun menjelaskan bahwa keluarga Milo belum mengurus pembebasannya. Julie menjadi resah.Julie lalu menemui Milo yang kini berada di balik jeruji. Julie merasa sedih hingga air matanya menetes. Milo melarangnya menangis dan mengatakan bahwa apapun yang terjadi, Milo akan berjuang menyatukan cinta mereka. Disaat itulah Julie teringat pernyataan Ahmad yang akan bertindak nekat, jika dirinya masih berhubungan dengan Milo. Julie segera mundur dan berlari meninggalkan Milo. Milo heran dan berteriak memanggil Julie. Namun Julie tidak menghiraukannya.

SINOPSIS SINETRON: AMANAH DALAM CINTA - Episode 42

Alya, Dianda dan Diandra tengah berkumpul membicarakan penahanan Milo. Diana menyuruh Alya segera membebaskan Milo. Prayoga yang baru datang mendengar semuanya. Akhirnya dia marah. Diana melimpahkan kesalahan pada Alya. Tetapi Alya berkelit. Pada Prayoga, Alya mengingatkan bahwa dirinya sedang sakit sehingga tidak mungkin membuat keributan di rumah Julie. Prayoga percaya kepada Alya. Prayoga menyuruh Diandra membebaskan Milo. Diandra pun kesal kepada Alya.

Karena tidak berhasil menghubungi Milo, maka Prayoga ke rumah Alya untuk mencarinya. Diana yang mengetahui kedatangan suaminya itu, langsung menceritakan keributan pertengkaran di rumah Ahmad, sehingga membuat Milo ditahan. Prayoga tentu saja kaget. Diana lalu menjelek-jelekan Julie. Prayoga kesal hingga akhirnya Prayoga dan Diana bertengkar.

Alya dan Diana berada di kantor polisi untuk membebaskan Milo. Akan tetapi Milo menolak untuk dibebaskan, sebab tidak mau berhutang budi pada Diandra. Diandra akhirnya membujuk Milo. Diandra mengatakan bahwa ayah mereka menunggu Milo. Akhirnya Milo pun mau dibebaskan. Sesampai di rumah, Milo tetap bersikap dingin terhadap Alya.

Saat Milo mencoba menghubungi Julie, Julie sebenarnya ingin menjawab telpon dari Milo, tetapi karena ada Ahmad, Julie akhirnya memberikan HP nya pada Ahmad, agar menjawab telpon itu. Tetapi Ahmad menolak. Akhirnya Julie me-reject panggilan dari Milo. Milo merasa heran dan kecewa.

Diana datang ke rumah Julie untuk menemui Julie. Ahmad dan satpam menolaknya. Akhirnya Diana berteriak memanggil Julie. Julie lantas menemui Diana meski dilarang oleh Ahmad. Diana lantas pura-pura bersikap baik dan meminta maaf serta memohon agar Julie menjauhi Milo. Julie pun kaget. Namun karena penampilan dan sikap Diana terkesan baik, maka Julie pun luluh. Dia menyanggupi permintaan Diana itu. Diana tersenyum licik penuh kemenangan.

Ketika Alya sedang masak, Prayoga menghampirinya. Dia menasehati Alya agar tidak lagi mengejar Milo. Sebab menurutnya, hubungan mereka semakin tidak jelas dan tidak bisa dipertahankan. Mendengar itu Alya menjadi sakit hati, hingga tanpa terasa tanganya teriris pisau. Prayoga yang melihatnya menjadi kaget dan berusaha menolong. Namun Alya malah menghunus pisaunya kearah Prayoga. Alya mengaku kesal karena Prayoga tidak mendukung hubungannya dengan Milo. Alya lalu menghujamkan pisaunya ke meja. Prayoga menjadi ngeri.

Beberapa asisten Diandra datang ke apartemennya. Mereka melaporkan kalau Julie tidak lagi ikut campur dalam perusahaannya. Mendengar itu Diandra senang. Dia berharap bisa mengalihkan semua relasi perusahaan Julie pada perusahaanya.

Julie menyampaikan keinginannya kepada Ahmad untuk pulang kampung guna mencari ketenangan. Ahmad tidak setuju. Dia menasehati Julie agar mengurungkan niatnya itu. Namun Julie bersikeras melaksanakan keinginannya.

Milo berdiri di depan rumah Julie untuk menemui Julie. Namun dia tidak jadi masuk karena khawatir ribut dengan Ahmad. Maka Milo hanya memandangi kamar Julie dari pinggir jalan. Di saat yang sama, Julie sendiri tengah berdiri di jendela kamar, memikirkan bahwa takdirlah yang membuatnya tidak bisa bersatu dengan Milo.

Milo yang masih berdiri di pinggir jalan, terkejut dengan kedatangan Alya. Dia lantas memaksa Alya pulang. Ternyata Julie melihat mereka. Maka ketika mobil Alya pergi meninggalkan Milo sendirian, Julie berniat menemui Milo, tapi takut kepergok Ahmad. Akhirnya Julie keluar secara diam-diam. Milo menjadi senang melihat Julie datang. Keduanya-pun berpelukan. Akan tetapi Julie tiba-tiba melepaskan pelukannya dan menjauh seakan sadar bahwa mereka tidak mungkin bersatu. Akhirnya Milo berjanji akan berjuang menyatukan cinta mereka. Mendengar janji Milo itu, Julie kembali bersemangat. Mereka kembali perpelukan. Tiba-tiba Ahmad datang memisahkan mereka. Ahmad lalu mengusir Milo, namun Milo tidak bergeming. Milo juga menjelaskan bahwa permusuhan yang terjadi antara Ahmad dan keluarga Milo adalah salah paham. Milo juga menceritakan kalau Prayoga sangat ingin bersahabat kembali dengan Ahmad. Akan tetapi Prayoga tidak bisa mengunjungi Ahmad, karena Prayoga lumpuh. Mendengar penjelasan Milo, Ahmad pun luluh, tetapi rasa gengsinya membuatnya tidak menerima penjelasan itu. Dia lantas memaksa Julie masuk. Julie pun hanya bisa memandang Milo dengan sedih. Akhirnya Milo hanya bisa mengingatkan Julie bahwa cinta akan menemukan jalanya.

Ahmad tidak mengubris penjelasan Milo yang ingin mendamaikan kedua belah pihak, meskipun Milo menyatakan itu dengan air mata yang berlinang. Namun Ahmad sempat terpaku ketika Milo mengatkan bahwa Ayahnya lumpuh. Tetapi rasa gengsi membuatnya memaksa Julie masuk dan menguncinya di dalam kamar. Ahmad menyatakan tidak akan melepaskan Julie, sebelum Julie berjanji tidak akan menemui Milo lagi. Julie akhirnya teringat ucapan Milo, maka dia pun berdoa agar segera menemukan jalan untuk cinta mereka.

Milo mendatangi Diandra untuk minta bantuan dalam menceraikan Alya. Diandra sendiri yang sudah tidak suka sama Alya akhirnya bersedia membantu. Milo pun lantas menjelaskan rencananya.

Saat pulang dari rumah Diandra, Milo berpapasan dengan Rakiman yang sedang dipukuli, karena kalah main Judi. Melihat itu Milo ingat bahwa Rakiman adalah orang yang mengaku sebagai Om nya Alya, ketika menajadi wali di pernikahan mereka. Akhirnya Milo pun memaksa Rakiman untuk menjelaskan siapa dirinya. Karena takut dengan ancaman Milo yang akan menyeretnya ke polisi, maka Rakiman pun mengaku kalau dirinya dibayar oleh Alya, untuk menjadi Wali nikahnya. Milo pun gusar, dia lantas mengirim rekaman kejadian itu pada Diandra sambil memaksa Rakiman mengikutinya.

Dilain pihak Julie malam itu tengah menerima kedatangan Wina. Pada Wina dia menyatakan keinginanya pulang kampung, untuk melupakan Milo. Sebab dia tidak mungkin menerima Milo, jika statusnya masih menjadi suami orang.

Alya menjadi kaget ketika Rakiman datang bersama Milo, yang langsung marah marah karena sudah mengetahui persekongkolan Rakiman dan Alya. Milo lantas berniat membatalkan pernikahan yang dianggapnya tidak syah. Alya pun menjadi cemas. Dia menghiba meminta Milo tidak melakukan hal itu. Namun Milo tidak mengubrisnya. Milo lantas beranjak pergi sambil mengajak Rakiman untuk menjadi saksi kebohongan Alya. Alya sendiri lantas menelpon Diandra untuk minta bantuan. Diandra yang sudah mendengar semua dari Milo, pura pura menyanggupi menolongnya. Dia lantas meminta Alya datang menemuinya esok pagi.

Sementara itu Milo dan Rakiman dalam perjalanan. Tiba tiba sebuah mobil melintas menabrak mereka.

SINOPSIS SINETRON: AMANAH DALAM CINTA Episode 46

Ketika Alya sedang larut dalam kebencian dan keinginan membunuh Milo, Milo sendiri telah sampai di rumah Julie, di Jakarta. Keduanya berada di balkon, mengenang saat saat mereka berdua, ketika di balkon rumah Milo dulu. Julie bahkan sampai teringat akan Vino. Dia ingin memberi nama anak mereka kelak, dengan nama Vino. Milo pun terharu mendengarnya.

Diandra, Diana dan Prayoga menyambut hangat kedatangan Milo yang terkesan bahagia itu. Milo sendiri lantas menyampaikan undangan Julie pada mereka, untuk menghadiri peluncuran karya terbarunya. Diana dan Diandra senang, karena hal itu menunjukan kalau Julie tidak mendendam pada mereka. Milo pun menjelaskan bahwa Julie bukanlah seorang pendendam. Disaat itulah Diandra menerima telapon dari Dika. Diandra heran karena Dika mengajaknya bertemu, untuk membicarakan sesuatu. Diandra pun menyanggupinya.

Siang hari, di rumah Julie ramai dengan orang-orang yang mempersiapkan pelaksanaan acara. Wina tampak sibuk memeriksa segala sesuatunya. Julie sendiri berada di kamarnya. Dia terkesan bahagia. Saat melamunkan masa-masa lalunya, Milo tiba tiba datang dan langsung memeluknya. Julie pun menanyakan keberadaan Diana dan Diandra. Milo akhirnya menjelaskan bahwa mereka akan segera datang. Julie senang. Dia lantas mengatakan bahwa dirinya telah memesankan baju khusus untuk Milo. Setelah itu dia bergegas mencari Wina. Pada Wina Julie menanyakan soal baju yang hendak dikenakan Milo. Wina pun mengatakan bahwa baju tersebut akan diantar oleh pihak penjahitnya.

Diandra dan Dika bertemu disebuah café. keduanya mulai akrab. Akhirnya Dika menceritakan perihal kecelakaan yang dialami murni, dimana yang menabraknya adalah Alya. Mendengar itu Diandra terkejut. Sebab kejadian itu telah membuat mamanya dituduh menabrak Murni, sehingga hubungan keluarganya bermusuhan dengan keluarga Julie. Maka Diandra pun berniat memberitahukan kebenaran itu.

Dengan merubah penampilanya, Alya datang mengantarkan baju Milo. Namun satpam menyuruhnya menunggu, karena harus mendapat konfirmasi dari Wina. Satpam lantas menelpon Wina. Alya pun khawatir Wina akan mengetahui penyamarannya. Beruntung, ketika Wina hendak menghampirinya, Ahmad memanggil Wina untuk mengecek katering yang datang. Alya pun lolos. Dia lantas beranjak menuju kamar Julie. Tetapi begitu sampai Di kamar Julie, dia kaget, sebab Milo dan Julie tengah ngobrol dengan sikap yang mesra. Alya menjadi panas. Dia lantas bergegas menjauh sambil menitikan air mata.

Alya masuk ke kamar ganti, dia lantas membubuhi racun lagi, pada baju Milo. Saat meletakan baju pada hanger pakaian. Julie dan Milo datang. Maka Alya pun segera sembunyi. Julie sendiri sebetulanya merasa curiga, ada yang tidak beres di kamar ganti itu. Namun dia segera beranjak keluar karena dipangil Wina. Akhirnya Julie keluar lagi diikuti Milo. Alya lantas menyelinap keluar menuju ruang acara.

Ahmad menyambut hangat kedatangan Prayoga, Diana dan Diandra. Dia memeluk Prayoga. Prayoga terharu dengan sikap Ahmad yang tidak menunjukan dendam pada mereka. Diandra dan Diana juga malu akan hal itu. Diandra lantas menyuruh Diana menceritakan soal tertabraknya Murni. Saat itulah Dika datang. Ahmad terkejut dan marah pada Dika. Akhirnya Diandra menenangkan dan meminta Ahmad memberi kesempatan pada Dika untuk menjelaskan semuanya. Dika lantas menjelaskan bahwa sesungguhnya yang menabrak Murni adalah Alya. Ahmad kaget mendengarnya.

Sementara itu Alya sendiri masih dengan penyamaranya, berbaur dengan undangan lain. Dia berdiri tak jauh dari panggung. Dalam benaknya yang terpikirkan hanyalah, Milo segera mengenakan baju yang telah dibubuhinya racun dan mati diatas panggung.

Melihat baju yang akan dikenakan Milo ada noda di bagian kerah, Julie pun pergi ke kamar ganti, mencari manset bagi Milo. Saat itulah dia menemukan botol racun milik Alya tadi. Julie pun curiga. Dia lantas berlari keluar, teriak memanggil Milo. Namun suaranya hilang ditelah gemuruh keramaian. Milo sendiri sudah siap diatas pangung. Saat berjalan melangak lengok, tiba tiba Milo sempoyongan, jatuh tak bergerak. Susana jadi gaduh. Diana berteriak panik berusaha mendekati Milo. Alya merasa senang. Dia lantas bergegas pergi mengikuti para undangan yang panik keluar. Tetapi teriakan Julie membuatnya berhenti. Alya berbalik menghadapi Julie dengan tawa kepuasannya. Namun dia terkejut karena Julie menamparnya beberapa kali untuk setiap kejahatan yang dilakukanya. Meski kesakitan, Alya tidak membalas. Dia malah menyatakan kepuasannya telah berhasil membunuh Milo. Namun dia menjadi terkejut karena saat itu Milo bangun dan menghapirinya. Sekarang Giliran Julie yang menertawakan Alya. Julie lantas menceritkan bahwa dirinya telah mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk mengantisipasi sabotase Alya. Julie juga menerangkan bahwa dia sebenarnya menjahit sendiri baju untuk Milo saat di Ciamis. Alya blingsatan kecewa. Saat itulah Diana datang menampar Alya. Ketika Diandra mau ikutan menampar, Alya malah menampar dirinya sendiri layaknya orang gila. Polisi segara menangkap Alya.

Pertunanganan Milo dan Julie kembali dilanjutkan. Ahmad sangat bahagia. Di pandanginya foto Murni seakan mengajaknya bicara tentang kebahagiaan Julie dan mereka semua.

Suasana pesta pertunangan Milo dan Julie berlangsung dengan meriah. Dika yang hadir tampak tengah ngobrol dengan Diandra. Diandra bahkan menawari Dika untuk bergabung pada perusahaannya. Sedangkan Diana, sibuk mencari Milo dan Julie. Ternyata Milo dan Julie berada di balkon. Keduanya menatap bintang di langit penuh dengan kebahagian, sambil mengenang masa lalu mereka. Julie bahkan sempat meneteskan air matanya karena terkenang Vino. Milo pun mengusap air mata di pipi Julie dengan lembut. Keduanya saling memandang dengan penuh cinta.

SINOPSIS SINETRON: AMANAH DALAM CINTA Episode 47

Milo dan Julie ternyata tertidur di balkon. Diandra yang datang tersenyum geli melihat keduanya. Dia lantas membangunkan mereka. Milo dan Julie pun menjadi malu. Milo lantas bergegas turun menemui Diana yang sudah menunggunya di meja makan.

Prayoga menemani Ahmad untuk bertemu dangan agency perumahan. Prayoga menjadi terkejut ketika tahu Ahmad membelikan rumah untuknya. Prayoga menjadi sungkan dan berusaha menolaknya, namun Ahmad memaksa. Ahmad mengatakan bahwa dirinya ingin membalas budi pada Prayoga, karena Prayoga dulu pernah mmembayari kekurangan uangnya saat membeli rumah di ciamis dahulu. Prayoga pun menangis terharu. Keduanya berpelukan hangat. Diandra dan Diana yang mengetahui hal itu merasa sangat berterimakasih pada Ahmad.

Dika bangun dengan pikiran menerawang. Dika merasa bahwa Milo beruntung mendapatkan Julie. Disaat itulah Julie menelponnya. Julie meminta Dika datang ke rumahnya karena memerlukan bantuan Dika. Dika pun bersiap berangkat. Mengira Julie ingin menemuinya karena ada keperluan khusus, Dika pun berdandan dengan keren. Akan tetapi saat sampai di rumah Julie, Dika menjadi kecewa karena yang menyambutnya adalah Milo. Milo kemudian menjelaskan bahwa Julie ingin minta bantuan Dika untuk membantunya membereskan perlengkapan sisa-sisa pesta kemarin.

Sipir penjara menyuruh semua penghuni sel bergegas sarapan. Nampak Alya diantara para tahanan. Alya berjalan mengikuti instruksi sipir dengan pandangan kosong bagaikan robot. Petugas penjara memerintahkan para tahanan pergi menuju mobil karena akan dipindahkan ke penjara lain. Alya rupanya juga ikut dipindahkan.

Julie baru keluar dari Mall setelah membelikan baju untuk Milo. Tiba-tiba tasnya dijambret seseorang. Ersa yang kebetulan ada di mall itu juga, melihat kejadian tersebut. Maka dengan spontan Ersa mengejar penjambret itu meski tidak tahu kalau yang dijambret adalah Julie. Akhirnya Ersa berhasil memukuli panjambret dengan peralatan yang ditemukan disekitarnya. Penjambret itu kabur setelah menyerahkan tas Julie pada Ersa. Julie yang kemudian datang berterimakasih. Namun Ersa malah terkejut melihatnya. Dengan ketakutan dia menyerahkan tas itu pada Julie dan mengatakan bahwa bukan dirinya yang mencuri tas tersebut. Ersa juga meminta maaf atas kesalahan yang di lakukannya pada Julie. Julie pun memaafkanya. Dia lantas mempersilahkan Ersa datang ke rumahnya kapan saja jika mau. Ersa pun senang mendengarnya.

Mengetahui kondisi Fashionita yang terpuruk, Prayoga berniat mengabungkannya dengan perusahaan milik Julie. Prayoga langsung menelpon Diandra untuk memberitahu niatnya itu. Akan tetapi namun Diandra keberatan karena Diandra yakin bisa bangkit sendiri. Prayoga lalu memberikan argumentasi yang terkesan mengunggulkan perusahaan Julie dari pada Fashionita. Dianita hanya terdiam kesal.

Ahmad marah ketika melihat Ersa datang. Ahmad langsung mengusir Ersa. Julie segera menenangkan Ahmad dan memberitahu bahwa Ersa sudah bertobat, bahkan Ersa telah menolong Julie saat di Mall tadi. Ahmad-pun tidak bisa apa-apa ketika Julie kemudian menerima Ersa sebagai karyawannya.

Ahmad yang sedang menonton siaran TV, menjadi terkejut ketika televisi menyiarkan kecelakaan mobil tahanan, yang mengakibatkan meninggalnya Alya. Maka Ahmad berteriak memangil Julie untuk menyaksikan siaran itu. Julie pun tidak kalah terkejutnya. Julie lantas menelpon Milo. Milo sendiri saat itu sebenarnya juga sedang menonton acara tersebut. Maka Milo langsung menenangkan Julie yang menangis.

Saat Milo menjemput Julie, Julie masih sedih memikirkan meninggalnya Alya. Dalam perjalanan, Julie terlihat kedinginan. Akhirnya Milo mengambilkan jaket di jok belakang, sambil terus mengemudi. Karena itulah dia tidak melihat ada seorang yang menyebrang. Beruntung Julie berteriak memperingatkan, sehingga Milo segera menginjak rem. Meski begitu. Mobilnya tetap menabrak penyebrang tersebut. Sang penyebrang jalan terjatuh, Milo dan Julie lantas keluar menolong orang itu. Namun mereka menjadi terkejut, karena sang penyebrang jalan itu adalah Alya. Mereka juga semakin heran karena Alya tidak mengenali mereka. Julie pun berniat menolongnya namun Milo mencegah. Keduanya pun berdebat sehingga tidak menyadari Alya telah pergi. Milo dan Julie pun kembali melanjutkan perjalanannya. Saat itulah, dari balik rerimbunan, Alya tampak memandangnya dengan tatapan penuh dendam. Ternyata Alya tadi cuma berackting sebagai orang yang hilang ingatan. Rupanya dia sedang merencanakan rencana jahatnya lagi.

Saat sampai di rumah, Julie masih kepikiran Alya tadi. Julie menceritkan soal Alya tadi kepada Ahmad. Ahmad tentu saja kaget dan heran karena Julie tidak melaporkan Alya ke polisi. Julie pun menjelaskan kalau dirinya sudah memafkan Alya. Apalagi Alya sendiri sepertinya sudah tidak waras.

Saat di perjalanan ke kantor, Julie melihat Alya tertidur diantara tumpukan kardus di pingir jalan. Julie pun menyuruh sopirnya menghentikan mobilnya. Julie lantas keluar mendekati Alya dan menyapanya. Namun Alya tidak mengenali Julie. Alya bahkan meminta makanan pada Julie. Julie pun menjadi kasihan. Dia lantas member Alya uang, tetapi Alya sepertinya tidak mengerti uang. Dia mengira uang itu adalah kertas. Maka dia pun mengembalikan uang tersebut dan bersikeras meminta makanan, Julie pun balik ke mobilnya mengambil Roti, dan memberikan pada Alya. Julie semakin trenyuh melihat Alya makan dengan rakus tanpa bisa mengenalinya.

Dika sedang membaca koran untuk mencari lowongan pekerjaan. Dika kesal karena tidak juga mendapatkan pekerjaan. Akhirnya Dika berniat meminta pekerjaan pada Diandra. Akan tetapi ketika sampai di kantor Diandra, Dika menjadi kecewa karena Diandra tidak masuk kerja, lantaran sakit. Akhirnya Dika teringat pada perusahaan Julie. Maka Dika berniat meminta pekerjaan pada Julie. Namun dia kembali kecewa karena saat datang ke kantor Julie, Julie malah sedang pergi bersama Milo.

Ahmad belum bisa mempercayai Ersa, maka dia terus mengawasinya. Disaat yang sama, tiba-tiba terdengar teriakan Julie mamanggilnya. Ahmad pun bergegas menemui Julie. tetapi Ahmad menjadi terkejut karena Julie datang membawa Alya.

Milo yang berniat menjemput Julie, menjadi terkejut karena melihat Alya sedang tertidur di sofa. Milo pun teriak memanggil satpam untuk mengusirnya. Julie akhirnya datang dan menjelaskan pada Milo kalau dia berniat menolong Alya. Milo tentu saja tidak setuju, sebab khawatir hubungan mereka akan dirusak Alya. Saat mereka berdebat itulah Alya bangun dengan ketakutan terhadap suara keras Milo. Milo pun heran karena Alya tidak mengenali mereka. Milo pun pulang dengan perasaan mengkhawatirkan, kejahatan Alya. Julie meyakinka Milo bahwa Alya tidak mungkin bisa memisahkan mereka, apalagi sekarang Alya sudah lupa ingatan. Tanpa mereka sadari, ternyata Alya sudah merencanakan segala sesuatunya untuk menghancurkan mereka.

SINOPSIS SINETRON: AMANAH DALAM CINTA
Episode 51

Namun ketika Julie pergi, Alya sengaja menyuruh Ersa pergi tidur. Sehingga ketika Ahmad terbangun, menanyakan keberadaan Julie. maka Alya dengan leluasa mengarang cerita bahwa Julie seakan akan lebih mementingkan mencari Milo, dari pada menunggui Ahmad. Ahmad yang sudah termakan hasutan Alya, menjadi kesal terhadap Julie.

Di lain pihak, Julie yang sudah sampai di hotel yang terbakar, berdesakan menghampiri patugas medis, untuk mencari Milo.

Petugas medis lantas memberinya daftar nama korban yang selamat. Karena nama Milo tidak ada di daftar itu, Julie menangis memangil-manggil nama Milo.

Julie yang semula menangis, tiba tiba berusaha menegarkan diri dengan keyakinan, Milo pasti selamat. Kemudian dia menelpon kawan kawan Milo dan beberapa relasinya, untuk minta bantuan mencari Milo.

Julie menuju rumah Milo dengan harapan Milo telah pulang dengan selamat. Namun ternyata Diana malah menyambutnya dengan sinis. Saat itu Diandra datang, menanyakan Milo juga. Julie pun menjelaskan bahwa dirinya dapat kabar, kalau Milo ada di hotel royal. Diandra dan Diana kaget. Sebab mereka tahu hotel itu tengah terbakar. Maka Diana dan diandra pun menyalahkan Julie sekaligus mengancamnya, jika sampai terjadi apa-apa dengan Milo. karena terus dipojokan, akhirnya Julie emosi. Dia bergegas pergi.

Julie hendak menengok Ahmad. Ersa yang mengetahui hal itu, langasung menahannya dan mengatakan bahwa Ahmad sudah tidur sejak minum obat tadi. Julie pun lega. Ersa sebenarnya ingin menunjukan rancangan disainnya, namun diurungkan karena tahu Julie sedang mencemaskan Milo.

Hingga dini hari, Julie masih duduk di teras sambil memandangi rumah Milo, menunggu kedatangan Milo. Maka ketika melihat Milo datang bersama Dika. Julie pun berhambur mengejarnya. Julie langsung memeluk Milo dan menceritakan kecemasannya, serta menceritakan pula, kalau dirinya mencari Milo dihotel yang terbakar itu. Namun Milo terkesan tidak menghiraukannya. Dengan dingin Milo mengatakan, bahwa mereka tidak perlu membicarakan apapun, sebelum Julie menentukan hari pernikahan. Julie kaget dengan sikap Milo itu. Sedangkan Dika, merasa tidak enak sendiri. Dia lantas pamit mau pulang. Namun Milo mencegah dan mengajak Dika menginap dirumahnya. Setelah itu Milo masuk meninggalkan Julie. Meski terkejut dengan sikap Milo, namun Julie lega karena Milo selamat.

Pagi hari, Milo bagun dan hendak menelpon Julie. Tetapi dia ragu, sebab semalam dirinya telah menyatakan tidak akan berbicara dengan Julie, sebelum Julie menentukan tanggal pernikahan mereka. Ditengah keraguanya itu, Julie menelponnya. Milo senang, namun karena teringat pernyataanya semalam, maka Milo menanyakan kapan hari pernikahan mereka. Julie pun kaget dan terdiam. Akhirnya Milo segera memutuskan telpon. Namun setelah itu dia menyesali tindakannya. Di sisi lain Julie juga sangat sedih atas hal itu. Sebenarnya Julie berharap Milo bersabar, sampai dia berhasil membujuk Ahmad merestui mereka. Keduanya pun tenggelam dalam kepedihan, di tempat masing-masing.

Disaat yang sama. Alya tengah mendatangi Ahmad dan memprovokasinya. Dia memfitnah Julie pada Ahmad dengan mengatakan bahwa Julie baru pulang subuh tadi tanpa menengok Ahmad. Alya juga menghasutnya, agar Ahmad bersikap tegas menolak hubungan Julie dengan Milo. Karena Alya bersikap seolah melakukan itu demi kebaikan Ahmad dan Julie. Maka Ahmad pun terpengaruh. Ternyata Ersa mendengar perbincangan itu. Ersa pun kaget, sebab mengira, Alya benar benar Amnesia. Akhirnya Ersa pun tahu kalau Alya hanya pura pura lupa ingatan. Karena sangat antusias mencuri dengan pembicraan Alya itu, tanpa sengaja Ersa menyenggol daun pintu sehingga menimbulkan suara. Ersa pun buru buru pergi Agar tidak di ketahui Alya yang bergegas menghampirinya.

Saat akan berangkaat ke kantor, Milo dikejutkan dengan kedatangan Alya. Semula Milo tidak mengubris ketika Alya menyatakan ingin menyampaikan sesuatu padanya. Tetapi karena melihat sikap polos Alya yang seakan tidak mengenalinya, akhirnya Milo pun tertarik mendengarnya. Alya lantas menyampaikan hasutannya. Dia mengatakan bahwa Ahmad menilai Milo ingin menikahi Julie karena mengincar ketenaran dan harta. Milo menjadi murka. Dia lantas memaksa Alya keluar dari mobilnya. Milo yakin orang sebaik Ahmad dan Julie tidak punya pikiran seperti itu. Sedangkan Alya sendiri, meski kesal karena diturunkan di tengah jalan, namun dia yakin, Milo terpengaruh dengan hasutannya tadi.

Ahmad rupanya sudah terpengaruh dengan hasutan Alya, maka ketika Julie datang dia meminta Julie memutuskan hubungannya dengan Milo, sebab menurutnya Milo dan keluarganya hanya mengincar harta Julie. Julie pun kaget mendengarnya. Dia lantas memberikan pengertian bahwa Milo bukan lelaki seperti yang dituduhkan Ahmad. Namun Ahmad tidak menerima penjelasan Julie. Akhirnya keduanya bersitegang. Julie pun kesal dan meninggalkan Ahmad, yang terkesan kecewa. Saat keluar dari kamar Ahmad itu, Ersa menghampirinya, mau melaporkan kelakuan Alya yang menghasut Ahmad. Namun karena saat iu Alya datang, maka Ersa mengurungkan niatnya. Julie pun heran dengan sikap Ersa.

Alya yang tidak ingin rahasianya terbongkar. Segera mendatangi Ersa. Alya mengancam akan membunuh Ersa jika Ersa memberitahu Julie bahwa dirinya lah yang menghasut dan mempengaruhi Ahmad agar berubah pikiran. Karena takut dengan ancamam Alya itu, maka Ersa pun berjanji tidak akan melaporkan hal itu pada Julie.

Julie akhirnya menyadari kebenaran ucapan Milo bahwa mereka harus memutuskan sendiri pernikahan mereka. Hal itu membuat tekad Julie menikahi Milo semakin kuat. Maka Julie pun mencari Milo. Tetapi karena tidak behasil, maka Julie pun menulis kalimat yang berbunyi " MENIKAHLAH DENGANKU, SEPERTI YANG KAMU KATAKAN WAKTU ITU" pada selembar karton. Setelah itu Julie berdiri di depan rumah dan mengarahkan tulisan itu pada jendela kamar Milo. Harapanya adalah, Milo akan segera membacanya. Namun ternyata Milo tidak tahu, sebab tidak membuka gordyn kamarnya. Milo hanya duduk termenung di ranjang, memikirkan hasutan Alya padanya.

Malam telah larut. Julie masih berdiri di depan rumah Milo membentangkan tulisan yang ditujukan untuk Milo. Namun Milo belum juga mengetahui hal itu. Disaat itulah Dika datang. Dia mengingatkan Julie bahwa keluarga Milo tidak peduli dengan apa yang dilakukan Julie. oleh karena itu, Dika menyarankan Julie masuk ke rumahnya saja. Namun Julie menolak. Dia bersikeras akan menunggu sampai Milo tahu dan membaca pesannya.

Milo baru membuka gordyn kamarnya, ketika hari telah pagi. Dia menjadi terkejut ketika mengetahui Julie bediri di depan rumahnya, membentangkan tulisan yang ditujukan padanya. Milo serentak berlari keluar, merasa menyesal telah membiarkan Julie semalaman di luar. Julie sendiri merasa senang melihat Milo menghampirinya. Namun karena fisiknya sudah lemah, maka dia pun pingsan. Beruntung Milo berhasil menangkapnya.

SINOPSIS SINETRON: AMANAH DALAM CINTA
Episode 52

Ersa berusaha memberitahu Ahmad kalau Alya telah membuat Ahmad berselisish pamah dengan Julie, tetapi Ahmad tidak percaya. Saat itu Alya datang, maka Ersa pun bergegas meninggalkan Ahmad. Alya sendiri segera melancarkan hasutannya pada Ahmad. Dia mengatakan bahwa sejak semalam Julie berada dirumah Milo. Ahmad murka dan bergegas kerumah Milo mencari Julie. Alya pun senang berhasil menghasut Ahmad.

Diana menyambut kedatangan Ahmad dengan marah karena Ahmad menuduhnya menyembunyikan Julie. Keduanya terlibat perang caci-maki. Prayoga berusaha menenangkan Diana, namun tidak berhasil. Disaat itulah Julie dan Milo keluar dari kamarnya. Ahmad, Diana dan Prayoga menjadi terkejut melihatnya. Ahmad lantas mengancam akan melaporkan Diana dengan tuduhan menculik Julie. Dana tidak terima. Keduanya terlibat perang mulut lagi. Akhirnya Julie berteriak menghentikan mereka dan mengatakan bahwa dirinya akan segera menikah dengan Milo. Ahmad dan Diana pun terkejut kecewa. Hanya Prayoga yang merasa bahagia.

Milo dan Julie bergandengan tangan pergi melewati Ahmad, Diana dan Diandra yang terkejut dan kecewa dengan hal itu. Namun Milo telah mantap dengan keputusannya. dia mengatakan tidak ada yang bisa menghentikan cinta mereka. Keduanya lantas berjalan beriringan dengan sikap mesra. Alya yang memperhatikan itu dari halaman rumah Julie, menjadi sewot. Prayoga terus berusaha memberi pengertian pada Ahmad, agar merestui hubungan Milo dan Julie. Tetapi Ahmad masih keberatan.

Dika kembali datang ke rumah Diandra. Dika menjelaskan kalau dirinya mau mengambil HPnya yang tertinggal. Kesempatan itu digunakan Diandra untuk bersikap manja. Diandra ingin memastikan bahwa Dika menyukainya. Dika mengakui hal itu. Diandra sangat senang.

Julie heran karena Ahmad tidak ada di rumah. Ersa memberitahu Julie kalau Ahmad pulang ke Ciamis. Akhirnya Julie bergegas menyusul Ahmad. Saat akan berangkat itulah, Milo datang. Milo pun ikut mengantar Julie. Begitu sampai terminal, Julie bergegas turun mencari Ahmad. Maka ketika melihat Ahmad sudah siap naik bus, Julie serentak mencegahnya. Ahmad menolak, sebab menurutnya Julie sudah tidak sayang lagi padanya. Julie pun berusaha menjelaskan kalau dirinya sangat menyayangi Ahmad. Ahmad tidak mengubris dan tetap melanjutkan perjalananya dengan bus itu. Julie pun menangis sedih berusaha mengejar bus tersebut. Milo berusaha menenangkan Julie.

Saat di kantor, Julie menyatakan pada Milo bahwa ia berniat menyusul Ahmad ke Ciamis. Keduanya memikirkan cara membuat Ahmad mau kembali dan merestui mereka. Akhirnya Julie pun menyampaikan idenya. Milo mendengarkan dengan antusias.

Ahmad yang sudah sampai di Ciamis, terkejut melihat kedatangan Julie. Sambil menangis Julie mengatakan bahwa dia datang karena menyayangi Ahmad, dan berharap Ahmad kembali bersamanya. Ahmad tak bergeming. Dia masih menganggap Julie tidak menyayanginya karena nekat mau menikah dengan Milo. Akhirnya Julie menyerahkan semua berkas kepemilikan hartanya dan mengatakan bahwa apa yang dilakukannya itu adalah untuk membuktikan rasa sayangnya pada Ahmad, sekaligus membuktikan bahwa Milo tidak mengincar hartanya. Namun karena Ahmad masih terkesan keberatan, Maka Julie pun beranjak pergi meninggalkan Ahmad yang terpekur bingung.

Milo saat itu sedang mengumpulkan keluarganya. Milo menyatakan kebulatan tekadnya untuk menikahi Julie, meski Diana dan Diandra menentangnya. Akhirnya Milo menyatakan akan pergi. Diana pun sewot. Karena Prayoga tidak mencegah kepergian Milo, maka Diana menyuruh Prayoga ikutan mencegah dengan alas an khawatir Milo akan seperti Arvino. Tetapi Prayoga yakin Milo tidak akan mengalami nasib seperti Arvino, sebab Prayoga merestui hubungan Milo dengan Julie. Milo lantas mengemasi barang-barangnya dan beranjak pergi tanpa mengindahkan Diana yang berusaha mencegahnya.

Ahmad kembali ke rumah Julie. Alya yang mengetahui hal itu segera menghampirinya. Alya mencoba mempengaruhi Ahmad agar tidak kembali pada Julie. Alya juga menghasut dengan mengatakan bahwa Julie tidak sayang pada Ahmad. Namun Ahmad tidak mengubrisnya dan terus melangkah masuk. Alya pun menjadi kesal. Julie sendiri saat itu sedang mengemasi barang-barangnya dan hendak pergi. Disaat itulah dia melihat kedatangan Ahmad. Julie pun berhambur memeluknya. Julie lantas menyatakan bahwa meski dirinya sangat menyayangi Ahmad, namun dia harus pergi untuk mengejar kebahagianya dengan Milo. Ahmad pun tak bisa bersuara, hanya air matanya yang mengalir perlahan. Akhirnya Julie berpesan agar Ahmad tidak lupa meminum obat dan sekaligus menjelaskan pantangan makanan Ahmad. Ahmad terkejut karena Julie mengingat semua keperluan dirinya. Dia pun sadar kalau Julie sangat perhatian terhadapnya. Ahmad pun terharu. Karena tenggelam dalam keharuan itu, maka Ahmad tidak bisa apa-apa dan hanya diam mematung ketika Julie beranjak pergi. Sementara itu di rumah Milo, Milo juga tengah bergegas keluar diiringi tangis Diana yang berusaha mencegahnya.

SINOPSIS SINETRON: AMANAH DALAM CINTA
Episode 53

Milo dan Julie bertemu. Keduanya berpelukan. Meski merasa bahagia, namun Julie juga bersedih karena harus meninggalkan Ahmad. Ahmad sendiri saat itu berdiri di depan rumah melihat Julie. Prayoga dan Diana juga memperhatikan Milo. Milo sendiri lantas bertanya pada Julie, apakah Julie sudah siap. Dengan menangis Julie mengatakan kalau dirinya sudah siap dengan keputusannya, hanya saja dia merasa sedih karena harus meninggalkan Ahmad. Disisi lain Ahmad akhirnya tidak kuasa menahan tangisnya. Dia berlari menghampiri Julie. Demikin juga dengan Diana. Dia juga berlari kearah Milo. Julie sendiri segera melepaskan pelukan Milo dan berhambur memeluk Ahmad. Sedangkan Milo menghampiri keluarganya. Prayoga lantas menceritakan bahwa kepergian Ahmad ke Ciamis adalah untuk membuktikan sebesar apa cinta Julie pada ayahnya. Karena Julie berhasil membuktikan rasa sayangnya pada Ahmad, maka Ahmad akhirnya meretuinya. Demikian juga dengan Diana dan Diandra. Alya yang memperhatikan kejadian itu menjadi kesal.

Milo dan Julie pergi ke sebuah butik untuk mengambil kebaya yang pernah dirancang Milo untuk pernikahan mereka. Saat itulah HP Julie berdering. Ternyata sebuah sms dari Ivan. Julie pun menceritakan soal Ivan yang tak lain adalah orang yang membiayainya sekolah di Paris hingga dirinya sukses. Meski begitu Julie belum pernah bertemu dengan Ivan sendiri.

Ketika Dika datang ke kantornya, Diandra mengajaknya makan malam. Saat makan malam itu Diandra menyatakan lamarannya pada Dika. Dika pun bingung.

Milo dan Julie tengah menasehati Dika soal hubungan cinta. Rupanya nasehat itu berpengaruh. Maka Dika pun menyatakan akan menerima lamaran Diandra. Diandra tentu saja senang.

Alya yang tidak suka dengan kebahagiaan Julie dan Milo, berniat membunuhnya. Dia bahkan mempraktekkan dengan menikam bantal, namun dia merasa hal itu belum cukup sadis untuk menyiksa Julie.

Pagi hari rumah Julie kedatangan tamu, yan tak lain Adalah Ivander. Ternyata Ivander itu adalah Wisnu, Julie pun kaget mengetahuinya.

Julie terkejut begitu tahu kalau Ivander itu adalah Wisnu. Akhirnya Wisnu menjelaskan bahwa namanya adalah Wisnutama Ivander. Dia sengaja memakai nama belakang, sebab tidak ingin Julie mengetahui yang membantunya selama sekolah di Paris adalah dirinya. Saat itu Milo datang. Dia kaget melihat Wisnu. Milo pun memeluknya dengan hangat. Milo juga memuji Wisnu atas keberhasilannya. Wisnu menceritakan bahwa semenjak Julie menghilang dari kehidupannya, maka Wisnu terus berusaha mencarinya. Dan ketika mendengar kabar Julie sekolah di Paris, dia mengikutinya. Sampai pada akhirnya Wisnu mendapat kesempatan memegang perusahaan papanya di Paris itu. Maka secara diam-diam Wisnu memberi bantuan kepada Julie. Hal itu dilakukan agar Julie tidak tahu, kalau Wisnu yang membantunya. Semua itu karena Wisnu tahu bahwa Julie akan menolak jika tahu Wisnu yang membantunya. Ahmad dan Julie pun merasa sangat berterimakasih pada Wisnu. Milo lantas menjelaskan bahwa dirinya dan Julie akan menikah tiga hari lagi. Wisnu kecewa, tapi tetap berbesar hati dengan memberikan ucapan selamat dan mendoakan kebahagiaan mereka berdua. Setelah itu Wisnu pamit mau pergi. Namun Ahmad dan Milo mencegahnya. Mereka berharap Wisnu mau menginap di rumah Julie. Wisnu menolak. Akhirnya Julie mengajak mereka sarapan bersama. Saat itulah Wisnu melihat Alya. Alya sendiri pura-pura tidak mengenalnya, sehingga Wisnu menjadi heran. Akhirnya Julie pun menceritakan semuanya, mulai dari upaya jahat Alya memisahkan dirinya dan Milo, sampai Alya menjadi lupa ingatan. Mendengar penjelasan itu, Wisnu segera meminta maaf pada Julie atas perbuatan Alya. Selain itu Wisnu juga menyatakan niatnya untuk merawat Alya. Alya yang pura-pura tidak mengenal Wisnu itu, dengan pura-pura takut terhadap Wisnu. Alya lantas menghampiri Ahmad seakan minta perlindungannya. Akhirnya Ahmad meminta Wisnu membiarkan Alya tinggal dengannya karena sudah menganggapnya sebagai anak.

Followers

My Ping in TotalPing.com Related Posts with Thumbnails

Dapatkan post updates terbaru via Facebook. Hanya Click LIKE Button dibawah

?

 
Copyright 2010 PEREKA CERITA